Khazanah

Serunya Pesantren Fest di Kawasan Wisata Religi Banten Lama

Ajang Informasi Masyarakat Mencari Pesantren Terbaik untuk Anak

ZETIZENS.ID – Pada tahu nggak, akhir pekan lalu di kawasan wisata religi Banten Lama bukan hanya dipadati pengunjung untuk berziarah? Melainkan juga untuk melihat Pesantren Fest 2026 dari dekat.

Even yang digelar di kawasan Keraton Surosowan, Banten Lama, ini merupakan perpaduan antara wisata religi, edukasi, dan budaya.

Rangkaian acaranya meliputi pameran pendidikan Islam (Pesantren Expo), Jalan Santri Sarungan, pentas seni budaya, sarasehan, serta berbagai perlombaan seperti rebana dan marching band.

Pesantren Expo yang berupa pmeran dari berbagai pondok pesantren ini sekaligus menjadi ajang informasi bagi masyarakat yang mencari pesantren terbaik untuk anak-anak.

Diskusi dan forum edukatif seputar dunia pesantren menjadi salah satu konten acara ini.

Sesi berbagi pengalaman dan motivasi bersama para alumni pesantren yang telah sukses di berbagai profesi juga dihadirkan.

Jalan Santri Sarungan berupa pawai jalan kaki mengelilingi kawasan bersejarah Benteng Surosowan yang diikuti oleh ribuan santri dengan mengenakan sarung menjadi daya tarik tersendiri.

Pentas Seni Budaya Santri berupa pertunjukan seni khusus yang menampilkan kreativitas dan bakat para santri ditampilkan.

Selain itu ada lomba seni musik islami yang meriah dari kalangan ibu-ibu, kompetisi marching band untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), kompetisi pembuatan konten kreatif yang mengangkat karya-karya ulama besar Syekh Nawawi Al-Bantani, dan lomba mewarnai untuk anak-anak menjadi rangkaian acara Pesantren Fest 2026.

Etalase Budaya

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eli Susiyanti mengatakan, Pesantren Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang penguatan nilai-nilai keislaman dan ukhuwah, tetapi juga berperan sebagai etalase budaya yang mampu memperkaya daya tarik pariwisata di Provinsi Banten.

Itu yang ia ungkapkan saat menghadiri Pesantren Festival (Pesantren Fest) 2026 yang digelar di halaman Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin 4 Mei 2026.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam menghadirkan wisata berbasis nilai religi, budaya, dan edukasi. Ini bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan makna serta dampak positif bagi masyarakat,” ucapnya seperti dilansir dari laman RRI.

Kegiatan Pesantren Fest 2026 berlangsung selama dua hari, sejak 3 hingga 4 Mei 2026, dengan menghadirkan beragam rangkaian acara, di antaranya pesantren expo, sarasehan pesantren, jalan santri sarungan, serta berbagai kegiatan edukatif dan kultural lainnya yang melibatkan masyarakat dan kalangan pesantren.

Eli menegaskan, Provinsi Banten terletak pada harmoni antara spiritualitas, tradisi, dan potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan.

Eli berharap momentum Pesantren Fest 2026 dapat menjadi langkah bersama dalam mendorong pengembangan pariwisata yang berkarakter, berkelanjutan, serta berbasis kearifan lokal.

Pesantren Festival 2026 ini bukan hanya memperkuat nilai keislaman dan ukhuwah, tetapi juga menjadi etalase budaya yang memperkaya daya tarik pariwisata Banten,” katanya.

Eli menilai pemilihan lokasi kegiatan di Kawasan Banten Lama merupakan langkah yang tepat sebagai simbol keterpaduan antara destinasi wisata religi, budaya, dan peran pesantren.

“Pemilihan lokasi di destinasi religi (Kawasan Banten Lama, red) adalah pilihan tepat sebagai simbol keterpaduan antar wisata, budaya dan pesantren,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Pesantren Fest 2026, kata Eli, diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Banten sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang unggul di tingkat nasional.

“Harapannya momentum ini dijadikan sebagai langkah bersama untuk mengembangkan pariwisata yang berkarakter, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal,” tukasnya.

Ketua Panitia Pesantren Fest 2026, H. Deden Sunandar berkomentar, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, serta peradaban masyarakat.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pesantren, masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus bagian dari kekayaan budaya,” ujarnya.

Selama pelaksanaan Pesantren Fest 2026 kata dia, melibatkan sekitar 40 pondok pesantren dari seluruh Provinsi Banten, baik pondok pesantren modern maupun salafi.

“Jumlah santri yang mengikuti kegiatan jalan santri sarungan sekitar 1.500 dan pengunjung selama dua hari mencapai 4.000 orang,” pungkasnya. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id