SADA ID dan Jubir Warga Berkolaborasi Dorong Literasi Politik dan Advokasi Kebijakan Anak Muda Kota Serang

ZETIZENS.ID — Penguatan kapasitas generasi muda dalam memahami demokrasi dan keterlibatan publik menjadi perhatian dalam kegiatan Take The Lead! “Navigating Civic Engagement and Policy Leadership” yang diselenggarakan oleh SADA ID bersama Jubir Warga dan didukung oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).
Kegiatan yang berlangsung di Pokel Garden Resto, Kota Serang ini menjadi ruang pembelajaran dan dialog bagi anak muda untuk memahami peran mereka dalam mengawal isu sosial serta mendorong perubahan kebijakan publik.
Mengusung tema “Navigating Civic Engagement and Policy Leadership” dengan tagline “Empower Your Future”, Take The Lead! Chapter Serang menghadirkan diskusi mengenai literasi politik, kepemimpinan kebijakan, gerakan sosial, serta strategi membangun partisipasi masyarakat yang lebih bermakna. Notulensi Take the Lead Serang
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok muda, mulai dari aktivis organisasi mahasiswa, pengurus OSIS, wirausaha muda, penggerak komunitas, hingga pemuda pelopor.
Forum tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk bertukar gagasan mengenai bagaimana generasi muda dapat berperan aktif dalam demokrasi, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai warga yang mampu mengawal proses kebijakan.
Dalam sesi pembukaan, Ketua KPU Kota Serang Nanas Nasihudin menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menurutnya, pemahaman terhadap proses demokrasi perlu dibangun agar masyarakat tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga memahami perannya dalam kehidupan bernegara.
KPU menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dari demokrasi. Generasi muda perlu memiliki pemahaman politik yang baik agar mampu mengambil peran aktif dalam berbagai persoalan publik.
Team Lead SADA ID, Muhamad Gentar, menjelaskan bahwa gerakan sosial tidak cukup hanya berangkat dari kepedulian terhadap suatu masalah. Menurutnya, sebuah gerakan membutuhkan arah yang jelas, kolaborasi lintas pihak, serta tujuan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
“Empati menjadi langkah awal dalam membaca keresahan masyarakat, namun perubahan membutuhkan visi, aksi kolektif, dan dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan,” menjadi salah satu gagasan yang dibahas dalam forum tersebut.
Dalam pemaparannya, SADA ID memperkenalkan pendekatan youth-led progressive community hub yang memberikan ruang bagi anak muda untuk mendefinisikan, merancang, dan memimpin berbagai inisiatif melalui kolaborasi.
Pendekatan tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu ekonomi masa depan, inovasi berdampak, dan inklusi sosial.
Direktur Bank Sampah Digital, Desty Eka Putri Sari, mengajak peserta melihat persoalan publik secara lebih menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa masalah sosial tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem layanan, ekonomi, serta tata kelola.
Menurut Desty, partisipasi masyarakat yang bermakna bukan hanya sekadar hadir dalam forum diskusi. Warga perlu didengar, dilibatkan dalam proses penyusunan solusi, memiliki pengaruh terhadap keputusan, dan dapat memantau tindak lanjut dari kebijakan yang dihasilkan.
Ia juga menyampaikan bahwa komunitas dapat berperan sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dan proses pengambilan keputusan.
Gerakan warga dapat dimulai dari memahami masalah, mengumpulkan bukti, membangun dialog, hingga mendorong perubahan layanan maupun kebijakan.
Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi sekaligus Mentor Jubir Warga, Putra Satria, menekankan bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Demokrasi itu janji temu; ia batal jika kita tidak hadir di dalamnya,” menjadi pesan utama yang disampaikan mengenai pentingnya kehadiran warga dalam proses demokrasi.
Putra menjelaskan bahwa generasi muda perlu membangun kemampuan untuk memahami sistem, membaca persoalan publik, serta membangun jaringan kolaborasi.
Menurutnya, daya tawar anak muda dapat diperkuat melalui kombinasi antara bukti, jaringan, dan akses terhadap ruang pengambilan keputusan.
Melalui Take The Lead! Chapter Serang, SADA ID bersama Jubir Warga dengan dukungan KPU RI mendorong terciptanya ruang belajar bagi generasi muda untuk memperkuat literasi politik dan kemampuan advokasi kebijakan.
Forum ini menegaskan bahwa anak muda memiliki posisi penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Perubahan tidak hanya dibangun melalui suara dalam pemilu, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam memahami masalah masyarakat, membangun solusi, dan mengawal kebijakan publik.
Dengan semangat “Empower Your Future”, Take The Lead! menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepemudaan yang mampu menghubungkan gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (Zee)







