Nusantara

Sinar Matahari Pagi: Sebuah Album Spiritual oleh Omenarie

ZETIZENS.ID – Omenarie resmi merilis album perdana berjudul Sinar Matahari Pagi. Album ini diluncurkan secara serentak di berbagai gerai digital pada tanggal 15 Juni 2026.

“Aku gak berani ngomong banyak soal karya ini,” kata Arie Wahyudi Prasetya,
nama di balik proyek solo “Omenarie”.

Kebetulan, dia juga merupakan vokalis
dari unit audiovisual asal Malang, Monohero.
“Yang kutahu, ini adalah sebuah album dari seorang ‘pendosa’; seseorang yang
ruwet, ribet, penuh dosa, dan sering lupa Tuhan, namun selalu diizinkan
melahirkan keteduhan. Setidaknya, keteduhan bagi diriku sendiri,” tambahnya.

Omen—sapaan akrabnya—merancang alur album ini secara sinematik dengan
membelah waktu untuk merespons transisi psikologis manusia. Mulai dari riuhnya
tuntutan dunia luar, pekatnya suara-suara di kepala saat tengah malam, hingga
bermuara pada kepasrahan absolut dalam menyambut fajar esok hari yang entah
akan jadi apa nantinya.

Tak berjalan sendiri, ia melibatkan Gaharaiden Soetansyah, Santoso Febri Nugroho, Budianto Chandra dan sang istri Desi Dwi Lestari sebagai kolaborator utama album ini. Sebagian nomor di dalam album ditulis penuh oleh Omen, sementara beberapa trek lainnya dieksekusi secara kolektif. Ahmad Aji Pratomo, misalnya, turut
membantu meramu lirik untuk lagu “Dan”.

Yang menarik, ada rekam jejak sejarah masa lalu dan jembatan literasi yang ikut
dibawa ke dalam album ini.

“Hujan” & “Tanah”: Dua nomor warisan lama yang lahir dari band masa
kuliah Omen, Harmoniora. Lirik “Hujan” digubah secara kolektif oleh Omen
dan Ahmad Ribhi, sedangkan “Tanah” ditulis oleh Triwida Wulandari.

Proses rekamannya sendiri digarap lintas kota, membelah ruang antara Soeara
Studio Jakarta and Brownsugar Production, Surabaya-Malang.

Beralih ke aspek visual, perupa asal Surakarta, @maritimagraria merancang artwork album ini. Merespons lagu-lagu Omen, Ia pun menampilkan perpaduan warna cokelat bumi organik di atas latar biru semen dingin yang melambangkan tiga
elemen sakral kehidupan.

“Aku mengumpamakan musik sebagai ruang aman (safe space). Bagiku, ia
adalah ruang tamu rumah di malam hari. Tempat kita bebas mengakui bahwa
kita rapuh dan lumpuh, namun juga percaya bahwa hari baik ‘kan selalu ada
seiring fajar menjelang,” pungkas Omen.

Sinar Matahari Pagi sudah bisa anda dengarkan di berbagai gerai digital. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id