Bawa Teknologi dari Norwegia: Yuk Mengenal Pabrik Baru Jotun di Indonesia yang Serba Otomatis
JOTUN merayakan 100 tahun rekam jejak globalnya, di mana pabrik baru diluncurkan bersama adopsi teknologi dari negara asalnya.

ZETIZENS.ID – Siapa yang nggak kenal dengan logo pinguin yang ikonik di sebuah produk cat legendaris, Jotun? Yap, di balik simbol hewan kutub yang melambangkan loyalitas, kepedulian, rasa hormat, dan keberanian (boldness) tersebut, Jotun baru saja mengukir sejarah baru di Indonesia.
Bermula pada tahun 1926 di sebuah kota kecil bernama Sandefjord, Norwegia, Jotun mengawali perjalanannya dari bisnis cat kapal. Kini, produsen cat tersebut merayakan 100 tahun rekam jejak globalnya, di mana Jotun memperkuat cakarnya di tanah air melalui investasi jumbo senilai Rp 1 triliun untuk pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di Cikarang, Jawa Barat.
“Full Mesin”
Salah satu daya tarik utama dari pabrik baru ini adalah teknologinya. Mengadopsi standar paling modern langsung dari Norwegia, proses pembuatan cat di sini sudah menggunakan sistem full automation.
Artinya, hampir tidak ada sentuhan tangan manusia dalam proses produksinya. Mulai dari pencampuran bahan cat hingga pengemasan, semuanya dikendalikan oleh mesin yang terintegrasi secara cerdas.
“Kami memastikan kualitas produk dan meminimalisir human error, sehingga produknya sesuai standard yang sudah ditentukan, takaran dan presisi terjaga,” ujar Arun Kumar, President Director Jotun Indonesia saat acara peluncuran, Rabu (15/6/2026) lalu.
Pabrik baru Jotun juga, lanjutnya memastikan setiap kaleng cat yang ada di pasar telah memiliki standar yang sama persis dengan spesifikasi global. Pabrik baru ini pun diklaim mampu memproduksi hingga 100 juta liter cat per tahun!
Lebih Sehat dengan Cat Berbasis Air
Fokus utama pabrik baru Jotun ini adalah memproduksi cat dekoratif, baik untuk interior maupun eksterior. Sejalan dengan tren hunian modern yang lebih berkelanjutan, Jotun menghadirkan solusi cat berbasis air yang rendah VOC (Volatile Organic Compounds).
Hasilnya, hunian dengan cat Jotun bukan hanya akan indah dipandang, tapi juga lebih sehat bagi keluarga karena minim polusi udara dalam ruang.
“Dengan dukungan standar global Jotun, kami memastikan setiap produk yang dihasilkan tetap konsisten secara kualitas, sekaligus mampu menjawab kebutuhan spesifik pasar lokal. Fokus kami pada produk berbasis air (water-based) juga menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan solusi yang selaras dengan tren hunian yang lebih modern dan berkelanjutan,” tambah Husodo Hoe, Head of Marketing Jotun Indonesia di acara yang sama.
Tahukah Kamu? Dari 100 lebih negara tempat Jotun beroperasi, Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar kontributor terbesar di dunia. Hal inilah yang membuat Indonesia menjadi pasar strategis bagi Jotun.
”Investasi ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus komitmen untuk menghadirkan kualitas global Jotun lebih dekat kepada konsumen,” ujar Arun Kumar lagi.
Ramah Lingkungan: Dari Panel Surya hingga Olah Limbah
Nggak cuma soal kecanggihan mesin, pabrik baru di Cikarang ini juga mengamalkan pabrik “hijau”. Listriknya sebagian didukung oleh panel surya, dan limbah air produksinya diolah kembali menggunakan teknologi Formeco agar bisa digunakan lagi dalam proses operasional.
Lewat pabrik baru ini, Jotun tidak hanya menjual warna, tapi juga membawa teknologi masa depan Norwegia untuk mempercantik dan melindungi bangunan-bangunan di Indonesia. (*)







