
ZETIZENS.ID – Mimpi adalah kunci untuk bisa menaklukkan dunia. Lirik lagu Laskar Pelangi yang dipopulerkan band Nidji ini memang sangat cocok menjadi soundtrack siapapun yang lagi semangat mewujudkan mimpi. Salah satunya Vira Saskia, Zetizens Icon Literasi 2026.
Berangkat dari Pulo Panjang, siswi kelas 12 MA Al-Inayah Cilegon ini merangkai mimpi dan mewujudkan mimpinya satu-persatu. Salah satunya dengan menjadi Duta Gen Z Zetizens Icon 2026.
Awal mula Gen Z kelahiran 30 Maret yang tinggal di Kp. Baru, Ds. Pulo, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten ini ikut Zetizens, ternyata karena kesepian loh.
“Awalnya kesepian lagi scroll Ig, ternyata akun Zetizens lewat di beranda aku. Dari situ scroll dan ternyata anak Gen Z keren-keren bisa berdampak untuk banyak orang juga. Vira mulai mencoba hal baru untuk daftar dan izin ke orang tua dan guru. Ternyata disupport dengan baik,” kata Gen Z yang memiliki kemampuan di pidato Bahasa Arab, membaca kitab kuning, dan pidato ini.
Di sekolah, lulusan RA Insan Unggul Pulo Panjang, SDN 2 Pulo Panjang, dan MTs Darunnajah 3 ini, mengikuti OSIS dan dipercaya sebagai bendahara.
Prestasi yang pernah diraih antara lain, OSN bidang ekonomi se-Kota Cilegon dan 10 besar wisudawan terbaik berprestasi non-akademik. Setelah lulus sekolah mau kuliah kemana ya Vira?
“Aku dapet voucher beasiswa di Polgri tapi mamah ngedukungnya insyaAllah di Unitra atau UIN. Doain ya manteman semoga lolos, aku daftar di 2 univ tersebut,” kata kelahiran Serang, 30 Maret ini.
Ditanya tentang apa sih yang berkesan di Zetizens, Vira bilang, awalnya liat kontennya doang.
“tapi pas masuk… ngerasa nemu “rumah”. Tempat yang bikin aku berani ngomong, berani nyoba, berani salah. Dan itu jarang banget ditemuin. Jadi ya, sekali nyoba, langsung pengen terus di sini,” kata Vira.
Perasaannya saat dipanggil sebagai pemenang Zetizens Icon Literasi itu deg-degan bagi Vira.
“Plus kaget olus.gak percaya. Otak aku langsung nge-blank 3 detik dalam hati “lah aku??”. Tapi abis itu seneng banget. Ngerasa capek latihan plus usaha selama ini kebayar lunas. Bangga sama diri sendiri sedikit hehehe,” kata Gen Z yang juga gemar membantu orangtuanya berjualan aksesoris dan kuota internet ini.
Waktu Grand Final Zetizens Icon 2026, Vira menampilkan kepiawaian pidato pake bahasa Jaseng alias Jawa Serang.
“Persiapannya sebulan full, bimbingan dengan guru bahasa di sekolah. Karena tadinya Vira mau nampilin nalek kitab terus direvisi lagi ikut arahan ubu guru dari sekolah, udah Nong pidato pake bahasa Jaseng aja. Itu juga identitas kita sebagai wong Banten kok. Lebih semangat lagi. Apalagi nong sendiri juga santri. Kalimat itu yabg selalu bikin semangat di setiap latihan,” kata Vira.
Di Zetizens, Vira punya mimpi, pengen banget bikin Caffe Literasi.
“Jadi konsepnya nongkrong plus baca buku plus ngobrol. Bayangin aja, pesen kopi, terus di meja ada buku yang bisa dibaca gratis. Ada pojok buat diskusi buku, pojok nulis, bahkan open mic buat baca puisi/cerpen ataupun yg mau bernyanyi biar ga kesepian baca buku sambil dengerin musik juga bisa. Tujuannya biar Gen Z ngerasa literasi tuh gak harus kaku & diem di perpus doang. Bisa sambil nyeruput kopi, ketawa, dan punya banyak teman baru,” tutup Vira.
Amiin. Semoga bisa terlaksana ya Vira. Semangat! (Zee)




