Edu

Mahasiswa PLP Kelompok 4 UIN Banten Gelar Self Awareness Campaign, Ajak Siswa Asrama Berani Bermimpi Besar dan Tidak Menyerah pada Keadaan

ZETIZENS.ID – “Hidup dengan keterbatasan atau pernah dirundung karena hal yang dijalani bukan berarti kesempatan untuk menjadi hebat tertutup.” Pesan tersebut digaungkan dalam kegiatan Self Awareness Campaign yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 4 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Aula Asrama 2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilegon pada Sabtu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Kegiatan ini menghadirkan Erlan Zaenal Fitri Halim, Pembina Generasi Berencana (GenRe) Kota Cilegon sekaligus motivator. Ia membawakan materi bertajuk “I’m the Winner”, sebuah ajakan agar setiap peserta berani memosisikan diri sebagai pemenang atas hidupnya sendiri.

Acara dibuka oleh Pembina Asrama MAN 2 Cilegon, Aan Musthofiah, S.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesediaan pemateri meluangkan waktu untuk hadir di tengah kesibukannya. Ia juga meminta seluruh siswa asrama menyimak materi dengan saksama.

Memasuki materi inti, Erlan membagikan sejumlah bekal untuk meraih keberhasilan. Dua di antaranya adalah melakukan sesuatu dengan fokus, yaitu menuntaskan satu pekerjaan sebelum beralih ke pekerjaan lain, daripada mengerjakan banyak hal sekaligus tanpa hasil yang maksimal, serta berani bermimpi besar (dare to dream big) tanpa membiarkan keadaan membatasi besarnya mimpi yang ingin diraih.

Menurut Erlan, siapa pun yang ingin hebat harus berhenti membuat dalih setiap kali menemui hambatan. Untuk menguatkan pesan itu, ia mengangkat beberapa kisah inspiratif, salah satunya Thomas Alva Edison, tokoh yang disebutnya hidup dengan gangguan pendengaran dan dikenal melewati ribuan percobaan gagal sebelum akhirnya berhasil. Dari kisah tersebut, Erlan menyentil peserta yang baru gagal lima kali sudah memilih menyerah.

Erlan juga mengajak peserta berdamai dengan masa lalu agar tidak terus terbebani oleh kegagalan atau pengalaman pahit yang sudah berlalu. Pesannya singkat, tetapi lugas: “yang selesai biarlah selesai”.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas interaktif. Peserta diajak mengikuti senam otak (senam otak kanan) untuk menyegarkan pikiran, lalu mencoba permainan memori dan konsentrasi yang menguji fokus. Ada pula permainan untuk menguji kekompakan (chemistry) antarteman sekamar serta sesi challenge questions bertema “Di Sekitarku”.

Lewat perpaduan pesan motivasi, games, dan ice breaker ini, peserta diharapkan semakin mengenal potensi dan karakter dirinya, lebih percaya diri dalam menetapkan mimpi, serta lebih tangguh menghadapi tantangan. Dari sinilah kesadaran diri menjadi langkah awal untuk menyongsong masa depan. (Farras Gunawan)

Tulisan Terkait

zetizens.id