Mitigasi Dampak Judi Online di Kalangan Pelajar Melalui Literasi Digital

ZETIZENS.ID – Menghadapi ancaman judi online di kalangan siswa SMK YP Fatahillah 1 Kramatwatu memerlukan strategi yang lebih mendalam daripada sekedar pemblokiran situs.
Mengingat siswa SMK berada pada usia rentan, memiliki akses ke gawai dan dompet digital namun belum matang secara mental dan finansial, akhirnya kami selaku mahasiswa mengadakan pendekatan edukasi. Dan yang paling masuk akal sekarang ya penguatan literasi digital.
Literasi digital yang kami lakukan bukan hanya sekedar bisa canva ataupun edit video, Tapi merujuk pada pemikiran Gilster dan konsep UNESCO, yang dimana literasi digital itu soal kemampuan otak, agar siswa SMK YP Fatahillah 1 Kramatwatu tau gimana cara mencari informasi, ngulik situs benar tidaknya, dapat mengevaluasi dampaknya. Intinya, jadi pengguna internet yang bisa mikir dulu sebelum klik.
Bandar judi online itu pinter. Kelompok mereka bisa tau kelemahan dan mereka dengan mudah mempermainkan kelemahan kita. Dengan cara manfaatin buta angka. Banyak sekali siswa ataupun remaja-remaja lainnya yang tidak sadar kalau semua mesin slot udah di-setting biar bandar pasti untung.
Melalui literasi digital yang kami lakukan lewat pembelajaran matematika praktis, siswa bisa diajak menghitung sendiri expected value-nya. Setelah mereka melihat hasilnya minus terus, mereka akan sadar lalo main judi online itu sesuatu hal yang ga logis secara hitungan.
Bandar-bandar itu juga ngerti psikologi remaja. Karna kebanyakan anak umur SMK atau remaja-remaja itu lagi penasaran sama hal-hal baru atau biasa dikenala dengan (Fomo), akhirnya banyak dari mereka yang mudah termakan oleh iklan-iklan yang muncul dimedsos yang disengaja didesain biar mereka tertarik dan ketagihan.
Dan banyak juga buzzer yang berseliweran di komentar setiap postingan orang-orang di media sosial yang mempengaruhi dengan mengiming-imingkan kemenangan.
Kalau siswa dibekali literasi digital yang kuat mereka jadi tau kalo otak mereka lagi dimanipulasi. Kesadaran ini bisa bikin mereka berfikir logis dan bisa nolak judol karena pilihan sendiri, bukan karena takut dihukum guru.
Kami mahasiswa yang melakukan literasi digital ini untuk memberikan skill praktis buat jaga diri. Seperti misalnya cara bagaimana bisa cek situs resmi atau abal-abal, ngenalin modus penipuan yang berkedok game yang menarik, sampai cara ngamanin data pribadi supaya tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Jadi, Melakukan literasi digital untuk melawan judi online di SMK YP Fatahillah 1 Kramatwatu itu langkah yang strategis. Tujuannya bukan bikin siswa nurut sesaat. Tapi untuk membangun nalar yang kritis, bisa melek tentang finansial, dan membangun mental yang kuat.
Harapannya, lulusan Fatahillah 1 nanti tidak hanya ahli, tapi juga punya integritas digital. Itu merupakan bekal yang sangat penting buat lulusan SMK yang akan masuk dunia kerja dan hidup di lingkungan masyarakat. (*)
Ditulis oleh Ummu Salamah, Mutia Indah Permata Sari, Yudha Mertayasa, Muhamad Hamdani Farizi, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan S1 Kampus Universitas Pamulang PSDKU Serang Semester 3







