Oto

Toprak Raja Stoppie Makan Ketoprak di Lombok

ZETIZENS.ID – Toprak Razgatlıoğlu dijuluki sebagai “Raja Stoppie” (Stoppie King) di dunia balap motor karena keahlian luar biasanya dalam melakukan trik mengangkat roda belakang.

Pembalap asal Turki yang memenangkan tiga gelar juara dunia WorldSBK ini dikenal memiliki teknik pengereman depan yang sangat agresif dan presisi.

Toprak sudah mulai belajar dan melakukan aksi stoppie sejak usianya baru 8 tahun. Bakat akrobatik ini diturunkan dari mendiang ayahnya, Arif Razgatlıoğlu, yang merupakan seorang stuntman motor terkenal di Turki.

Di ajang WorldSBK, selebrasi stoppie ekstremnya setelah melewati garis finis sempat dilarang dan membuatnya harus membayar denda sebesar €250 (sekitar Rp4 juta lebih) setiap kali ia melakukannya. Namun, denda tersebut tidak menghentikan aksinya yang menghibur para penggemar.

Setelah resmi pindah ke kelas premier MotoGP pada musim 2026 bersama tim Prima Pramac Yamaha, Toprak menyatakan bahwa ia akan menahan diri untuk tidak sering memamerkan tradisi akrobatnya.

Sebagai pembalap rookie, ia memilih fokus beradaptasi dengan motor barunya dan baru akan melakukan stoppie jika berhasil naik ke podium.

Teknik Pengereman

Menurut data resmi dari pemasok rem Brembo, aksi stoppie ikonik Toprak saat memasuki pit lane atau selebrasi bukanlah sekadar gaya-gayaan, melainkan bukti kontrol jari yang luar biasa:

Fase Tekanan Awal (12–14 Bar): Toprak biasanya masuk dengan kecepatan sekitar 80 km/jam pada gigi 2. Ia langsung menarik tuas rem depan dengan tekanan sangat kuat sebesar 12 hingga 14 bar hanya menggunakan satu jari untuk memaksa ban belakang terangkat ke udara.

Fase Keseimbangan (2–3 Bar): Begitu roda belakang melayang, ia secara instan mengurangi tekanan rem depan menjadi hanya 2 sampai 3 bar. Di sinilah keseimbangan magisnya diuji agar motor tetap melaju stabil di atas satu roda tanpa terjungkir.

Cara Pendaratan: Untuk menurunkan kembali ban belakang secara mulus, Toprak akan menurunkan persneling ke gigi 1 lalu sedikit menginjak pedal rem belakang.

Gaya Late Braking di Lintasan: Di dalam balapan, gaya pengereman satu jari ini ia gunakan untuk menikung secara ekstrem (late braking). Saat pembalap lain sudah mulai melepas rem, Toprak justru mengerem lebih keras di tengah-tengah tikungan (trail braking) sambil mengandalkan engine brake yang kuat karena ban belakangnya sering kali terangkat dari aspal.

MotoGP 2026

Memasuki pertengahan hingga akhir musim MotoGP 2026, perjalanan Toprak sebagai rookie di tim Prima Pramac Yamaha menyajikan banyak dinamika besar.

Berbeda dengan motor WorldSBK, teknik rem satu jari andalan Toprak justru sempat menjadi tantangan di MotoGP. Tekanan pengereman ekstrem dari kecepatan 300 km/jam ke atas sempat membuat sasis motor MotoGP Yamaha kurang stabil karena mengacaukan sistem aerodinamika otomatis (ride-height device).

Pada gelaran Pertamina MotoGP Mandalika pada Oktober 2026, Toprak kembali menyapa penggemar tanah air dengan aksi-aksi lokalnya yang ramah, mulai dari menjajal bensin eceran hingga menaiki wahana mainan anak-anak di bandara.

Sayangnya, nasib kurang beruntung menimpanya di sirkuit. Toprak mengalami dislokasi bahu kanan akibat insiden sebelum balapan utama.

Meski menunjukkan jiwa petarung dengan tetap memaksakan diri ikut race, ia akhirnya terpaksa menyerah dan gagal finis karena bahunya kehilangan kekuatan di tengah balapan.

Akibat cedera dan masa adaptasinya sebagai pembalap debutan, Toprak saat ini berada di peringkat bawah klasemen dengan 18 poin, sementara persaingan gelar juara dunia 2026 dipimpin ketat oleh Jorge Martin dan Marc Marquez.

Malam Ketoprak

Momen “Toprak makan ketoprak” benar-benar menjadi kenyataan yang kocak! Lelucon internet yang sudah bertahun-tahun dibahas netizen Indonesia akhirnya terwujud secara resmi menjelang balapan Pertamina MotoGP Mandalika pada awal Oktober 2026.

Candaan “My Name is Toprak Eating Ketoprak” sangat viral. Momen ini terjadi dalam acara meet and greet resmi di SMAN 3 Mataram, Lombok.

Sebelum menyuap makanan tersebut ke mulutnya, Toprak sempat bercanda di depan kamera sambil berkata, “My name is Toprak, eating ketoprak!” yang langsung memicu tawa riuh para siswa dan kru tim.

Pembalap asal Turki ini mengaku terkejut dan heran karena baru tahu kalau di Indonesia ada makanan tradisional yang namanya sama persis dengan nama panggilannya.

“Sungguh mengejutkan rasanya unik sekali dan saya baru tahu ada makanan yang namanya sama persis dengan nama saya,” ungkapnya.

Setelah mencicipi kombinasi ketupat, tahu, bihun, dan siraman bumbu kacang tersebut, Toprak langsung mengacungkan jempol dan memuji rasanya. Ia mengaku sangat menyukai cita rasa kuliner khas Indonesia tersebut.

Momen ini sukses membuat suasana menjelang balapan di Sirkuit Mandalika menjadi sangat lokal, santai, dan menghibur bagi para penggemar otomotif di tanah air. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id