Life Style

Hari Bumi, Saatnya Tingkatkan Kesadaran Terhadap Planet yang Kita Tinggali

ZETIZENS.ID – Setiap 22 April diperingati sebagai Hari Bumi. Ini adalah peringatan internasional untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap perlindungan lingkungan hidup.

Pertama kali diperingati tahun 1970, momen ini menjadi ajakan nyata bagi masyarakat global untuk menjaga kelestarian planet, mengurangi polusi, dan melakukan aksi nyata seperti menanam pohon atau mengurangi plastik.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, mengatasi krisis iklim, dan mengapresiasi planet bumi.

Peringatan ini dimulai pada 22 April 1970 di Amerika Serikat, yang dipicu oleh meningkatnya kesadaran akan dampak polusi udara dan limbah industri.

Hari Bumi sering diperingati dengan berbagai kegiatan, seperti pengurangan penggunaan plastik, aksi penanaman pohon, hemat energi, dan aksi pembersihan lingkungan.

Hari Bumi kini diperingati secara global di seluruh dunia sebagai seruan tobat ekologis dan ajakan untuk hidup lebih harmonis dengan alam.

Hari Bumi merupakan momentum tahunan untuk merenungkan tanggung jawab manusia dalam merawat bumi demi masa depan yang lebih baik.

Pemanasan Global

Hari Bumi selayaknya dijadikan pengingat tentang kondisi Bumi terkini yang makin mengkhawatirkan. Laman Cast Foundation membahas, Tim ilmuwan internasional merilis laporan terbaru mereka mengenai pemanasan global.

Hasil dari laporan ini mengungkap kondisi Bumi yang makin mengkhawatirkan. Bahkan, ilmuwan menyebutnya sebagai kode merah bagi umat manusia.

Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Bumi saat ini mengalami suhu terpanas dalam sejarah dan gelombang panas yang lebih intens.

Laporan itu disusun oleh 234 ilmuwan dari seluruh dunia setelah menganalisa lebih dari 14.000 studi iklim untuk memberikan gambaran yang paling jelas tentang kondisi planet saat ini.

Emisi gas yang membuat suhu Bumi menghangat saat ini kemungkinan akan melampaui batasan yang telah ditetapkan hanya dalam waktu 10 tahun. Para penulis laporan ini juga menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut mendekati dua meter di akhir abad ini, tidak dapat terhindarkan.

IPCC adalah organisasi yang berfokus pada ilmu iklim yang menjadi bagian dari PBB. IPCC sudah ada sejak 1988, dan memiliki 195 negara anggota.

Setiap tujuh tahun, IPCC merilis sebuah laporan tentang kondisi terkini iklim Bumi, pengaruhnya, dan cara-cara untuk beradaptasi dan memitigasinya.

Laporan terbaru ini juga makin memperjelas bahwa pemanasan yang kita rasakan hingga hari ini telah mengubah begitu banyak sistem penunjang di planet kita.

Sedihnya, hal ini tidak dapat dikembalikan dalam jangka waktu ratusan bahkan hingga ribuan tahun. Lautan akan terus menghangat dan semakin asam, pegunungan dan gletser kutub akan terus mencair selama puluhan hingga ratusan tahun. Ada lima fakta penting dalam laporan IPCC:

Suhu permukaan global 1,09 derajat Celcius lebih tinggi dalam sepuluh tahun terakhir, antara 2011-2020, dibandingkan tahun 1850-1900.

Lima tahun terakhir adalah suhu terpanas dalam sejarah sejak 1850.

Tingkat kenaikan permukaan laut baru-baru ini nyaris tiga kali lipat bila dibandingkan dengan tahun 1901-1971.

Pengaruh manusia sangat mungkin menjadi alasan utama (90%) mencairnya gletser secara global sejak 1990-an dan penurunan jumlah es di Laut Arktik.

Pemanasan ekstrem termasuk gelombang panas hampir pasti makin sering terjadi dan kian intens sejak 1950-an, sementara peristiwa pendinginan makin jarang terjadi.

Proyeksi masa depan pemanasan global sangat jelas dalam laporan ini, dan banyak dampak yang tidak mungkin terhindarkan, seperti dituliskan oleh para peneliti berikut ini:

Pada 2040, suhu global akan naik atau lebih panas 1,5 derajat Celcius di atas level suhu pada 1850-1900 dalam semua skenario emisi yang diperkirakan oleh para ilmuwan.

Dalam semua skenario, Kutub Utara kemungkinan akan kehabisan es pada bulan September, setidaknya satu kali sebelum 2050
Akan ada peningkatan kejadian ekstrem berkaitan dengan iklim dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan dengan kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat Celcius.

Peristiwa kenaikan permukaan laut ekstrem yang terjadi sekali dalam seabad di masa lalu diproyeksikan terjadi setidaknya setiap tahun, di lebih dari setengah lokasi pengukuran ombak pada tahun 2100.

Kemungkinan besar akan ada peningkatan peristiwa kebakaran di banyak wilayah.

Saatnya peduli pada Bumi yang kita tinggali ini ya Zet. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id