Khazanah

Ustadz Hammad Rosyadi, Lc., Hafizh dan Dai dengan Konten Dakwah Edukatif

ZETIZENS.ID – Ini loh Ustadz Hammad Rosyadi, Lc. seorang da’i, konselor sosial keluarga tersertifikasi, hafizh Al-Qur’an, dan penulis asal Indonesia.

Beliau dikenal luas di media sosial melalui konten-konten dakwah edukatif yang berfokus pada pembahasan makna kehidupan, pernikahan, serta hubungan asmara islami.

Beliau merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dengan fokus studi di jurusan Akidah dan Filsafat.

Menjadi seorang hafizh Al-Qur’an sejak usia 14 tahun dan memegang tiga sanad qira’at dari jalur periwayatan yang tepercaya. Beliau juga aktif mengisi kajian rutin tafsir Al-Qur’an.

Beliau merupakan pendiri sekaligus kontributor platform @cintadalamangka di Instagram, sebuah wadah edukasi pra-nikah dan hubungan yang berbasis data serta nilai Islam.

Lewat akun Instagram pribadinya, @hammadrosyadi, beliau aktif membagikan konten bertema cinta dan pencarian makna hidup.

Selain aktif berceramah dan menjadi pemateri kajian, beliau juga dikenal sebagai penulis buku-buku islami populer.

Pendekatan yang Unik

Ustadz Hammad Rosyadi terkenal karena pendekatan dakwahnya yang unik, modern, dan sangat relevan dengan keresahan anak muda yakni Gen Z dan Milenial.

Beliau berhasil mengemas topik-topik berat seperti filsafat, takdir, dan hukum Islam menjadi obrolan yang ringan, puitis, dan menyentuh hati.

Melalui platform edukasi pra-nikah yang didirikannya, @cintadalamangka, beliau membagikan konten viral yang membahas seputar asmara, pernikahan, dan kesiapan mental dari sudut pandang Islam yang dikombinasikan dengan data.

Hal ini sangat digemari oleh anak muda yang sedang mempersiapkan pernikahan.

Lewat akun Instagram pribadinya, beliau sering membagikan caption mendalam, refleksi kehidupan, serta potongan video kajian yang menggunakan analogi sederhana. Gaya bahasanya tidak menghakimi, melainkan bersifat membimbing.

Popularitasnya didukung oleh latar belakangnya yang kuat sebagai lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, serta statusnya sebagai seorang hafizh Al-Qur’an sejak usia 14 tahun yang memiliki sanad resmi. Ini membuat jemaah merasa tenang dan percaya dengan ilmu yang disampaikannya.

Beliau aktif mengisi kajian di berbagai masjid besar dan kampus dengan tema-tema yang dekat dengan masalah emosional anak muda, seperti “Haruskah Menyerah atau Berserah”, kegagalan hidup, menyikapi ekspektasi orang tua, hingga kecemasan masa depan. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id