15 SPKLU Mobile Disiapkan Jemput Pemudik Mobil Listrik di Jalur Mudik

ZETIZENS.ID – Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, termasuk menghadirkan layanan SPKLU mobile yang dapat menjangkau langsung pemudik di lapangan.
Darmawan mengatakan, PLN telah melakukan berbagai langkah antisipasi, salah satunya dengan mengoptimalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik, termasuk mengganti fasilitas slow charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging.
“Untuk itu kami melakukan optimasi, yaitu SPKLU yang masih slow charging di jalur mudik kami gantikan dengan fast charging dan ultra fast charging. Jumlahnya juga kami tambah menjadi 1,7 sampai 1,8 kali lipat, sehingga antrean pemudik kendaraan listrik bisa terkendali dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, PLN juga menyiagakan layanan tambahan berupa SPKLU mobile yang dapat membantu pemudik kendaraan listrik yang mengalami kendala saat perjalanan. “Kami juga sudah menyediakan 15 SPKLU mobile yang langsung bisa menjemput di mana posisi mobil listrik tersebut,” kata Darmawan.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah titik, kondisi pengisian kendaraan listrik di jalur mudik relatif lancar tanpa antrean yang berarti. “Tadi kami cek satu per satu, hampir tidak ada antrean, semuanya berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Untuk memudahkan masyarakat, PLN juga menyediakan layanan pengaduan yang bisa diakses jika pemudik mengalami kendala saat mengisi daya kendaraan listrik. “Kalau ada saudara-saudara kita yang mudik mengalami kesulitan charging, bisa menghubungi WhatsApp call di nomor 08-777-111-2123. Operator kami siap membantu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Darmawan memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman selama periode Ramadan dan Idulfitri. Ia menjelaskan, beban puncak listrik justru mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri saat masa mudik. “Beban puncak biasanya sekitar 45 sampai 46 gigawatt, saat Idulfitri turun menjadi sekitar 35 gigawatt. Sementara daya mampu pasok mencapai sekitar 51 gigawatt, sehingga cadangan listrik dalam kondisi cukup,” jelasnya.
PLN juga mengerahkan sekitar 72 ribu personel yang disiagakan di berbagai wilayah untuk memastikan keandalan pasokan listrik, termasuk di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah. “Kami pastikan pasokan listrik di lokasi ibadah aman, sehingga pelaksanaan salat Idulfitri dapat berjalan khusyuk dan lancar,” katanya.
(Sarah)







