Karya

Refleksi Buka Bersama: Menempa Integritas dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan

ZETIZENS.ID – Bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan, agenda buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas tahunan di bulan Ramadan. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang krusial untuk mempererat solidaritas sekaligus mempertegas nilai-nilai moral dan kepemimpinan. Hal inilah yang melandasi kegiatan buka bersama yang digelar pada 11 Maret 2026 lalu.

Dengan mengangkat tema “Membangun Integritas dan Kepemimpinan dalam Ilmu Pemerintahan”, acara ini dihadiri oleh 33 mahasiswa serta 9 dosen, termasuk Kaprodi, pembina himpunan, dan perwakilan bidang kemahasiswaan. Pertemuan dalam satu ruang ini menciptakan dialog yang hangat dan cair antara pengajar dan mahasiswa.

Bukan Sekadar Makan Bersama

Acara tidak berhenti pada seremonial santap bersama. Di sela-sela suasana yang santai, terselip diskusi reflektif mengenai urgensi integritas bagi calon aparatur negara. Di sini, peserta diajak memaknai bahwa integritas bukanlah sekadar teori di bangku kuliah, melainkan karakter yang harus mendarah daging dalam tindakan nyata sehari-hari.

Dalam diskursus pemerintahan, integritas adalah fondasi. Tanpa itu, kepemimpinan akan kehilangan kompas dan kepercayaan publik bakal runtuh. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, sebagai garda depan calon pemimpin, dituntut tidak hanya menguasai teori politik, tetapi juga menginternalisasi kejujuran dan etika sejak dini.

Menanamkan Semangat Melayani

Poin penting lain yang ditegaskan adalah konsep servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Seorang pemimpin di ranah publik bukan sekadar pengambil kebijakan, melainkan pelayan masyarakat yang peka terhadap kebutuhan rakyat.

Nilai-nilai luhur ini justru seringkali lebih efektif ditanamkan melalui interaksi informal yang penuh kekeluargaan seperti ini, dibandingkan hanya lewat seminar formal.

Sinergi dan Pembentukan Karakter

Secara esensial, kegiatan ini membuktikan bahwa lingkungan akademik yang ideal tidak hanya mengejar IPK, tetapi juga fokus pada kematangan etika. Sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam suasana yang setara ini memperkuat hubungan kolaboratif yang sehat.

Pada akhirnya, buka bersama ini adalah langkah kecil namun bermakna untuk mencetak generasi Ilmu Pemerintahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral.

Harapannya, semangat yang lahir dari meja makan ini dapat terus terbawa saat mereka nantinya berkiprah sebagai birokrat, akademisi, maupun pemimpin di tengah masyarakat. (*)

Ditulis oleh Dela Novera Mahasiswa Universitas Pamulang

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id