Gen Z

Mohamad Rizki, Zetizens Icon 2026 Si Paling Video Editing

ZETIZENS.ID – Videografi menjadi passion Mohamad Rizki, siswa kelas 11 SMK Informatika Kota Serang yang juga Duta Gen Z Zetizens Icon 2026.

Gen Z yang tinggal di Cinanggung, Kota Serang ini mengaku, mulai tertarik videografi sejak menjadi siswa SMK Informatika.

“Saya tertarik di bidang videografi dan fotografi cuma lebih tertarik banget di bagian videografinya. Saya tertarik banget semenjak diperkenalkan di kelas 10 saat MPLS pertama kali, sampai ngulik-ngulik dan minjem kamera sekolah,” cerita Gen Z lulusan SDN Sukmajaya 2 dan SMP Islam Ar-Rohmah Cilegon ini.

Hobi videografi ini sejalur dengan jurusan yang Rizki pilih yakni Desain Komunikasi Visual. Sebelum masuk jurusan ini kata Rizki, ia sempat mau masuk jurusan RPL atau Rekayasa Perangkat Lunak yang fokus di komputer koding.

“Cuma kayaknya kurang cocok. Yang selaras dengan saya ya DKV, lagipula saya suka menggambar walau ga suka-suka banget tapi di DKV ada menggambarnya,” jelas Gen Z yang lahir 18 Mei ini.

Di sekolah, Rizki gabung di ekskul jurnalistik yang mengajarkan anggotanya meliput berita pada berbagai acara di sekolah. Dari berbagai keahlian di ekskul ini, Rizki mengaku hampir menguasai semuanya. Ia bisa jadi apa saja, mulai dari penulis naskah, reporter, news anchor, kameramen, sampai editor.

Selama dua tahun di SMK Informatika, Rizki sudah membuat beberapa short movie untuk tugas UAS, foto-foto produk yang sinematik, dan lainnya.

Rizki juga dipercaya membuat video profil sekolah sesuai permintaan guru yang membutuhkan waktu sekitar 3 bulan, 2 bulan bahas konsep dan 1 bulan take video.

Prestasi Gen Z dengan motto hidup “Just dont it, don’t lazy” ini di bidang videografi antara lain menang juara 1 tingkat provinsi dan menang juara 3 lomba di Unsera.

Terbaru, Rizki menggarap video dokumenter kelas 12 berdurasi 15 menit permintaan kakak kelas.

“Di sekolah ga ada ekskul videografi. Sebelumnya pernah menyarankan ke guru untuk membuat ekskul ini tapi karena belum ada SDM, jadi baru seputar wacana. Pendapat saya diterima tapi nanti dieksekusinya,” kata Gen Z yang juga piawai di bidang fotografi, desain web, dan sutradara ini.

Videografi diakui Rizki, memiliki peluang besar mendatangkan cuan di era sekarang meskipun anak-anak muda lebih menyukai bidang lain dan belum banyak yang menekuni videografi secara serius.

“Karena yang belum lama viral aja , de dibayar nol rupiah padahal ide itu mahal. Tantangannya di bidang videografi ini masih banyak yang belum paham kalau mengedit video sesuai permintaan itu tidak mudah. Ri Indonesia memang seperti itu, kurang menghargai, kalau secara global skill editing video itu sangat dihargai,” kata Rizki.

Saat ini memang tersedia berbagai aplikasi editing video yang memudahkan pengeditan video apalagi terdapat template.

Kata Rizki, walaupun ada itu semua tapi kalau uang dan peralatan tidak sebandingm Rasio antara modal peralatan dan cuan masih belum sebandin.g

Ke depannya Rizki yakin videografi masih tetap cuan ke depannya.

Rizki, Duta Pelajar, dan Zetizens

Rizki terpilih menjadi Zetizens Icon 2026 setelah melalui audisi di sekolah. Awal mula Rizki menjadi duta pelajar di sekolah karena dipilih guru.

“Sebelumnya guru sudah menyeleksi banyak murid. Karena salah satu syarat duta sekolah harus punya public speaking dan public speaking saya bagus, jadi saya salah satu yang terpilih,” kata Rizki.

Di angkatan Rizki, di jurusannya yang terpilih ada 5 orang yakni 2 perempuan dan 3 laki-laki.

“Program duta sekolah ini antara lain membuat profil sekolah dan promosi sekolah. Biasanya saya bagian dokumentasi dan photobooth, tapi lebih seringnya ngomong dan ngejelasin tentang sekolah ke orang-orang,” kata Rizki lagi.

Terpilih dari audisi sekolah yang diikuti sekitar 25 duta SMK, perasaan Rizki campur aduk.

“Sebelumnya ga nyangka dan awalnya kurang tau Zetizens ini apa. Dan pas saya cari tahu, ternyata Zetizens ini duta tapi tingkatnya provinsi, jadi lebih luas,” tutur Rizki.

“Di Zetizens itu bisa menambah relasi seperti baksos ke Panti Asuhan Al-Arif. Saya bisa eksplorasi kegiatan lebih luas. Kalau di sekolah, ruang lingkup hanya sekolah,” lanjut Rizki.

Dari mulai audisi di sekolah, pembekalan, sampai grand final, buat Rizki yang paling berkesan adalah bagian final karena ini merupakan acara puncaknya. Meskipun saat pertunjukan bakat, Rizki mengakui, ia memang kurang maksimal.

Oke Rizki, semangat terus di Zetizens ya. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id