KKM 46 Universitas Primagraha Dorong Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan QRIS dan Banner Usaha

ZETIZENS.ID – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 46 Universitas Primagraha terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Serang Preneur.
Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta desain dan penyerahan banner usaha kepada pelaku UMKM di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa KKM dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing usaha melalui transformasi digital sekaligus memperkuat strategi promosi secara langsung.
Ketua KKM Kelompok 46 Universitas Primagraha, Muhammad Fadly Prasetya, menjelaskan bahwa perkembangan sistem pembayaran digital dan pentingnya identitas visual usaha menjadi alasan utama dipilihnya program tersebut sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui Program Serang Preneur, kami ingin membantu pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan era digital. Kehadiran QRIS memberikan kemudahan dalam transaksi non-tunai, sementara banner usaha menjadi identitas sekaligus media promosi yang dapat meningkatkan kepercayaan dan menarik minat pelanggan,” ujar Muhammad Fadly Prasetya.
Menurutnya, saat ini semakin banyak masyarakat yang memilih melakukan transaksi secara digital. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu beradaptasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
Program ini menyasar pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Banten, khususnya usaha mikro yang belum memiliki fasilitas pembayaran digital maupun media promosi yang memadai. Pelaksanaannya melibatkan mahasiswa KKM Universitas Primagraha Kelompok 46, aparat Kelurahan Banten, serta para pelaku UMKM yang menjadi peserta pendampingan.
Proses kegiatan diawali dengan pendataan pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan. Selanjutnya mahasiswa membantu proses pendaftaran QRIS sesuai ketentuan yang berlaku, dilanjutkan dengan pembuatan desain banner yang disesuaikan dengan identitas masing-masing usaha.
Setelah QRIS aktif dan banner selesai dicetak, seluruh hasil pendampingan diserahkan langsung kepada pemilik usaha disertai edukasi mengenai penggunaan QRIS dan pemanfaatan banner sebagai media promosi.
Salah satu UMKM yang menerima pendampingan adalah Lapak Ikan Asin Bapak Edi Junaedi yang berlokasi di Jalan Pelelangan Ikan Karangantu. Melalui program ini, pelaku usaha memperoleh banner baru yang memuat identitas usaha, berbagai jenis produk ikan asin yang dipasarkan, serta informasi kontak sehingga usaha menjadi lebih mudah dikenali masyarakat.
Muhammad Fadly Prasetya berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pelaku UMKM, tidak hanya dalam mempermudah proses transaksi, tetapi juga meningkatkan profesionalisme usaha dan memperluas peluang pemasaran.
“Harapan kami, pendampingan ini menjadi langkah awal agar UMKM semakin siap menghadapi persaingan usaha di era digital. Dengan pembayaran yang lebih praktis dan media promosi yang lebih menarik, semoga omzet pelaku UMKM dapat terus meningkat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kelurahan Banten,” tutupnya.
Melalui Program Serang Preneur, KKM Kelompok 46 Universitas Primagraha membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui edukasi, tetapi juga melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.
Program ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung percepatan digitalisasi UMKM sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di Kota Serang. (Fitri)







