California Resmi Akui Idul Fitri dan Idul Adha Sebagai Hari Libur Negara Bagian

ZETIZENS.ID – Negara bagian California, Amerika Serikat, secara resmi mengakui Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur negara bagian (state holidays).
Gubernur California Gavin Newsom menandatangani Assembly Bill 2017 (AB 2017) sebagai penanda penetapan undang undang tentang ini.
Undang-undang ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keagamaan komunitas Muslim di California yang jumlahnya kini mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Rancangan ini diajukan atas inisiasi kerja sama anggota parlemen Matt Haney bersama organisasi advokasi Muslim seperti Council on American-Islamic Relations California (CAIR-CA).
Kebijakan ini memungkinkan pegawai negara bagian yang memenuhi syarat untuk menggunakan hak cuti serta memberikan kewenangan bagi sekolah negeri (K-12) dan perguruan tinggi komunitas untuk meliburkan kegiatan akademik sesuai kesepakatan lokal.
California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat setelah Washington yang memberikan pengakuan resmi terhadap dua hari raya umat Islam tersebut di tingkat negara bagian.
Tekanan Emosional
Sebelum undang-undang ini disahkan, banyak warga Muslim menghadapi tekanan emosional dan dilema profesional. Mereka kerap terpaksa memilih antara menunjukkan komitmen kerja/sekolah atau meminta izin khusus demi merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga.
Sebelum undang-undang ini disahkan, banyak warga Muslim menghadapi tekanan emosional dan dilema profesional. Mereka kerap terpaksa memilih antara menunjukkan komitmen kerja/sekolah atau meminta izin khusus demi merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga.
Pengesahan kalender sipil ini menjadi bentuk pengakuan resmi pemerintah California atas signifikansi budaya dan kontribusi besar yang diberikan oleh komunitas Muslim di negara bagian tersebut.
AB 2017 memberikan kepastian hukum bagi para pegawai negeri (state employees) yang memenuhi syarat untuk mengajukan libur.
Mereka diperbolehkan memakai hak jatah cuti tahunan, kredit hari libur personal (personal holiday credit), atau cuti berbayar (paid leave) yang sudah mereka miliki guna merayakan Idul Fitri dan Idul Adha.
Aturan ini bersifat mengikat penuh bagi instansi pemerintah negara bagian. Sektor bisnis swasta tidak diwajibkan menutup operasionalnya, dan lembaga peradilan (courts) di California tetap diharuskan beroperasi seperti biasa.
Undang-undang ini memberikan jaminan perlindungan hak bagi pelajar Muslim di sekolah negeri. Siswa yang tidak masuk sekolah saat Idul Fitri maupun Idul Adha akan mendapatkan dispensasi resmi berupa absen berizin (excused absence) tanpa dikenakan penalti akademik atau pengurangan nilai.
Lembaga pendidikan publik, mulai dari sekolah dasar hingga menengah (K-12) serta perguruan tinggi komunitas (community colleges), diberikan wewenang hukum untuk menutup total kegiatan belajar mengajar pada dua hari raya tersebut. Namun, keputusan penutupan sekolah ini tidak bersifat wajib dari pusat, melainkan diserahkan kembali kepada kebijakan otonom dan kesepakatan dewan pengawas di tingkat lokal masing-masing distrik. (Zee)







