Dari Indonesia untuk Masa Depan Energi Dunia: Pemuda Indonesia Mengawal Arah Energi Nuklir Dunia di Obninsk NEW 2026, Rusia

ZETIZENS.ID – Obninsk merupakan salah satu kota di Rusia yang terkenal sebagai pioner yang memiliki Pembangkit Listrik TeTenaga Nuklir (PLTLTN) di dunia pada 1954. Energi nuklir merupakan salah satu opsi energi yang lebih bersih, dibandingkan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTLTU).
Jika dibandingkan keduanya, PLTN memiliki dampak yang lebih baik pada lingkungan dengan tidak menghasilkan gas rumah kaca CO₂ dan polusi udara (PM2.5, SO₂,NOx).
Di sisi lain, secara biaya operasional jangka panjangnya juga relatif rendah dan stabildibandingkan opsi pembangkit listrik lainnya.
Dalam perhelatan tahunan yang diselenggarakan di Obninsk, Rusia, pemuda Indonesiaberpartisipasi pada Obninsk NEW 2026 IV International Youth Nuclear Forum yang membahas masa depan teknik ketenagalistrikan, para perwakilan muda dari industri nuklir dan industri terkait sedang mewujudkannya saat ini.
Forum ini mempertemukan lebih dari700 peserta yang hadir secara langsung dari 85 negara di seluruh dunia, mulai dari calon insinyur hingga pimpinan perusahaan besar dan pejabat pemerintah.
Beberapa representatif pemuda Indonesia yang hadir di antaranya Luis Venriko Mumu dan Theodore Frederick Haposan merupakan salah dua perwakilan Indonesia yang sedang menempuh studi Teknik Nuklir diUniversitas Gadjah Mada (UGM).Sedangkan Astagina PramestyJavakrisna merupakan mahasiswi Indonesia yang baru saja lulus dari studi Nanoteknologi dan RekayasaMikrosistem di Ural Federal University (UrFu) Rusia.
Dan Sulistiyono merupakan pemuda Indonesia yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan Prancis yang berfokus pada sistem pelacakan emisi gas pada pembangkit tenaga listrik.
Forum juga menyoroti Youth Declaration for Nuclear Cooperation yang memiliki beberapa poin utama:
1. Keselamatan dan Keamanan Nuklir
Industri nuklir harus memastikan tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi, termasuk perlindungan dari insiden operasional dan potensi ancaman dalam konteks ekonomi, politik,dan sosial.
2. Akses yang setara terhadap pendidikan dan pengetahuan
Pendidikan dan pengetahuan tentang ilmu nuklir harus dapat diakses oleh semua bangsa dan masyarakat — bebas dari diskriminasi dan monopoli.
3. Ilmu nuklir untuk melayani umat manusia demi dunia yang lebih baik
Kekuatan ilmu dan teknologi nuklir harus menjadi kekuatan bagi umat manusia yang didedikasikan untuk menyelesaikan tantangan mendesak melalui inovasi dalam industri, kemajuan dalam bidang kedokteran, dan perlindungan lingkungan.
4. Pemberdayaan Kepemimpinan Pemuda
Kaum muda adalah arsitek penting masa depan nuklir. Kekuatan mereka terletak pada enampilar aksi (pendidikan, pelatihan, partisipasi publik, kesadaran publik, akses informasi, kerjasama internasional) dan pertukaran pengetahuan antar generasi untuk memastikan masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
5. Pengembangan Berkelanjutan dan Fokus Masa Depan
Bidang nuklir hanya dapat maju melalui pembaruan pengetahuan yang berkelanjutan danstrategi suksesi yang disengaja.
6. Kerja Sama, Kepercayaan, dan Saling Membantu
Masa depan nuklir hanya mungkin melalui kemitraan yang transparan dan jujur yang dibangun atas dasar saling menghormati, kepercayaan, dan kemauan untuk saling mendukung dan bekerja sama.
7. Akses yang Bertanggung Jawab terhadap Pencapaian Teknologi Nuklir
Negara-negara yang mematuhi standar dan peraturan yang diterima secara internasional dibawah naungan IAEA harus memiliki akses yang tidak diskriminatif, setara, dankomprehensif terhadap pencapaian teknologi canggih di bidang energi nuklir untukpembangunan mereka yang damai dan berkelanjutan.
Komitmen pengembangan nuklir, terlebih pada sektor energi perlu dikawal dan didukung dariberbagai pihak. Dapat dipahami bahwa dari ketujuh poin utama pada deklarasi pemuda dalam kerjasama nuklir mendukung inklusifitas, keamanan, kepercayaan, dan tanggungjawab dalam mengatasi masalah dan menciptakan tujuan kemanusiaan bersama.
Peranan partisipasi pemuda sebagai pemimpin masa depan juga tidak bisa kita acuhkan begitu saja. Perlunya kerjasama antar pemangku kepentingan agar dapat mencapai tujuan bersama yang lebih baikuntuk masa depan. (*)
Ditulis oleh Sulistiyono







