Film Foufo Komedinya Bikin Ngakak Chaos, Dramanya Ngena Banget!
Satu Studio Heboh Lihat UFO Jatuh di Madura

ZETIZENS.ID — Skak Studios dan Sinemart mempersembahkan film berbudaya Madura pertama di Indonesia, Foufo, yang akan tayang mulai 9 Juli 2025 di bioskop Indonesia. Film komedi sci-fi karya sutradara Bayu Skak ini berhasil membuat penontonnya ngakak chaos dari komedi-komedi yang tersaji, sementara drama keluarganya juga bikin penonton relate, tentang anak yang ingin berbakti dan mewujudkan mimpi sang ibu naik haji.
Komedi-komedi khas Bayu Skak disajikan dengan maksimal yang akan mengundang
gemuruh tawa, saat para karakter di filmnya saling berinteraksi.
Meski 70% berbahasa Madura, film Foufo mampu dipahami oleh penonton umum, yang
membuat film ini memiliki kekuatan nilai universal tentang kasih dan cinta seorang
anak untuk ibunya.
Situasi absurd yang terjadi, saat UFO yang jatuh di Madura dan Alien datang ke
keluarga Madura untuk membantu mereka di tengah himpitan ekonomi, membuat
Foufo terasa fresh!
Menggabungkan konsep unik fiksi ilmiah dengan setting yang sangat membumi berada di antara keluarga yang sedang berjuang dalam hidup mereka.
Drama antara Muslim dan Ibu Saiqona juga terasa sangat menyentuh. Karakter yang
diperankan Tretan Muslim, yang pertama kali memerankan pemeran utama, serta
debutan Siti Kam, yang baru berakting di layar lebar pada usia 63 tahun, mampu
membangun koneksi yang tulus antara anak dan ibu.
Sementara itu, jajaran pemeran yang dihasilkan dari open casting yang melibatkan
2.500 peserta, dan hampir 90% pemain berasal dan berdarah Madura, menghasilkan
cerita dan karakter yang autentik, sebagai film berbudaya Madura pertama di layar
lebar Indonesia.
“Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk
enggan tetap berada di zona nyaman. Saya selalu ingin mengeksplorasi hal-hal baru
di perfilman Indonesia. Lewat Foufo, yang menjadi film berbudaya Madura pertama
di Indonesia, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tapi sekaligus juga
mengharukan, menggabungkan elemen komedi sci-fi namun tetap terasa dekat,”
ujar sutradara Bayu Skak.
“Kolaborasi Sinemart bersama Skak Studios di film Foufo adalah melanjutkan kolaborasi sukses kami sebelumnya. Bayu Skak datang dengan ide yang out of the box dan saya yakin film ini akan sangat menghibur dengan komedi-komedi yang aneh, receh, namun juga ceritanya yang membumi dan menyentuh tentang anak yang ingin membahagiakan ibunya,” tambah produser eksekutif David Suwarto.
Bagi Tretan Muslim, memerankan karakter Muslim di film Foufo menjadi tantangan
baru. Selama ini, Tretan selalu bermain di ranah komedi. Namun, di film ini ia
dituntut untuk menampilkan karakter yang serius dan memiliki lapisan drama yang
dalam.
“Di sini aku malah tidak boleh berkomedi, malahan aku harus nangis. Jadi ini sangat
menantang bagiku, diberikan tanggung jawab dengan karakter yang sangat berbeda,
dan pertama kalinya menjadi pemeran utama. Film Foufo ini juga menjadi kebanggaan saya, sebagai orang Madura, bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia,” ujar Tretan Muslim.
Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R.
Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto.
Film ini dibintangi oleh Tretan
Muslim, Habib Ja’far, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper,
Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah,
Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.
Tak hanya melibatkan jajaran pemeran asli dari Madura, film Foufo juga menggandeng studio animasi lokal Surabaya, Hompimpa, untuk menggarap animasi karakter alien di film ini.
Ada sekitar 120 animator yang turut terlibat untuk mengerjakan karakter alien Foufo. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI),
Foufo membuktikan kekuatan animator lokal tetap menjadi yang utama.
Tak hanya menjadi kebanggaan lokal warga Madura dan Jawa Timur, Foufo juga
membawa gebrakan bagi perfilman Indonesia yang akan membuka pintu bagi para kreator dan sineas untuk mengeksplorasi genre komedi sci-fi.
Dengan komedinya yang rapat bikin ngakak chaos, serta dramanya yang sangat menyentuh, seluruh bioskop akan heboh mengikuti UFO yang jatuh di Madura!
Sinopsis
Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang
pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya.
Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih
menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo.
Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji
ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya? (Sobri)







