Menatap Asa dari Bangunan Lapuk: Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 4 Inisiasi Penggalangan Donasi Renovasi MI Al-Wathon Berbasis Ekoteologi

ZETIZENS.ID – Di balik keceriaan 40 siswa yang menyambut pagi dengan penuh semangat, tersimpan keprihatinan mendalam atas kondisi sekolah tempat mereka menimba ilmu.
MI Al-Wathon yang berlokasi di Kampung Cikapek, Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, kini berada dalam kondisi sangat kritis dan membutuhkan perhatian bersama.
Perjalanan menuju madrasah yang berdiri sejak tahun 2007 ini bukan perkara mudah karena harus menempuh jalan kaki sekitar 30 menit melintasi medan pedalaman yang terjal. Namun, rintangan fisik jalur perjalanan tersebut tak seberapa dibanding ancaman keselamatan yang mengintai para siswa di dalam ruang kelas.
Kondisi fisik madrasah saat ini terbilang sangat mengkhawatirkan hingga menimbulkan ketakutan bagi sebagian orang tua murid akan risiko bangunan roboh sewaktu-waktu.
Keterbatasan fasilitas membuat sekolah terpaksa menerapkan sistem kelas gabungan di mana satu ruangan diisi oleh dua tingkatan kelas sekaligus karena hanya tersisa tiga ruangan utama.
Sebagian siswa bahkan terpaksa menumpang belajar di ruang guru akibat ruang kelas asli mereka telah runtuh total. Penampakan fisik sekolah semakin memprihatinkan dengan runtuhnya ruang kepala sekolah dan perpustakaan, rusaknya fasilitas sanitasi, serta lapuknya kayu penyangga atap dan plafon yang bocor di berbagai sudut.
Di tengah fasilitas yang minim dan mengancam keselamatan tersebut, dedikasi para pendidik di MI Al-Wathon tak pernah surut. Sebanyak enam orang tenaga pengajar berstatus honorer termasuk kepala sekolah terus bertahan membimbing para siswa meski hanya menerima honorarium berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan.
Walaupun telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun dan baru sebagian kecil yang mengantongi sertifikasi, semangat mereka tetap menyala.
Beberapa guru bahkan rutin menempuh perjalanan terjal dan berbatu untuk mengajar di cabang Sampang, yaitu kelas khusus yang menampung sekitar 15 hingga 20 anak warga mualaf suku Baduy.
Melihat realitas pendidikan tersebut, Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 4 menginisiasi program penggalangan donasi untuk merenovasi MI Al-Wathon dengan mengusung konsep Ekoteologi.
Pendekatan ini berfokus pada pembangunan fasilitas pendidikan yang aman, layak, ramah lingkungan, serta selaras dengan nilai-nilai kepedulian alam dan keagamaan.
Gotong royong dan uluran tangan dari masyarakat luas sangat diharapkan agar anak-anak di Kampung Cikapek dapat kembali mengenyam pendidikan di dalam ruang kelas yang aman dan representatif.
Bagi yang ingin berpartisipasi dalam gerakan kebaikan ini dapat menyalurkan donasi hingga batas pengumpulan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Bantuan dapat dikirimkan melalui:
– BNI (1797341297) atas nama Pamela Walzila Azzah
– BCA (4922449043), SeaBank (901619754565), Bank Jago (501827539778) atas nama Amanda Roja Agustin.
Donatur diimbau menambahkan kode unik berupa angka 04 di akhir nominal transfer (contoh: Rp100.004) dan mengonfirmasikan bukti transfer,
– Ika Aulia Safitri (0813-8976-6679)
– Regita Komalasari (0878-4210-6538). (Zee)







