HMJ Pendidikan Biologi Untirta Lakukan Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir Rob dan Abrasi

ZETIZENS.ID – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menggelar kegiatan penyuluhan masyarakat mengenai mitigasi bencana banjir rob dan abrasi melalui pelestarian mangrove.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Berangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir mengenai penyebab, dampak, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana.
Kegiatan ini membuat masyarakat mendapatkan edukasi mengenai banjir rob yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut ke daratan serta abrasi yang merupakan proses pengikisan garis pantai oleh gelombang dan arus laut.
Kedua bencana tersebut dapat menyebabkan kerusakan permukiman masyarakat, lahan pertanian, fasilitas umum, hingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang,
Priyo Dwi Iryanto, menegaskan bahwa upaya mitigasibencana tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, mahasiswa, dan pihak sekolah.
“Mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Akan tetapi, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, salah satunya melalui pelestarian dan penanaman mangrove sebagai benteng alami wilayah pesisir,” ujar Priyo.
Ia menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi dampak banjir rob dan abrasi. Selain mampu meredam energi gelombang dan menahan laju abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
“Mangrove bukan hanya sekadar tanaman pesisir, tetapi merupakan pelindung alami yang mampu mengurangi dampak banjir rob dan abrasi. Karena itu, menjaga mangrove berarti menjaga masa depan masyarakat pesisir” tambah Priyo.
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat diajak untuk menerapkan langkahlangkah sederhana dalam mitigasi bencana, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah ke sungai maupun laut, serta berpartisipasi dalam kegiatan penanaman dan perawatan mangrove.
Di akhir penyampaian materi, Priyo mengajak seluruh peserta untuk memiliki kepedulian terhadap kelestarian mangrove sebagai investasi bagi generasi mendatang.
Sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam materi.
“Mangrove yang kita tanam hari ini mungkin belum besar tahun depan, tetapi ini akan menjadi pelindung bagi anak cucu kita di masa depan” ucap Priyo.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Kampung Berangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat sehingga risiko banjir rob dan abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Serang dapat diminimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. (Zee)







