Apa yang Dilakukan Selama Menjadi Zetizens Icon?

ZETIZENS.ID – Setelah menjadi bagian dari Zetizens dan menjadi Zetizens Icon alias ditanya para Gen Z, apa yang dilakukan? Sesi ini juga dibahas di hari pertama pembekalan atau Meet the Tutor Zetizens Icon 2026 hari pertema, Sabtu (28/2/2026) di Jatayu, Karundang, Kota Serang.
Pada sesi yang dipandu Andika Septian Dwi Cahyo, Zetizens Icon Sportivo 2024, menghadirkan para winner Zetizens Icon 2024 yakni Laskar Dien Islami Runner-up 1 Zetizens Icon Boy 2024, Ghifar M Fauzan Winner Zetizens Icon Boy 2024, Viny Maudy Winner Zetizens Icon Girl 2024, dan Andhita Zetizens Icon Environment. Mereka membahas tentang kegiatan Zetizens Icon dan persiapan untuk grand final.
Laskar menyarankan para finalis untuk memperbanyak wawasan dan mematangkan public speaking.
Ghifar bilang, kegiatan Zetizens Icon itu beragam, seperti merayakan hari kemerdekaan dengan event Agustusan, fun run yang diselenggarakan oleh PLN dan Ekbispar dan masih banyak lagi.
Viny bilang, di Zetizens itu bagaimana kita menjadi role model menjadi icon.
“Kita harus bisa menjaga nama baik dan menjaga image karena tadi kita sebagai role modelnya, bukannya kita menjadi sempurna akan tetapi kita belajar dan juga menerapkan 3B.Bukan hanya ikut pagent tapi juga terapkan pada kehidupan dari 3 aspek tersebut. Jika dianalogikan Gen Z sering dicap batu, susah diatur tapi kita di sini kita mau buktiin bahwa kita bisa menginspirasi generasi muda yang ada di Banten,” ungkap Viny.
Andhit bilang, Zetizens juga memiliki Z Wedding Organizer. Itu sangat bermanfaat untuk melatih ketepatan waktu disiplin dan mengatur waktu dan pengalaman dalam berkarier.
Pada sesi tanya jawab, Dafa salah satu finalis bertanya tentang sanggar atau WO untuk panitianya dipilih atau daftar.
Andhit menjawab, kalau WO itu dipilih oleh Zetizens Official. “Dan kalau misal dipilih, usahakan ambil aja untuk pengalaman,” jelasnya.
Kirana, finalis Zetizens Icon lainnya bertanya, bagaimana cara mempersiapkan diri untuk grand final pada QnA.
Laskar menjawab, bisa belajar mencari isu-isu terhangat, misalnya cara penanganan sampah di sekitar.
“Dan pertanyaannya lebih jauh dan luas yang berkaitan dengan masyarakat yang berdampak luas baik dari masyarakat maupun dari berita-berita terkini. Kalian bisa belajar yaitu latihan untuk berlatih public speaking dan hafalkan jawabannya, fokus pada cara penyampaian kalian terhadap juri karena itu juga termasuk poin penilaian kalian,” saran Laskar.
Ghifar berbagi tips jawab pertanyaan dari juri. “Kalian bakalan dikasih waktu satu menit untuk menjawab dan gunakan waktu itu sekonkrit mungkin, sedetail mungkin untuk mempersiapkan jawaban yang bagus, lalu cari berita-berita erkini, pahami jangan dihafal,” ungkap Ghifar.
Viny menambahkan pernyataan Ghifar yaitu jangan dihafal tapi dipahami aja. “Kemudian kita bakal ditanya berbagai pertanyaan. Selain pertanyaan tentang pengetahuan biasanya ada pertanyaan yang jawabannya dikaitan dengan diri kita, maka kenali juga kenali diri sendiri. Tiips buat temen-temen biar gak blank menjawab, jangan dihafal tapi pahami, we never know kita harus belajar pablic speaking supaya gak ngangong yaitu dengan cara berlatih. Biasanya dimana aja, ngobrol, di jalan, apa yang kita lihat jadikan pertanyaan bagi diri kita. Contoh kita ulik tentang gedung kita buat pertanyaan, terus kuasai bahasa asing. Kemudian cara penyampaian, harus yakin. Sekecil apapun yang kita tau tapi cara penyampaiannya benar maka benar. Kita jangan pelit sharing berbagi ilmu. Jangan bersaing bersama siapapun, tanyakan sama siapapun jadi jangan pelit berbagi ilmu,” tegas Viny.
Andit berpesan, jangan dihafal nanti takut grogi tapi pahami dan riset sebelum menjawabnya.
“Jangan down saat kalian melihat teman kalian yang menjawab. Zetizens mengharapkan para finalis ini menjadi agent positif. Jadi dari banyaknya finalis Zetizens Icon 2026 ini bukan hanya yang datang demgan sendiri, tapi kita cari yang mau berproses bersama,” jelasnya. (Aliyah)







