Edu

Wujudkan Serang Bersih & Bebas Banjir: Aksi Nyata KKM 18 Universitas Primagraha Bersama Warga Tegalsari dalam Kegiatan Jumsih

ZETIZENS.ID – Musim hujan sering kali jadi momen yang bikin ketar-ketir, terutama soal urusan genangan air dan banjir. Namun, bagi warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, ancaman ini dijawab bukan sekadar dengan rasa khawatir, melainkan lewat aksi nyata.

Dalam rangka mendukung program Serang Bersih dan Serang Bebas Banjir, kelompok KKM 18 Universitas Primagraha (UPG) pada hari Jum’at tanggal 24 Juli 2026 turun langsung berkolaborasi dengan jajaran pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat. Mengusung semangat gotong royong, kegiatan Jumsih (Jum’at Bersih) kali ini dipusatkan di lingkungan Lipatik Lor RT 008 / RW 002 Kelurahan Tegalsari.

Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar agenda rutin biasa. Kehadiran Bapak Lurah Tegalsari, Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran staf kelurahan memberi suntikan semangat tersendiri bagi para mahasiswa dan warga yang berkumpul sejak pagi hari.

Menurut Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd. selaku Lurah di Kelurahan Tegalsari. Kegiatan ini dilakukan setiap hari jum’at pagi dan saling bergotong royong bersama masyarakat supaya lingkungan menjadi lebih tertata, bersih dan bebas dari banjir.

“Kegiatan membersihkan lingkungan merupakan tugas kita bersama untuk menjaga kebersihan dan kerapihan juga menjaga keindahan lingkungan dan mempererat tali silaturahmi bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan harapannya agar kehadiran mahasiswa KKM Universitas Primagraha ini bisa membawa dampak positif dan menjadi motivasi juga mampu menginspirasi masyarakat lewat keterlibatan langsung di lapangan.

Fokus utama aksi Jumsih kali ini menfokuskan pada dua titik vital yaitu, yang pertama pembersihan saluran irigasi, memastikan aliran air berjalan lancar tanpa tersumbat oleh endapan lumpur atau sampah mikro. Saluran irigasi yang bersih merupakan kunci utama pencegahan luapan air saat intensitas hujan yang tinggi.

Yang kedua, pembersihan sampah pinggir jalan, membersihkan area sepanjang jalan lingkungan Lipatik Lor dari tumpukan sampah liar yang merusak pemandangan dan berpotensi menjadi sarang penyakit.

Bagi mahasiswa KKM 18 UPG, kegiatan ini menjadi wadah edukatif yang memberikan banyak pelajaran berharga di luar ruang kuliah yaitu, sosiologi masyarakat yang nyata.

Teori pengabdian masyarakat terbukti jauh lebih efektif ketika kita memegang cangkul dan mengangkut sampah bersama warga lokal secara langsung.

Dan kesadaran lingkungan (environmental awareness), masalah banjir bukan cuma tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari akumulasi kebiasaan kecil sehari-hari.

Mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas banjir tidak bisa selesai dalam semalam. Namun, konsistensi lewat aksi sederhana seperti Jumsih di lingkungan Lipatik Lor ini adalah langkah awal yang sangat krusial.

Kerja sama antara mahasiswa KKM 18 UPG, Kelurahan Tegalsari, dan Warga RT 008/RW 002 membuktikan bahwa ketika semua elemen bergerak bersama, lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bukan lagi sekadar impian. Jangan tunggu banjir datang baru kita bergerak. Jaga kebersihan saluran air dan buanglah sampah pada tempatnya. (Fahmi)

Tulisan Terkait

zetizens.id