Life Style

Rasakan Keragaman Kancah Musik Korea Selatan Modern di ‘KOREA SPOTLIGHT INDONESIA’

ZETIZENS.ID – Hubungan budaya antara Korea Selatan dan Indonesia semakin kuat. Selama beberapa tahun terakhir, audiens musik Indonesia telah menjadi salah satu pendukung paling berpengaruh di kancah musik Korea—melampaui genre K-pop yang sedang mendominasi dunia.

Semakin banyak audiens musik Indonesia yang ikut terpesona oleh berbagai aspek
musik Korea lainnya, antara lain subgenre musik indie Korea, R&B, alternative, electronica, dan pop-rock.

Menanggapi antusiasme yang semakin besar di Zamrud Khatulistiwa, Korea Creative Content Agency (disingkat KOCCA) bersemangat untuk menghadirkan beberapa artis musik Korea Selatan, yang berasal dari latar belakang dunia musik yang beraneka ragam, ke Indonesia dalam pertunjukan live showcase bertajuk “KOREA SPOTLIGHT INDONESIA”.

Dijadwalkan berlangsung di kompleks kreatif M Bloc Space, Jakarta, pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, “KOREA SPOTLIGHT INDONESIA” siap menjadi titik pertemuan penuh sukacita antara penggemar musik Korea di Jakarta dan beberapa artis Korea Selatan yang paling menarik dan kreatif saat ini.

Selain di Indonesia, KOCCA juga berencana menggelar acara serupa bertajuk “KOREA
SPOTLIGHT” di berbagai negara di seluruh dunia, antara lain Meksiko.

Sebelumnya, acara “KOREA SPOTLIGHT” telah diselenggarakan di Taiwan dan Thailand beberapa bulan yang lalu.

“KOREA SPOTLIGHT” merupakan program unggulan pertunjukan musik Korea berskala global yang diselenggarakan oleh KOCCA dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017 lalu, “KOREA SPOTLIGHT” telah sukses menghadirkan artis-artis papan atas Korea kepada para audiens musik di seluruh dunia.

“Melalui program ‘KOREA SPOTLIGHT’, KOCCA bertujuan untuk mendukung artis-artis yang berkembang di Korea Selatan dalam meneguhkan kehadiran internasional mereka. ‘KOREA SPOTLIGHT INDONESIA’ memperluas misi ini, menawarkan kesempatan kepada para musisiKorea Selatan untuk terhubung dengan para pencinta musik di Indonesia, membina
kolaborasi baru dengan para profesional industri, dan memperluas kehadiran kami di Asia Tenggara,” ucap KOCCA antusias.

Untuk “KOREA SPOTLIGHT INDONESIA”, KOCCA dengan bangga memperkenalkan deretan artis menarik yang terdiri dari can’t be blue, MRCH, Nerd Connection, dan Silly Silky. Artis-artis Korea Selatan ini dikurasi dan dipilih berdasarkan potensi mereka dalam menciptakan resonansi bersama khalayak pencinta musik di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Ditambah lagi, band alternative-rock Indonesia Reality Club dan band rock Malaysia Masdo juga akan turut meramaikan “KOREA SPOTLIGHT INDONESIA”.

Selain itu, can’t be blue, MRCH, Nerd Connection, dan Silly Silky adalah alumni Muse On, sebuah program penemuan dan pengembangan yang dipimpin oleh KOCCA yang berfokus pada artis-artis baru Korea Selatan.

“KOREA SPOTLIGHT INDONESIA” akan menampilkan penampilan perdana langsung keempat artis tersebut di Indonesia. Kesempatan ini juga menjadi pertama kalinya alumni program Muse On berpartisipasi dalam acara showcase”KOREA SPOTLIGHT”.

“Kami sadar bahwa Indonesia adalah pasar dengan kancah musik live yang berkembang
dengan sangat pesat, dan antusiasme para audiens musik terhadap pertunjukan live
sangatlah tinggi,” lanjut KOCCA. “Semua musisi yang mengambil bagian dalam ‘KOREA SPOTLIGHT INDONESIA’, menurut kami, memiliki kemampuan untuk menjalin hubungandengan para audiens musik Indonesia. Selain itu, kami percaya bahwa para audiens musik Indonesia akan merasakan musik Korea yang lebih beragam di ‘KOREA SPOTLIGHT INDONESIA’—seraya turut merasakan pertunjukan live yang memancarkan pesona yang lebih
segar dari sajian musik pada umumnya.”

can’t be blue, lewat diskografi mereka yang menangkap emosi anak muda era modern
dengan begitu kuat, telah melambung menjadi salah satu band terobosan paling menarik di kancah musik indie Korea saat ini.

Vokal ekspresif vokalis Dohun Lee semakin membentuk dan menghidupkan gaya bermusik band yang satu ini, yang menggabungkan pop dan rock dengan
subgenre R&B sebagai landasannya, dilengkapi dengan produksi musik yang canggih serta lirik yang emosional.

Pada bulan November 2025, pertunjukan can’t be blue berkapasitas 700
penonton terjual habis—sebuah prestasi yang semakin menunjukkan perkembangan pesat band ini dan mengukuhkan potensi mereka sebagai obsesi musik Korea Selatan berikutnya.

