Agis Abdullah, Zetizens Icon 2026 Si Paling Solo Vokal

ZETIZENS.ID – Punya suara yang sopan di telinga, membuat Agis Abdullah kerap tampil di berbagai acara sekolah. Zetizens Icon 2026 yang juga Duta MA Al-Hidayah Ciomas ini memang dikenal si paling nyanyi.
Kelahiran 4 Agustus ini punya prestasi beragam, termasuk di bidang vokal. Siswa kelas 11 ini adalah Duta Lersahabatan Pondok Pesantren Al-Hidayah, juara 3 the voice di Al-Hidayah tahun 2022, juara 2 the voice di Al-Hidayah tahun 2023, juara 2 lomba adzan dalam rangka acara Isra Mi’raj, lomba sains IPA tingkat kabupaten pada tahun 2018, dan Zetizens Photo Competition tahun 2025.
Agis bilang, di sekolah pernah nyanyi di acara pembukaan ekskul, penutupan ekskul, acara karnaval, dan di acara-acaea seru lainnya yang ada di sekolah.
Di sekolah, Gen Z yang pernah mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua OSIS atau OSPH ini aktif di OSPH yaitu organisasi pondok pesantren Al-Hidayah.
Saat ditanya tentang kenapa tertarik ikut Zetizens, Gen Z yang tinggal di Kp Nagreg, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang ini bilang, karena ingin menambah pengalama.
“Dan mengembangkan minat dan bakat saya melalui komunitas Zetizens ini,” jawab Gen Z yang hobi bernyanyi dan berenang ini.
Kesan saat pertama kali ikut Zetizens Photo Competition, lomba foto Zetizens, kata Agis, tidak yakin.
“Jujur saya sangat ragu sekali karna dengan keadaan saya yang belum pernah mengikuti lomba foto seperti itu dan dengan pakaian saya yg seadaanya membuat saya kurang percaya diri, tapi akhir nya saya terus berusaha dan berdo’a agar diberikan hasil yang terbaik dan allhamdulillah saya masuk 10 besar,” jelas Agis.
Persiapan ikut lomba foto Zetizens, Agis bilang, butuh 3 hari. “Kebetulan saya foto di lingkungan sekolah saya sendiri dan itu juga allhamdulillah baju punya saya sendiri,” kata Agis lagi.
Keberadaan Agis menjadi salah satu finalis Zetizens Icon 2026, adalah rekomendasi dari lomba Zetizens Photo Competition 2025. Meski bukan juara di kompetisi foto ini, Agis melaju menjadi Zetizens Icon 2026 tanpa audisi.
Saat ikut acara penyerahan hadiah dan pengumuman di NYC Cafe, itu adalah pertama kali Agis kumpulan dengan Zetizens. Pada momen ini juga, ia ditawari jadi Zetizens Icon 2026.
“Waduhh perasaannya tuh bingung, kaget juga, dan dalem hati bertanya-tanya ada apa nih gue kok ditarik ke belakang sama 3 orang temen gue gituu kan. Eehh pas saya dengerin dan saya simak omongan dari Ka Hilal dan Ka Agung kala itu, ternyata saya dipilih sebagai orang yang mendapatkan golden ticket untuk memasuki komunitas Zetizens Icon tanpa audisi dan kompetisi,” cerita Agis.
Sebelum pembekalan dan grand final Zetizens Icon 2026, Agis pun pernah ikut Z Wedding Organizer, lini usaha Zetizens di bidang WO.
“Kesannya, wahh saya sangat senang dan antusias sihh excited deh pokoknya karena saya suka dengan pergaulan yang positif dan menghasilkan cuan. Dan juga sisi baiknya saya bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman, sehingga saya tahu bagaimana serunya jadi WO,” kata Agis lagi.
Selain itu, Agis pun ikut sanggar di Zetizens yakni Nava Yuvaka. “Kalau ditanya seseru apa? Pastinya sih seruu jugaa dongg malahan mungkin lebih seru dari WO deh kayaknya ya tapi kita liat saja penampilan sanggar selanjutnya,” jawab Agis.
Buat Agis, yang paling berkesan di Zetizens itu adalah saat grand final sih. “Karena di saat itu tuh jiwa saya merasa tertantang dan banyak saingan, apalagi pas sesi awarding, beuhh sesi itu tuh dimana sesi yang paling menegangkan karena sesi itulah yang menentukan kita jadi pemenang Zetizen Icon atau tidak,” kata Agis.
Saat grand final Agis menampilkan bakatbernyanyinya. “Saya membawakan lagu yang berjudul Mimpi yang Sempurna dari Noah atau Peterpen. Perasaan saya enjoy aja, biasa ajaa tanpa rasa nerveous, karena saya sudah terbiasa nyanyi di atas panggung dan di depan banyak orang,” tegasnya.
Setelah menjadi bagian Zetizens, Agis ingin mengembangkan komunitas yang positif ini dengan cara membantu menpromosikan atau mengajak teman, adik kelas, atau tetangga untuk gabung ke Zetizens Icon ini.
“Agar anak-anak Gen Z lainnya ikut merasakan dan mempunyai pengalaman, dan membuat komunitas Zetizens ini semakin maju, sukses, dan terkenal di Banten,” tutupnya. (Zee)



