Edu

Dari Sekam Menjadi Sumber Energi, KKN Nusantara Kelompok 8 Gelar Sosialisasi Pembuatan Briket

ZETIZENS.ID — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Kelompok 8 melalui bidang ekonomi melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan briket dari sekam padi pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Posyandu Desa Cisimeut Raya tersebut menyasar ibu-ibu PKK dan kelompok tani sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang ekonomi KKN Nusantara Kelompok 8 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan potensi dan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sekam padi yang selama ini sering dianggap sebagai limbah hasil penggilingan padi dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif berupa briket.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai cara mengolah sekam padi menjadi bahan bakar pengganti arang.

Selain mengurangi jumlah limbah pertanian, pemanfaatan sekam padi diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih bermanfaat dan berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, khususnya para petani.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh anggota KKN Nusantara Kelompok 8. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian briket, potensi sekam padi sebagai bahan baku, manfaat penggunaan briket, serta tahapan umum dalam proses pembuatannya.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar peserta dapat memahami bahwa limbah pertanian tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat.

Ibnu Jarir selaku Ketua KKN Nusantara Kelompok 8 menambahkan pada saat sambutannya bahwa pemanfaatan sekam padi dipilih karena ketersediaannya yang cukup melimpah di Desa Cisimeut Raya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengolah limbah pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Sekam padi di Desa Cisimeut Raya cukup melimpah, sehingga kami melihat ini sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya, sekam yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi briket yang memiliki nilai guna dan berpotensi membantu perekonomian warga, khususnya para petani. Sebagai KKN Nusantara, kami ingin program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ibnu Jarir.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai proses pembuatan maupun pemanfaatan briket dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang diajukan, terutama terkait cara pengolahan sekam padi agar dapat menghasilkan briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.

Setelah sesi diskusi selesai, peserta kemudian mengikuti praktik langsung pembuatan briket. Anggota KKN Nusantara Kelompok 8 memberikan contoh tahapan pembuatan secara langsung, mulai dari proses pengolahan bahan hingga pembentukan briket.

Peserta turut terlibat dalam praktik sehingga tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga pengalaman dalam mengolah sekam padi menjadi produk yang siap dimanfaatkan.

Ira selaku Ketua PKK sekaligus Ibu Lurah Desa Cisimeut Raya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi pembuatan briket dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi para petani yang memiliki akses terhadap limbah sekam padi.

“Kegiatan pembuatan briket sangat bermanfaat untuk petani dalam memanfaatkan sampah organik menjadi barang bernilai guna,” ujar Ira.

Hal senada disampaikan oleh Dedi, Ketua RT 1 RW 2 Kampung Cikeked. Ia menilai program tersebut memiliki peluang untuk diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya kelompok tani.

Pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket tidak hanya memberikan manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi apabila dikelola secara konsisten.

“Program ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani, sehingga dapat menciptakan sirkulasi ekonomi yang baik,” ungkap Pak Dedi.

Melalui kegiatan ini, KKN Nusantara Kelompok 8 berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat setelah kegiatan sosialisasi berakhir.

Pengolahan sekam padi menjadi briket diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kebiasaan produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.

Pada akhirnya, sosialisasi pembuatan briket dari sekam padi menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah pertanian.

Dengan mengubah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif, masyarakat dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa melalui pengetahuan, keterampilan, dan pengelolaan yang berkelanjutan, limbah pertanian dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi desa. (Zee) 

Tulisan Terkait

zetizens.id