Cyrus Margono, Pesepakbola Persija yang Lagi Digandrungi

ZETIZENS.ID – Pesona wajah dan talenta Cyrus Margono menjadi data tarik untuk disukai banyak orang. Pesepakbola Persija ini pun ramah pada penggemar.
Cyrus Margono adalah pesepak bola profesional kelahiran Amerika Serikat berdarah Indonesia-Iran yang berposisi sebagai penjaga gawang.
Berdasarkan data per Mei 2026, Cyrus resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bergabung dengan klub Liga 1, Persija Jakarta, setelah sebelumnya berkarier di Yunani.
Kelahiran Mount Kisco, New York, AS, 9 November 2001 dengan tinggi badan 190 cm / 1,91 m ini mmiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Bali dan dibesarkan di Surabaya.
Ia menimba ilmu di New York Soccer Club, Met Oval Academy, dan pernah berlatih di Inter Milan Academy pada 2015. Ia juga bermain untuk tim universitas di Amerika, yaitu University of Denver dan University of Kentucky.
Cyrus Margono sempat memperkuat Panathinaikos B di Liga Yunani sebelum memutuskan menjadi WNI.
Ia resmi bergabung dengan Persija Jakarta pada awal 2026 untuk memperkuat lini pertahanan tim.
Cyrus dikenal memiliki postur tinggi ideal sebagai kiper dan memiliki keinginan untuk berkontribusi bagi sepak bola Indonesia.
Siapa Cyrus?
Laman Telkomsel membahas, Cyrus Ashkon Margono mulai mengenal sepak bola secara serius lewat akademi-akademi lokal seperti New York Soccer Club dan Met Oval Academy—dua tempat pembinaan talenta muda yang cukup dikenal di wilayah New York.
Tak berhenti di sana, pada tahun 2015 Cyrus berkesempatan mengikuti pelatihan singkat di Inter Milan Academy. Pengalaman tersebut membuka cakrawala dan semangatnya untuk meniti karier sepak bola di Eropa suatu saat nanti.
Di level pendidikan formal, Cyrus menempuh pendidikan menengah di Sleepy Hollow High School. Setelah lulus, ia melanjutkan ke jenjang universitas dan sempat memperkuat tim Universitas Denver pada tahun 2019.
Tahun berikutnya, ia pindah ke University of Kentucky dan bergabung dengan tim Kentucky Wildcats, yang juga menjadi batu loncatan penting dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Perjalanan Cyrus menunjukkan bahwa sejak awal ia sudah menapaki jalur yang serius untuk menjadi pesepak bola profesional. Kombinasi antara latar belakang internasional, pengalaman akademi, dan pendidikan di sistem sepak bola universitas Amerika menjadi fondasi yang kuat untuk langkah-langkah selanjutnya di panggung Eropa.
Cyrus Margono memulai perjalanan sepak bolanya sejak usia muda di Amerika Serikat, tepatnya di dua akademi yang cukup dikenal sebagai tempat lahirnya talenta-talenta berbakat: Met Oval Academy dan New York Soccer Club.
Di sinilah ia mengasah kemampuan dasar sebagai penjaga gawang, memperkuat disiplin, dan menunjukkan potensi fisik serta tekniknya. Perjalanan awal ini memperlihatkan bahwa Cyrus sudah serius menapaki jalur profesional sejak usia belasan tahun.
Puncak dari fase pembinaan awalnya terjadi pada tahun 2015, ketika ia mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti pelatihan singkat di Inter Milan Academy. Momen itu menjadi titik balik dalam ambisinya untuk menembus kompetisi Eropa.
Meski masih sangat muda, pengalamannya bersama tim akademi klub elite Italia tersebut memberi Cyrus kepercayaan diri dan pandangan lebih luas mengenai sepak bola level atas di Benua Biru.
Selepas masa SMA, Cyrus memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika sembari tetap menjaga mimpinya bermain profesional. Pada tahun 2019, ia bergabung dengan tim sepak bola Universitas Denver (Denver Pioneers).
Namun, musim pertamanya di sana ia jalani dengan status redshirt, artinya ia terdaftar sebagai pemain namun belum turun berlaga di pertandingan resmi. Situasi ini tidak membuat semangatnya padam.
Justru tahun berikutnya, ia memutuskan untuk pindah ke University of Kentucky, di mana ia mulai mendapatkan menit bermain dan tampil dalam tiga laga resmi bersama tim Kentucky Wildcats pada musim 2020.
Di sinilah Cyrus kembali menunjukkan komitmennya untuk terus naik level, meskipun jalur yang ia tempuh tidak selalu mulus. Langkah penting dalam karier profesionalnya akhirnya datang pada Juli 2021, ketika ia menandatangani kontrak bersama Panathinaikos B, tim cadangan dari klub besar Yunani, Panathinaikos FC.
Ia menjadi salah satu pemain berdarah Indonesia yang benar-benar meniti karier di Eropa dari jalur tim kedua. Debut resminya hadir pada 16 April 2022, dalam pertandingan menghadapi Levadiakos yang berakhir dengan kekalahan 0–3.
Selama tiga musim di Yunani, Cyrus mencatatkan 17 penampilan resmi untuk Panathinaikos B hingga pertengahan 2024. Meski belum menembus tim utama, pengalamannya di level kompetitif Eropa membuatnya semakin matang sebagai penjaga gawang.
Titik balik berikutnya terjadi pada Februari 2025, ketika Cyrus memutuskan untuk pindah ke KF Dukagjini, klub peserta Superliga Kosovo. Kontraknya bersama klub ini berlaku hingga akhir 2025.
Ia langsung diberikan kepercayaan sebagai starter dan menjalani debut pada 7 Februari 2025, meskipun timnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0–1. Namun, kemenangan pertamanya datang cepat, yaitu pada 15 Februari, menandai awal baru yang cukup positif di klub barunya.
Per tanggal 17 Mei 2025, Cyrus tercatat telah tampil dalam 17 pertandingan liga dan 1 pertandingan di ajang piala domestik, dengan total 18 penampilan sepanjang musim perdananya di Kosovo.
Performa yang cukup konsisten tersebut turut berpengaruh pada nilai pasarnya, yang kini diperkirakan berada di angka €125.000 menurut laman Transfermarkt.
Berbeda dengan pemain ‘naturalisasi’ lain yang bermain di Timnas Indonesia, Cyrus Margono tidak datang sebagai rekomendasi dari pelatih. Cyrus kembali menjadi Warga Negara Indonesia atas keinginannya sendiri pada 21 Maret 2024.
Hal ini secara tidak langsung menjadi sebuah batu sandungan bagi karirnya di Timnas Indonesia, karena belum ada pelatih Timnas yang melihat kiprahnya secara langsung. Cyrus tidak masuk radar Shin Tae Yong ketika masih menjabat sebagai pelatih kepala.
Untuk urusan penjaga gawang, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku induk organisasi sepak bola di Indonesia lebih membidik nama-nama seperti Emil Audero dan Maarten Paes sebagai kiper yang dinaturalisasi.
Sejak kembali menjadi WNI pada tahun lalu, belum ada satu panggilan kepada Cyrus ke Timnas Indonesia. Padahal, dari sisi statistik, Cyrus mencatatkan debut yang cukup gemilang di Liga Kosovo musim ini.
Namun, prestasi ini dinilai belum cukup di mata tim kepelatihan Timnas Indonesia yang kini dipimpin oleh Patrick Kluivert agar memberi tugas negara perdana bagi Cyrus. Cyrus mesti bersabar dan fokus pada performanya guna membuat Kluivert kepincut. (Zee)







