Seleb

Wastra, Cagar Budaya, Musik, dan Tarian Khas Indonesia Ada di Single Original ke-28 JKT48

ZETIZENS.ID – JKT48 resmi merilis single original ke-28 dan video musik (MV) berjudul “Ayo Senyumlah” pada 24 Oktober 2026. Single dengan center atau posisi utama Jazzlyn Agatha Trisha alias Trisha member generasi 12 ini istimewa karena

menampilkan nuansa budaya dan kekayaan Nusantara dengan keterlibatan 40 member.

Ini menjadi single original ke-4 dalam sejarah JKT48 sejak debut Idol group saudari AKB48 asal Jepang ini. Video musiknya bisa ditonton di YouTube Official JKT48.

FYI, Ayo Senyumlah” adalah single original ke-28 dari JKT48 yang didedikasikan untuk membawa energi positif dan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. Lagu ini menyertakan aransemen musik tradisional Nusantara.

Dalam video musik (MV) “Ayo Senyumlah”, JKT48 secara khusus menonjolkan kekayaan kearifan lokal melalui kostum modern yang memadukan berbagai wastra Nusantara (kain tradisional) seperti batik dan tenun.

Kostum pop modern para member dihiasi oleh corak-corak batik yang sangat ikonik. Ada Motif Parang yang melambangkan jalinan yang tidak pernah putus, konsistensi, serta semangat perjuangan yang berkesinambungan, Motif Kawung motif geometris berupa lingkaran menyerupai buah kawung (kolang-kaling) yang melambangkan keadilan, kemurnian, dan keseimbangan hidup, dan Motif Mega Mendung dengan corak awan khas Cirebon yang memiliki makna kesabaran, ketenangan, serta membawa suasana sejuk.

Selain itu ada Motif Sekar Jagad, perpaduan dari berbagai macam motif kain yang melambangkan keanekaragaman dan keindahan keragaman budaya di dunia (Nusantara).

Selain batik, kostum panggung dan performa mereka juga menyisipkan elemen wastra dari berbagai daerah untuk mewakili daerah asal atau identitas nusantara para member.

Ada Kain Tenun yang emberikan tekstur khas tenunan tangan Nusantara pada detail pakaian modern mereka, Kain Ulos yakni astra khas suku Batak (Sumatra Utara) yang turut disematkan untuk memperkuat keberagaman budaya Indonesia.

Penggunaan perpaduan wastra ini disesuaikan dengan konsep masing-masing member guna mendekatkan identitas budaya tradisional ke dalam estetika pop anak muda zaman sekarang.

Situs Bersejarah

Video musik (MV) “Ayo Senyumlah” dari JKT48 memadukan keindahan situs bersejarah Indonesia dengan dinamika kehidupan modern perkotaan. Proses syuting video musik ini dilakukan di beberapa lokasi. Seperti Kawasan candi bersejarah di ogyakarta & Jawa Tengah.

Untuk memperkuat konsep budaya Nusantara, JKT48 mengambil latar belakang di dua situs warisan dunia yang ikonik yakni Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Saat di Candi Prambanan yang terletak di Sleman, D.I. Yogyakarta, selama syuting di sini, para member mengenakan bawahan tertutup/stoking gelap untuk menghormati kawasan Candi Prambanan sebagai tempat ibadah aktif dan situs suci umat Hindu.

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah yang juga dijadikan tempat syuting, memberikan variasi visual megah yang bersanding dengan koreografi energik para member.

Selain di area candi, MV ini juga menampilkan interaksi sosial yang dekat dengan keseharian masyarakat kota seperti Jakarta Car Free Day (CFD) di sekitar Gerbang 6 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Syuting di area ini berlangsung pada tanggal 20 September 2026.

Di samping lokasi-lokasi utama tersebut, MV ini juga diselingi adegan latar pedesaan dan perkebunan, tempat para member berinteraksi langsung dengan warga lokal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pelajar hingga petani.

Musik

Lagu dan video musik (MV) “Ayo Senyumlah” menggabungkan musik pop modern ala idol dengan kekayaan seni pertunjukan tradisional Indonesia.

Elemen tarian daerah dan alat musik tradisional dipadukan secara harmonis, terutama pada bagian interlude (jeda lagu) yang menyisipkan melodi lagu-lagu daerah populer.

Koreografi dalam MV ini merupakan tarian kreasi baru yang mengombinasikan gerakan tari tradisional dari berbagai penjuru Nusantara. Gerakan tarian tersebut disesuaikan dengan melodi lagu daerah yang muncul secara bergantian pada paruh akhir lagu.

Ada Tari Piring khas Sumatra Barat yang ditarikan berbarengan dengan melodi lagu Kampuang nan Jauh di Mato, ada tari Pergaulan atau Selamat Datang khas Maluku dengan part Ayo Mama berkumandang.

Selain itu ada Tarian Rakyat Jawa & Kalimantan seperti Cublak-cublak Suweng, Gundul-gundul Pacul, dan Ampar-ampar Pisang.

Aransemen musik dalam lagu ini menyelipkan warna bunyi khas instrumen tradisional Indonesia untuk mengisi melodi lagu daerah tersebut.

Ada Gamelan (Saron/Bonang) & Kendang yang memberikan ketukan berenergi dan aksen ritmis khas musik Jawa pada bagian lagu Cublak-cublak Suweng dan Gundul-gundul Pacul, Suling Bambu yang menghasilkan nada tiup yang manis dan mendayu untuk mengiringi transisi melodi tradisional Sumatra dan Kalimantan, Sasando / Ukulele yang mengisi latar melodi ceria untuk lagu daerah bagian Indonesia Timur seperti Ayo Mama dan Yamko Rambe Yamko.

Peleburan antara dentuman idol pop modern yang ceria dengan instrumen etnik ini dikemas dalam tempo cepat berkonsep karnaval, menciptakan nuansa yang megah sekaligus terasa sangat ramah di telinga masyarakat Indonesia.

Kamu sudah nonton belum? Gaskeun! (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id