Kenal Lebih dalam Batik Khas Banten, Zetizens Ajak Para Gen Z ke Balada Batik Banten

ZETIZENS.ID – Selain rutin menggelar pemilihan Duta Gen Z yakni Zetizens Icon dan Zetizens Face dan mengadakan pelatihan Zetizens Jurnalistik, lomba Zetizens Fashion dan apresiasi Gen Z of the Year, Zetizens pun rutin menggelar workshop untuk menambah kapasitas keilmuan para anggota. Seperti halnya dengan mengadakan Workshop Mengenal Batik Banten pada Minggu (19/7/2026) dengan mengunjungi store Balada Batik Banten.
Setelah pindah ke toko baru di seberang Terminal Pakupatan, Kota Serang, Balada Batik Banten tampil lebih elegan dan fashionable. Selain itu aktif mengedukasi generasi muda melalui berbagai kegiatan.
Selain menjadi sponsor berbagai kegiatan pemilihan duta, Balada Batik Banten pun membuka lebar untuk generasi muda mengenal aneka batik khas Banten yang tersedia di toko ini.
Melalui Workshop Mengenal Batik Banten, pada Minggu, 19 Juli 2026, Asep Pramudya selaku owner, menjelaskan banyak hal seputar batik khas Banten kepada sekitar 20-an Duta Gen Z dari komunitas Zetizens.
Kedatangan mereka ke toko, tidak lain ingin mengetahui lebih lanjut tentang berbagai jenis batik yang diproduksi di Banten dan cerita sukses dari sang pemilik ya ini Asep Pramudya selaku owner.
Dalam paparannya, Asep menjelaskan, ia merintis usaha ini sejak masih kelas kuliah d Unma Pandeglang.
Asep yang waktu itu sebagai wartawan kampus di Xpresi Radar Banten dan juga mahasiswa, melakukan penjualan dalam jumlah kecil dari teman ke teman.
“Asep juga mengikuti berbagai kegiatan untuk membangun jejaring seperti ikut Kaka Teteh Pandeglang 2012 juga Kang Nong Banten dan menjadi top 10. Selepas kuliah pun Asep terus menjalankan usaha ini meski sempat turun naik karena waktu itu bekerja,” jelas Asep.
Sejak merintis usaha ini, Asep mengaku kerap survei ke berbagai tempat mulai dari pusat tenun di perkampungan Baduy, produsen batik Baduy di Lebak, dan berbagai galeri batik di Banten seperti Batik Keraton, Batik Pusaka, Menik Batik, dan banyak lagi.
Asep bilang kepada para Gen Z di acara yang berlangsung pukul 11.00-14.00 WIB ini, untuk menjalankan usaha harus memiliki passion. Ia sendiri sudah mencintaii batik sejak lama dan menjadikan ini sebagian bagian hidup.
Menurutnya, ia sudah membayangkan dirinya di suatu saat nanti jika tidak menjadi PNS akan menjadi penjual batik karena dengan menjadi pengusaha ia bisa mendapatkan uang kapanpun tanpa harus terikat dari gaji.
Ia berpesan kepada para Gen Z yang datang untuk menekuni profesi dan mencintai apapun yang dimiliki dan yang akan dijalani nanti.
Mengenai filosofi nama Balada Batik Banten menurutnya, karena balada itu diambil dari bahasa Sunda yang berarti kumpulan. Ia ingin menjadikan usahanya sebagai tempat berkumpulnya batik-batik yang diproduksi oleh para produsen batik di Banten.
Menurutnya, dari 8 kota kabupaten yang ada di Banten. Setiap kota dan kabupaten memiliki dua sampai tiga produsen batik. (Zee)







