Ed Sheeran Minta Maaf di Panggung Konser, Free Palestine

ZETIZENS.ID – Ed Sheeran meminta maaf secara terbuka di atas panggung saat konsernya di Philadelphia pada 19 September 2026 menyusul kontroversi pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian turnya di Amerika Serikat.
Ia mengakui telah membuat kesalahan dan mengambil keputusan sulit yang memicu kemarahan publik.
Kontroversi bermula ketika Macklemore dicoret dari daftar pengisi acara karena menyerukan “Free Palestine” di atas panggung.
Keputusan ini membuat sejumlah musisi pendukung lain seperti Lukas Graham dan Finneas ikut mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas.
Ed Sheeran menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa yang mengerikan, namun ia juga menilai perang dan krisis kemanusiaan yang dilakukan Israel di Gaza sebagai sesuatu yang “tidak dapat dibenarkan”, katastrofis, serta tidak proporsional.
Buntut dari didepaknya Macklemore dari Loop Tour memicu gelombang boikot besar-besaran dan krisis karier bagi Ed Sheeran di Amerika Serikat.
Protes
Sebagai bentuk protes atas pembungkaman hak bersuara Macklemore, empat musisi pendukung utama langsung menyatakan mundur dari rangkaian tur Ed Sheeran yakni Finneas (produser sekaligus kakak Billie Eilish), yang menegaskan bahwa seniman tidak boleh dibungkam saat membela kaum tertindas.
Selain itu ada Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga.
Macklemore tidak tinggal diam setelah dicoret akibat membawakan lagu protesnya “Hind’s Hall”. Ia justru langsung mengumumkan tur amalnya sendiri bertajuk Free Palestine Tour yang digelar mulai 26 Oktober 2026 di Dublin, Paris, dan London.
Seluruh tiket di arena besar seperti OVO Arena Wembley langsung ludes terjual seketika.
Macklemore mendonasikan seluruh keuntungan bersihnya untuk lembaga kemanusiaan Palestina seperti PCRF dan UNRWA USA.
Ia juga menyentil para miliarder pemilik venue yang mendepaknya agar ikut menyamakan donasi tersebut.
Tekanan publik yang masif membuat Ed Sheeran terpaksa mengubah format konsernya di Philadelphia. Ia memutuskan untuk membatalkan penggunaan B-stage, panggung kecil di tengah penonton karena merasa cemas dan khawatir akan reaksi atau konfrontasi langsung dari penonton akibat kontroversi ini.
Isi Pidato
Kontroversi bermula dalam konser Loop Tour di New Jersey pada 4 September 2026. Sebelum membawakan lagu protesnya yang berjudul “Hind’s Hall”, Macklemore menyampaikan pesan berikut langsung dari atas panggung:
“Orang-orang di Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kita tidak melupakan mereka. Saya menyerukan Free Palestine (Bebaskan Palestina). Saya menyerukan Free Lebanon (Bebaskan Lebanon). Bebaskan Kuba, Kongo, Sudan, hingga Iran.”
Pada malam kedua konsernya, meskipun telah diperingatkan oleh promotor akibat tekanan dari pemilik stadion miliarder Robert Kraft, Macklemore tetap menyuarakan dukungannya. Ia bahkan menegaskan posisinya kepada penonton Yahudi yang hadir:
“Mengkritik Israel, mengkritik apartheid, dan menolak genosida sama sekali bukan bentuk kritik terhadap kalian (umat Yahudi). Saya hanya ingin orang-orang di Gaza dan Tepi Barat tahu bahwa mereka tidak dilupakan.” [
Setelah didepak dari rangkaian tur Ed Sheeran oleh promotor Messina Touring Group demi menghindari boikot stadion, Macklemore langsung mengumumkan tur amalnya sendiri bertajuk “Free Palestine Tour”.
Tiket untuk tiga kota pertama di Eropa resmi dijual dan langsung habis terjual seketika (sold out) pada Rabu, 30 September 2026. Macklemore mengaku sangat terharu dengan respons masif para penggemar.
Seluruh keuntungan bersih dari penjualan tiket ini akan disalurkan ke 12 lembaga kemanusiaan Palestina, termasuk Palestine Children’s Relief Fund (PCRF), UNRWA USA, Gaza Soup Kitchen, dan Medical Aid for Palestinians.
Konser ini mengusung konsep “Macklemore and Friends”. Rapper tersebut menyatakan sedang menghubungi para musisi dunia yang berani menyuarakan solidaritas Palestina untuk ikut tampil bersamanya di atas panggung. (Zee)







