Edu

Wujudkan Digitalisasi UMKM Desa, Mahasiswa KKM 33 Universitas Primagraha Dampingi Pembuatan QRIS di Karang Dawa Timur, Kelurahan Pancur

ZETIZENS.ID – KKM 33 Universitas Primagaraha melakukan pendampingan pembuatan ARIS di Karang Dewa Timur, Kelurahan Pancur. Ini merupakan kolaborasi mahasiswa dan pelaku usaha lokal yang menjadi langkah nyata mendorong ekosistem pembayaran digital hingga ke tingkat desa.

Di tengah pesatnya arus digitalisasi ekonomi nasional, transaksi non-tunai kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang harus diadopsi oleh semua pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan.

Salah satu instrumen pembayaran digital yang kini menjadi standar nasional adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai metode pembayaran berbasis kode QR ke dalam satu sistem yang terintegrasi.

Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 33 Universitas Primagraha yang ditempatkan di Kelurahan Pancur menginisiasi program pendampingan pembuatan dan penerapan QRIS bagi pelaku UMKM di Desa Karang Dawa Timur.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi akademisi muda dalam mendukung percepatan transformasi digital di tingkat akar rumput.

Latar Belakang: Mengapa UMKM Desa Perlu QRIS?

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan mahasiswa KKM 33 di lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha kecil di Desa Karang Dawa Timur — mulai dari warung sembako, pedagang makanan, hingga usaha kerajinan rumahan — masih sepenuhnya bergantung pada transaksi tunai. Kondisi ini menimbulkan beberapa persoalan, di antaranya:

Kehilangan potensi pelanggan, terutama generasi muda dan pengunjung dari luar desa yang terbiasa bertransaksi secara cashless.

Kesulitan pencatatan keuangan, karena transaksi tunai lebih rentan tidak tercatat secara rapi.

Minimnya literasi digital, khususnya terkait cara mendaftar, mencetak, dan menggunakan QRIS secara mandiri.

Anggapan bahwa QRIS rumit atau berbiaya tinggi, padahal proses pendaftarannya kini dapat dilakukan secara gratis melalui berbagai aplikasi dompet digital maupun perbankan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM 33 memandang perlu adanya intervensi edukatif sekaligus pendampingan teknis secara langsung kepada pelaku UMKM setempat.

Rangkaian Kegiatan Pendampingan

Program pembuatan QRIS ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, meliputi:

1. Sosialisasi dan Edukasi Awal

Mahasiswa memberikan pemaparan mengenai apa itu QRIS, manfaatnya bagi perkembangan usaha, serta bagaimana sistem ini telah menjadi standar pembayaran digital yang diakui secara nasional.

2. Pendataan dan Verifikasi Pelaku Usaha

Setiap UMKM yang mengikuti program didata secara lengkap, termasuk jenis usaha, kebutuhan, dan kesiapan dokumen (seperti KTP dan informasi rekening) untuk proses pendaftaran QRIS.

3. Pendampingan Pendaftaran QRIS

Mahasiswa membantu pelaku usaha melakukan pendaftaran melalui aplikasi penyedia layanan pembayaran digital yang telah bekerja sama dengan Bank Indonesia, baik melalui perbankan maupun platform dompet digital.

4. Pencetakan dan Pemasangan Kode QRIS

Setelah proses pendaftaran selesai, kode QRIS resmi dicetak dan dipasang di lokasi usaha masing-masing, lengkap dengan nama usaha agar mudah dikenali oleh pelanggan.

5. Pelatihan Penggunaan dan Monitoring Transaksi

Mahasiswa turut memberikan panduan praktis mengenai cara menerima pembayaran, mengecek notifikasi transaksi, serta memantau riwayat pemasukan melalui aplikasi terkait.

Manfaat Program bagi UMKM Desa Karang Dawa Timur

Kehadiran QRIS di lingkungan UMKM Desa Karang Dawa Timur membawa sejumlah manfaat konkret, antara lain:

Memperluas basis pelanggan, termasuk konsumen yang tidak membawa uang tunai.

Mempermudah pengelolaan keuangan usaha, karena setiap transaksi tercatat secara otomatis.

Meningkatkan citra usaha menjadi lebih modern, profesional, dan terpercaya.

Mendukung inklusi keuangan digital, sejalan dengan program pemerintah dalam memperluas ekosistem pembayaran non-tunai hingga ke wilayah pedesaan.

Mempercepat proses transaksi, sehingga meningkatkan efisiensi pelayanan kepada pelanggan.

Respons Positif dari Pelaku UMKM

Program ini mendapatkan sambutan antusias dari para pelaku usaha setempat. Banyak di antara mereka yang sebelumnya merasa awam terhadap sistem pembayaran digital kini merasa lebih percaya diri untuk mulai menerapkan QRIS di usahanya.

Pendampingan langsung dari mahasiswa dinilai sangat membantu, mengingat proses pendaftaran dan penggunaan QRIS memerlukan bimbingan teknis yang jelas dan sederhana.

Komitmen Mahasiswa KKM 33 Universitas Primagraha

Program pembuatan QRIS ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 33 Universitas Primagraha yang berlokasi di Kelurahan Pancur.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berupaya memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung digitalisasi ekonomi di tingkat desa.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Miftah Maulana, S.Kom., M.Ti selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta dilaksanakan oleh seluruh anggota Kelompok 33 yang terdiri dari:

Aditya Putra Wijaya Mohamad Fahri Abadi
Anisa Sukmawati Muhamad Ilham
Fitri Aulia Muhamad Karim
Hafido Nadila Nuraini
Hayatun Nufus Richard Triadi
Khairisya Nugriyalfath Robiatul Saniah
Maftuhah Syahwa Novita

Sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program pendampingan digitalisasi UMKM di Desa Karang Dawa Timur.

Digitalisasi UMKM bukan hanya tentang mengikuti tren teknologi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha kecil di era ekonomi digital.

Melalui program pendampingan pembuatan QRIS ini, Mahasiswa KKM 33 Universitas Primagraha berharap dapat menjadi katalis perubahan positif bagi para pelaku UMKM di Desa Karang Dawa Timur, Kelurahan Pancur, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk turut mengadopsi sistem pembayaran digital demi kemajuan ekonomi masyarakat yang lebih inklusif dan modern. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id