Album 30 dari Peni, Berisi 10 Lagu

ZETIZENS.ID – Unit alternative rock/power pop asal Malang, Peni, akhirnya merilis perjalanan musik mereka selama satu tahun ini dalam sebuah album berjudul 30.
Berisikan sepuluh lagu yang rilis via label Haum Entertainment. Rilisan ini menjadi ungkapan terjujur Peni dari gejolak perasaan, keresahan pribadi terdalam hingga refleksi sosial yang selama ini mereka rasakan sejak kemunculannya di skena independen pada Januari 2025.
Peni sendiri merupakan band dengan formasi Ken baruna (gitar vokal), Gilang Domisilafa (gitar), Ardian Bagus “aka” Susu (bass), Aldian Ibanez “aka” Dibot (drum).
Dalam pendekatan musikalnya, Peni banyak mengambil pengaruh dari spektrum power pop dan alternative rock 90-an Amerika Serikat. Tapi belakangan, mereka kembali ke akar mereka di pop 90-2000an Indonesia.
Hanya dalam waktu setahun Peni menunjukkan produktivitas tinggi dengan merilis beberapa single seperti “Allegori”, “Gejolak Asmara Masa Muda”, dan “Kota”, yang masing-masing menawarkan sudut pandang berbeda tentang pengalaman personal, mulai dari puisi yang dialihwahanakan menjadi lagu, romansa obsesif masa muda, hingga rasa terasing dalam kehidupan urban.
Rilisan ini dibuka dengan “Allegori”, adaptasi puisi Randy Levin Virgiawan yang menandai arah lirik puitis nan getir Peni, lalu berlanjut ke “Jakarta” dan “Sama” yang merekam kegelisahan sosial, serta “30” dan “Tidur” yang mengulas refleksi personal tentang penyesalan dan tekanan hidup.
Nuansa pop hadir lewat “Gejolak Asmara Masa Muda” dan “Pesta”, sementara “Kota” menyoroti patah hati akibat kompleksitas urban, sebelum ditutup “Tentang Kepergian”, nomor intim bernuansa minimalis-akustik tentang kehilangan dan ingatan sebagai penyeimbang emosi rilisan.
Seluruh materi dalam rilisan ini diproduseri oleh Ken Baruna, direkam di Rama Studio, serta melalui proses mixing dan mastering oleh Rama Satria M.
Secara keseluruhan, rilisan ini tidak hanya menjadi kompilasi lagu, tetapi juga arsip emosional dari fase awal Peni sebagai band yaitu sebuah potret tentang bagaimana individu menghadapi dunia yang bising, hubungan interpersonal yang rapuh, dan waktu yang terus berjalan.
Dengan rilisan ini, Peni menegaskan posisinya sebagai salah satu unit muda dari Malang yang patut diperhitungkan tidak hanya karena produktivitasnya, tetapi juga karena keberanian mereka dalam menyajikan kejujuran lirik dengan pendekatan musikal yang akrab sekaligus tetap relevan.
Untuk rencana selanjutnya setelah album ini rilis, band ini mengaku tidak ada agenda terdekat untuk aktivasi. Bahkan kembali menjalani kehidupan dan bekerja serta lanjut kembali ke studio untuk album ke-2.
Dengarkan dan beli versi digital album ini melalui Bandcamp Haum. (Zee)







