Edu

Wujudkan Generasi Sehat, Kelompok 19 KKM Untirta Gelar GENTUM di Desa Lamaran

ZETIZENS.ID — Kelompok 19 KKM Tematik Reguler Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan kegiatan GENTUM (Generasi Tumbuh) dengan mengusung tema “Bersama Cegah Stunting melalui Pemantauan Tumbuh Kembang dan Peningkatan Gizi Keluarga” pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Lamaran, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi keluarga, serta pencegahan berbagai penyakit yang dapat memengaruhi kualitas kesehatan masyarakat.

GENTUM dirancang sebagai ruang edukasi dan pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan tenaga kesehatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Lamaran (Bapak Bakri), Sekretaris Desa (Kang Dedi) para RT/RW setempat, kelompok ibu-ibu, perwakilan TNI Angkatan Udara, serta petugas kesehatan yang didatangkan dari Puskesmas Kecamatan Binuang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan dan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, tenaga kesehatan, serta mahasiswa dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sadar terhadap kesehatan keluarga.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai stunting dan pentingnya pemenuhan gizi yang disampaikan oleh Sulistiani, S.Gz., RD.

Materi tersebut menekankan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak periode awal kehidupan serta peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Materi presentasi yang digunakan dalam kegiatan secara khusus mengangkat topik pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain materi mengenai stunting, kegiatan GENTUM juga menghadirkan H. Abdul Rosid, S.Kep. yang memberikan edukasi mengenai Tuberkulosis (TBC).

Peserta diberikan pemahaman mengenai TBC sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, gejala yang perlu diwaspadai, cara penularan, pemeriksaan, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Edukasi mengenai TBC juga menekankan pentingnya masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC, seperti batuk terus-menerus, demam berkepanjangan, sesak napas, penurunan berat badan, maupun keringat berlebih pada malam hari. Pemeriksaan TBC dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak dengan metode mikroskopis maupun Tes Cepat Molekuler (TCM).

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi Website Skrining TBC yang telah dikembangkan oleh Kelompok 19 KKM Tematik Reguler Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Demonstrasi tersebut diwakili oleh Masyita Taqwa dan Maulana Faizar Rasyadan, selaku anggota Kelompok. Kehadiran website skrining ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pendukung edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap TBC.

Demonstrasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali informasi dan faktor yang berkaitan dengan TBC sehingga masyarakat terdorong untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan diri maupun anggota keluarga.

Hal ini sejalan dengan pesan edukasi TBC bahwa masyarakat yang mengalami gejala perlu segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan GENTUM kemudian ditutup dengan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi cek tekanan darah (tensi), cek gula darah, serta pemeriksaan sputum TBC.

Layanan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya dari petugas kesehatan.

Melalui kegiatan GENTUM, Kelompok 19 KKM Tematik Reguler Untirta berharap edukasi mengenai stunting, gizi keluarga, dan TBC tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah bersama dalam menciptakan keluarga yang lebih sehat, meningkatkan kesadaran terhadap tumbuh kembang anak, serta mendorong masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara lebih dini. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id