Schneider Electric Selesaikan Program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025, Buka Jalan ke Tahap Berikutnya

ZETIZENS.ID – Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, mempublikasikan hasil kinerja non-finansial (extra-financial) tahun 2025, yang menandai berakhirnya program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025.
Selama lima tahun terakhir, Schneider Electric mencatat kemajuan terukur pada aspek iklim, sosial, dan tata kelola, sekaligus mendukung pelanggan, mitra, dan komunitas dalam transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Pada akhir kuartal IV 2025, program SSI mencapai skor keseluruhan 8,86 dari 10, yang mencerminkan skala transformasi berkelanjutan yang dijalankan di seluruh organisasi dan rantai nilai dalam lima tahun terakhir.
Capaian ini menegaskan bagaimana Schneider Electric menerjemahkan ambisi jangka panjang menjadi hasil yang nyata, baik di tingkat global maupun lokal.
“Penyelesaian program Schneider Sustainability Impact 2021–2025 merupakan perjalanan transformasi yang kami rasakan secara nyata di Indonesia,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste.
“Selama beberapa tahun terakhir, kami terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inovasi teknologi, kolaborasi dengan pemerintah dan mitra industri, serta penguatan rantai pasok yang bertanggung jawab. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar komitmen global, tetapi strategi bisnis yang mendorong kinerja, meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Schneider Electric memainkan peran penting dalam membantu pelanggan mengurangi jejak lingkungan melalui produk dan solusinya.
Hingga akhir 2025, Schneider Electric telah membantu pelanggan menghemat dan menghindari 862 juta ton emisi CO, melampaui target awal sebesar 800 juta ton CO.
Selain itu, melalui inisiatif Zero Carbon Project, Schneider Electric juga berhasil memobilisasi rantai pasoknya untuk mengambil langkah nyata menuju dekarbonisasi. Dengan melibatkan 1.000 pemasok strategis teratas, perusahaan telah berkontribusi terhadap penurunan 56% emisi CO operasional pemasok.
Schneider Electric juga terus mendorong terciptanya kondisi kerja yang adil dan aman di seluruh ekosistem pemasoknya. Hingga 2025, 98% pemasok strategis telah memenuhi persyaratan Decent Work yang ditetapkan perusahaan, memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang etis, serta kesejahteraan karyawan di sepanjang rantai nilainya.
Sejalan dengan misinya untuk mendorong kemajuan bagi semua, Schneider Electric terus berkontribusi pada transisi energi yang adil dan inklusif, memungkinkan para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari kemajuan berkelanjutan.
Melalui inisiatif Access to Energy yang diluncurkan pada 2009, perusahaan telah memperluas akses terhadap energi bersih, andal, dan terjangkau bagi komunitas yang kurang terlayani, menjangkau lebih dari 61 juta orang di seluruh dunia hingga akhir 2025—melampaui target awal sebesar 50 juta penerima manfaat.
Pada saat yang sama, Schneider Electric berinvestasi dalam peningkatan keterampilan dan pendidikan generasi muda guna mendukung inklusi jangka panjang.
Sejak 2009, lebih dari satu juta orang telah mendapatkan pelatihan di bidang manajemen energi, membekali individu dengan kompetensi yang diperlukan untuk membangun komunitas yang tangguh dan mendukung transisi energi global.
Sejak 2021, lebih dari 500 inisiatif keberlanjutan lokal telah dijalankan di berbagai negara tempat Schneider Electric beroperasi, menunjukkan kontribusi nyata perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi komunitas setempat.
“Rampungnya SSI 2021–2025 adalah tonggak penting bagi kami, namun ini bukanlah garis akhir,” ujar Donald Situmorang, Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric.
“Fondasi yang telah kami bangun—mulai dari kemitraan dengan pemangku kepentingan, hingga inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan talenta—menjadi modal utama untuk melangkah menuju 2030. Ke depan, kami akan terus memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung agenda transisi energi nasional, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memastikan bahwa transformasi energi dan digital dapat memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua,” ungkapnya.
Selain capaian tersebut, pendekatan keberlanjutan Schneider Electric juga mendapatkan pengakuan dari berbagai pemeringkatan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) terkemuka, termasuk perolehan medali Platinum EcoVadis, masuk dalam CDP Climate Change A List, serta meraih peringkat pertama dalam Social Benchmark dan ketiga dalam Gender Benchmark pada penilaian terbaru World Benchmarking Alliance (WBA), dan berbagai pengakuan lainnya. (Zee)







