Hokay Kaywood, UMKM Binaan Bank Indonesia Provinsi Banten, Pamerkan Inovasi Jam Kayu Berbahan Limbah Racik Uang Kertas di TEI 2026

ZETIZENS.ID – Hokay Kaywood, salah satu UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, memperkenalkan produk inovasi terbarunya berupa jam kayu dengan sentuhan motif dari Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) pada ajang *Trade Expo Indonesia (TEI) 2026*. Pameran ini diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kota Tangerang, dengan lokasi kegiatan di Hall 3A dan Hall 8.
Kehadiran Hokay Kaywood dalam ajang tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi UMKM dalam mengembangkan produk kerajinan bernilai tambah melalui pemanfaatan material yang memiliki nilai keberlanjutan. Jam kayu yang dipamerkan menggabungkan keindahan material kayu dengan motif unik yang memanfaatkan limbah hasil racik uang kertas dari proses pengelolaan uang Rupiah di Bank Indonesia. Perpaduan tersebut menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan fungsi, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif dan bertanggung jawab.

Inovasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan LRUK melalui pendekatan *Waste to Product* (WTP), yaitu mengolah limbah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi. Melalui kreativitas dan keterampilan UMKM, material yang sebelumnya tidak lagi digunakan dapat dimanfaatkan sebagai elemen desain yang unik dan memiliki karakter tersendiri.
Dukungan Bank Indonesia Provinsi Banten terhadap UMKM seperti Hokay Kaywood sejalan dengan upaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah yang inovatif, berdaya saing, serta mampu menerapkan prinsip keberlanjutan. Kolaborasi pemanfaatan LRUK ini juga menjadi contoh bahwa pengelolaan uang Rupiah dapat dikembangkan tidak hanya dengan memperhatikan aspek keamanan dan kualitas, tetapi juga melalui inisiatif yang mendukung kepedulian terhadap lingkungan dan ekonomi sirkular.

Partisipasi Hokay Kaywood pada TEI 2026 diharapkan dapat memperluas pengenalan produk kepada masyarakat, membuka peluang jejaring bisnis, serta meningkatkan potensi pemasaran produk kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas. Kehadiran produk inovatif ini sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas UMKM mampu menghadirkan nilai baru dari material yang tidak biasa, dengan tetap mengedepankan kualitas, desain, dan identitas produk.
Melalui inovasi jam kayu berbahan LRUK, Hokay Kaywood membuktikan bahwa limbah dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan produk kreatif yang bernilai ekonomi. Langkah ini menjadi wujud sinergi antara Bank Indonesia dan UMKM binaan dalam mendorong usaha yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat peran UMKM lokal sebagai penggerak ekonomi daerah.
**Mari dukung produk lokal dan UMKM Indonesia!** Dengan memilih dan menggunakan produk karya anak bangsa, kita turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta menciptakan ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan. Setiap produk lokal yang kita dukung bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga wujud apresiasi terhadap inovasi, kerja keras, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dukung Hokay Kaywood, dukung UMKM Banten, dan bersama-sama wujudkan masa depan yang lebih hijau melalui inovasi dan pemanfaatan limbah yang bernilai guna. **Bangga Produk Lokal, Bangga UMKM Banten, Bersama Mewujudkan Green PUR!**







