Project Hail Mary, Terbangun dari Koma dengan Amnesia di Pesawat Luar Angkasa

ZETIZENS.ID – Ada film sains fiksi seru yang bisa banget kamu tonton. Judulnya Project Hail Mary (2026).
Ini adalah film fiksi ilmiah yang diadaptasi dari novel karya Andy Weir, dibintangi Ryan Gosling. Kisahnya berpusat pada Ryland Grace, guru sains dan ahli biologi yang terbangun dari koma dengan amnesia di pesawat luar angkasa,
menyadari ia adalah satu-satunya kru yang selamat dalam misi bunuh diri untuk menyelamatkan Bumi dari mikroorganisme parasit yang meredupkan Matahari.
Jadi, Ryland Grace terbangun sendirian, jutaan mil dari Bumi, dan menyadari bahwa ia ditugaskan untuk memecahkan teka-teki zat misterius bernama Astrophage yang menyerap energi Matahari.
Pesawat Hail Mary hanya membawa bahan bakar satu arah, membuat misi ini berisiko sangat tinggi.
Narasi berjalan non-linear, perlahan mengungkap ingatan Grace dan bagaimana ia menjadi satu-satunya yang selamat.
Grace harus bekerja sama dengan makhluk luar angkasa bernama Rocky untuk menyelesaikan misi tersebut.
Film ini disutradarai oleh Phil Lord dan Christopher Miller dan disorot karena menyajikan kisah sains yang intens namun menyentuh.
Perjalanan Luar Angkasa
Laman CNN Indonesia membahas, Project Hail Mary tidak semegah Interstellar (2014), tapi film yang juga mengisahkan perjalanan manusia ke sisi jauh luar angkasa untuk menyelamatkan umat manusia ini layak dapat perhatian yang sama.
Tidak banyak film fiksi ilmiah yang mampu memberikan sajian yang komplet dari aspek alur cerita, narasi ilmiah, emosi, visual termasuk efek yang terbungkus mantap dalam satu paket. Project Hail Mary menyanggupinya.
Naskah yang dibuat Drew Goddard kedua kalinya dari novel Andy Weir ini jauh lebih baik dibanding usaha pertamanya dalam The Martian (2015).
Goddard jelas belajar banyak bagaimana membawa cerita Weir ke dalam bentuk naskah film.
Hanya 15 menit lebih panjang dibanding The Martian (2015), dengan sama-sama berkutat pada perjuangan seorang diri di tengah antah-berantah, Project Hail Mary jelas memiliki lebih banyak keunggulan dibanding proyek sedekade lalu itu.
Kalau ditimbang dari bobot keilmiahan kisah fiksi ilmiah antariksa, Project Hail Mary mungkin sebatas buku pendukung materi perkuliahan. Namun biasanya justru buku pendukung punya isi yang lebih bikin betah untuk dilahap dibanding buku utama.
Mengingat sebagian narasi ilmiah yang ada dalam film ini adalah fiksi, memang menjadi goncangan kecil tersendiri dalam memahami Project Hail Mary dari sudut pandang mereka yang akrab dengan sains antariksa dan biologi.
Namun Andy Weir yang berlatar belakang fisikawan ini memang sudah menyusun logika ilmiah dan cerita fiksi yang kadung bagus dalam versi novelnya, menantang otak untuk waspada agar tidak jatuh dalam fantasi menyesatkan.
Di sisi lain, Goddard secara perlahan tapi pasti membantu penonton untuk memahami situasi cerita Project Hail Mary secara utuh meski dengan menggunakan potongan-potongan cerita secara maju-mundur. Lengkap dengan pemahaman secara ilmiahnya.
Beruntungnya, Phil Lord dan Christopher Miller selaku sutradara bisa mengemudikan naskah tersebut dengan mulus tanpa harus membuat penonton merasakan turbulensi alur cerita.
Memang ada beberapa adegan yang mengusik logika dalam film ini dan lolos dari pengawasan Lord dan Miller. Namun mengingat bagaimana keduanya membungkus Project Hail Mary secara keseluruhan, rasanya itu bisa dimaafkan.
Penasaran sama film ini, Zet? (Zee)







