Mahasiswa KKM 18 Universitas Primagraha Tingkatkan Daya Saing UMKM melalui Pemasangan SOP Kebersihan, Digitalisasi Shopee, dan Google Maps.

ZETIZENS.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 Universitas Primagraha terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengaah (UMKM) di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Pada Sabtu (25/7/2026), mahasiswa melaksanakan rangkaian kegiatan lanjutan berupa pemasangan standar operasional prosedur (sop) kebersihan produksi, pendampingan pemasaran digital melalui platform Shopee, serta pembuatan lokasi rumah produksi pada Google Maps.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertema “Pemberdayaan UMKM melalui Penerapan Standar Kebersihan Produksi dan Pemasaran Digital pada Produk Tempe Khas Serang, Banten sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka”.
Tahapan pertama kegiatan diawali dengan pemasangan SOP Kebersihan Produksi di rumah produksi Tempe. SOP tersebut disusun bersama pemilik UMKM sebagai pedoman dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja, penggunaan alat produksi yang higienis, kebersihan bahan baku, kebersihan pekerja, hingga proses pengemasan produk.
Dengan adanya SOP ini diharapkan proses produksi dapat berlangsung secara konsisten sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan sehingga kualitas produk semakin terjamin.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan pendampingan dalam bidang pemasaran digital dengan menunjukkan secara langsung proses penjualan produk melalui platform Shopee.
Pendampingan meliputi pembuatan akun toko, pengelolaan profil usaha, pengunggahan foto produk, penyusunan deskripsi produk, penentuan harga, hingga cara mengelola pesanan.
Langkah ini bertujuan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan produk secara mandiri.
Sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas usaha, mahasiswa juga membuat dan mengoptimalkan lokasi rumah produksi tempe, emping dan anyaman tampah pada Google Maps.
Informasi yang ditampilkan meliputi nama usaha, alamat, foto produk, nomor kontak, serta deskripsi singkat mengenai usaha.
Kehadiran lokasi digital ini diharapkan memudahkan masyarakat maupun calon konsumen menemukan rumah produksi sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap UMKM.
Ketua KKM Kelompok 18 menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga pada penguatan identitas digital UMKM agar mampu bersaing di era transformasi digital.
Melalui program ini, mahasiswa KKM Universitas Primagraha berharap UMKM tempe, emping, dan anyaman tampah khas Serang dapat terus berkembang, memiliki sistem produksi yang lebih higienis, memperluas pasar melalui platform digital, serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Program pemberdayaan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas produk lokal serta kemandirian ekonomi di Kelurahan Tegalsari. (Fahmi)







