Bangkitnya Generasi Kompetitif Panjat Tebing Indonesia, SEA Boulder League 2026 Resmi Digelar di Jakarta

ZETIZENS.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, bouldering di Indonesia berkembang sangat pesat dan tidak lagi hanya menjadi aktivitas rekreasi di gym atau hobi akhir pekan.
Olahraga ini kini semakin serius dan terstruktur, dengan semakin banyaknya komunitas panjat tebing, fasilitas latihan yang lebih baik, serta munculnya generasi atlet muda yang menargetkan prestasi hingga tingkat regional dan internasional.
Salah satu sosok yang menonjol dari generasi baru ini adalah Ardana Cikal Damarwulan. Akhir pekan ini, ia akan bertanding di SEA Boulder League 2026 yang memulai putaran perdananya di Boulder Planet Indonesia, Jakarta.
Meski baru berusia 15 tahun, Cikal telah menunjukkan performa sebagai salah satu atlet papan atas di kawasan. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah meraih medali emas pada kategori men’s lead climbing pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun lalu, sebuah prestasi yang menegaskan potensinya di level internasional.
Bagi Cikal, perjalanan sebagai atlet bukan hanya soal satu kemenangan, melainkan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi dan pembelajaran berkelanjutan.
“Saya masih belajar ingin menjadi pemanjat seperti apa. Bersaing secara rutin melawan atlet-atlet kuat dari berbagai negara membantu saya memahami kelemahan saya dan apa yang perlu saya tingkatkan. Kompetisi seperti ini di Indonesia sangat penting, bukan hanya untuk perkembangan saya, tetapi juga bagi para atlet dan komunitas,” ujarnya.
Pengalaman Cikal mencerminkan realitas yang kini dihadapi banyak atlet muda, bahwa bakat saja tidak lagi cukup. Mereka membutuhkan sistem kompetisi yang andal, berkelanjutan, dan terstandarisasi agar dapat menguji kemampuan secara konsisten sekaligus mempersiapkan diri menghadapi level persaingan internasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, SEA Boulder League 2026 resmi meluncurkan musim perdananya melalui penyelenggaraan Babak 1 di Jakarta.
Terdiri dari tiga seri yang digelar di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, liga ini menghadirkan lebih dari 180 atlet dari 13 negara dalam satu sirkuit regional yang terstruktur, dengan standar kompetisi yang profesional dan konsisten di setiap babaknya.
Lebih dari sekadar turnamen satu kali, liga ini dirancang sebagai platform pengembangan jangka panjang. Melalui kategori Novice, Intermediate, dan Open, para atlet memiliki jalur progres yang jelas untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap, sekaligus membandingkan performa mereka di berbagai lokasi dan kondisi kompetisi.
Sebagai tuan rumah babak pembuka, Boulder Planet Indonesia mengambil peran strategis dalam mendukung kesiapan Indonesia menjadi pusat pertumbuhan panjat tebing regional.
Director of Boulder Planet Indonesia, Ronald Fedora Pudjiono, menegaskan pentingnya akses kompetisi bagi atlet lokal.
“Bertanding di negara sendiri memberi atlet kami eksposur berharga tanpa hambatan logistik dan finansial untuk bepergian ke luar negeri. Dengan kompetisi tingkat tinggi yang digelar secara rutin, mereka dapat mempertajam performa, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri lebih matang untuk panggung internasional,” jelasnya.
Dari sisi teknis, standar kualitas kompetisi juga menjadi perhatian utama. Chief Route Setter of SEA Boulder League 2026 and Head Route Setter of Boulder Planet Singapore, Brandon Gwee, menekankan bahwa konsistensi route setting berperan penting dalam menjaga keadilan sekaligus akurasi pengukuran kemampuan atlet.
“Penataan rute bukan hanya membuat tantangan menjadi sulit, tetapi memastikan setiap problem benar-benar merefleksikan kemampuan atlet dan mendorong perkembangan mereka. Konsistensi standar inilah yang membantu atlet mengukur progres secara objektif,” ungkap Brandon.
Dari sisi penyelenggaraan, Boulder Planet bersama mitra regional berperan menghadirkan fondasi operasional yang memungkinkan liga ini berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Event Director of SEA Boulder League, Patrice Claire Bayo Verosil, menekankan bahwa liga ini dirancang sebagai sistem jangka panjang, bukan sekadar rangkaian turnamen.
“Wilayah ini memiliki banyak talenta. Maka dari itu mereka membutuhkan sistem yang konsisten dan platform yang dapat diandalkan. Peran kami adalah memastikan wadah tersebut hadir setiap musim, sehingga atlet muda seperti Cikal memiliki jalur perkembangan yang jelas untuk terus bertumbuh,” ujarnya.
Didukung dengan penyelenggaraan liga profesional serta total hadiah lebih dari Rp100 juta, SEA Boulder League diharapkan menjadi katalis lahirnya lebih banyak talenta Asia Tenggara yang siap bersaing di level global.
Berlandaskan semangat “The World Will Know Us”, liga ini tidak sekadar menghadirkan ajang pertandingan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem panjat tebing yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan bagi Indonesia serta kawasan Asia Tenggara. (Sobri)