Dengan kemampuannya yang luar biasa dan terbukti selalu berhasil menciptakan hubungan dengan para penontonnya di mana pun ia tampil, MRCH (diucapkan seperti kata “March”, yang terinspirasi oleh bulan kelahiran sang musisi) baru-baru ini memantapkan dirinya sebagai salah satu singer-songwriter Korea Selatan yang patut disimak tahun ini.

Sentuhan orisinal MRCH pada subgenre musik indie pop, pop-rock, dan R&B sangat selaras dengan warna vokalnya yang lembut dan hangat bagaikan musim panas. Selain itu, dilengkapi dengan gaya panggungnya yang lucu dan pesonanya yang tak terbantahkan, MRCH aktif hadir di berbagai festival musik besar di Korea Selatan, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai
salah satu penampil live yang paling dicari di lanskap musik Korea saat ini.

MRCH juga turut menyumbangkan soundtrack untuk beberapa serial drama televisi Korea Selatan, antara lainThe Practical Guide to Love (2026) dan Love Scout (2025).

Bagi penikmat musik yang mendambakan energi emosional yang mentah dan jujur, Nerd Connection siap menyajikan apa yang para audiens inginkan.

Sejak debutnya pada tahun 2018, band alternative-rock asal Korea Selatan ini secara konsisten telah membangun dunia
musik yang begitu khas sembari menyuarakan keindahan hidup di tengah kegelapan dan pesimisme dunia—sebuah perspektif kreatif yang sanggup menggugah hati para pencinta musik usia muda di era modern yang penuh ketidakpastian ini.

Baru-baru ini, Nerd Connection merilis mini album terbaru mereka yang bertajuk On the Crest of a Wave, sebuah karya yang semakin memperlihatkan kepiawaian mereka dalam menyeimbangkan nuansa kegelisahan dan kerentanan.

Sejak terjun ke kancah musik elektronik (electronica) Korea Selatan, Silly Silky telah mencuri perhatian dan meraih berbagai penghargaan sepanjang perjalanan kariernya, termasuk trofi Best Dance & Electronic Song di ajang Korean Music Awards ke-16 pada tahun 2019 (ketika Silly Silky masih menggunakan nama panggung YESEO).

Sejak beralih menggunakan nama Silly Silky pada tahun 2022, dia terus membuktikan kepiawaiannya dalam bermusik—tidak
hanya sebagai penyanyi tetapi juga sebagai produser musik.

Mixtape tahun 2024 miliknya,
Silly but, Silky, merupakan sebuah mahakarya electropop berisi 20 lagu yang mengajak para pendengarnya untuk menjelajahi semesta musik Silly Silky serta hanyut sepenuhnya dalam lanskap suara yang berkilau indah.

Terakhir (namun tidak kalah penting), KOCCA turut antusias untuk mengungkapkan bahwa
can’t be blue, MRCH, Nerd Connection, dan Silly Silky juga akan memeriahkan panggung
AXEAN Festival 2026 yang akan berlangsung di Jimbaran Hub, Bali, pada tanggal 29-30
Agustus 2026.

Pada hari pertama festival (Sabtu, 29 Agustus), MRCH akan memeriahkan TuneCore Stage mulai pukul 20.40 hingga 21.10 waktu setempat, sedangkan Silly Silky akan tampil di EMPIRE Stage mulai pukul 21.10 hingga 21.40 waktu setempat.

Pada hari kedua festival (Minggu, 30
Agustus), can’t be blue akan menaklukkan TuneCore Stage mulai pukul 18.10 hingga 18.40 waktu setempat, sedangkan Nerd Connection dijadwalkan akan memeriahkan TuneCore Stage mulai pukul 20.40 hingga 21.10 waktu setempat.

“Hal terbaik tentang AXEAN Festival, yang merupakan salah satu acara pertunjukan musik terkemuka di Asia Tenggara, adalah Anda dapat bertemu dengan penampil luar biasa dari banyak negara di satu lokasi—seperti artis luar biasa kami dari Korea Selatan. Festival iniadalah lingkungan di mana, di atas segalanya, para penampil akan sangat bersemangat untuk memberikan penampilan terbaik mereka—terutama karena gelora dan intensitas para penonton AXEAN Festival yang sangat luar biasa sepanjang beberapa tahun terakhir ini,” tambah KOCCA.

Dan, pada akhirnya, “KOREA SPOTLIGHT INDONESIA”, serta partisipasi keempat artis Korea Selatan tersebut di AXEAN Festival 2026 mendatang, diharapkan mampu menciptakan ikatan yang lebih kuat antara para musisi Korea Selatan dan para pencinta musik di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Banyak orang yang mungkin hanya memikirkan tentang K-pop ketika mereka memikirkan tentang musik Korea. Namun, sekarang adalah waktunya bagi lebih banyak pencinta musik di luar sana, khususnya mereka yang ada di Indonesia dan Asia Tenggara, untuk juga menemukan musisi Korea—dengan pesona yang luar biasa pula—yang berangkat dari ragam genre musik lainnya, termasuk band, singer-songwriter, dan produser musik elektronik,” tutup KOCCA.

Untuk acara showcase “KOREA SPOTLIGHT INDONESIA” di Jakarta, pembelian tiket dapat dilakukan mulai hari Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 12 siang waktu Jakarta. (Sobri)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

zetizens.id