Life Style

Perjalanan Emerging Fashion:  Partisipasi Desainer Dunia di Moscow Fashion Week

ZETIZENS.ID – Pada 26 September–1 Oktober 2026, Moscow Fashion Week akan digelar di ibu kota Rusia sebagai ajang terbesar dunia bagi para emerging designer, mempertemukan peserta, buyer, influencer, dan perwakilan media dari berbagai negara.

Ajang ini telah berkembang menjadi ekosistem yang lengkap, di mana hanya dalam hitungan hari, sebuah jenama dapat meraih eksposur media yang signifikan, menarik perhatian audiens internasional, dan menjalin koneksi langsung dengan buyer.

Kini, Moscow Fashion Week menawarkan infrastruktur yang efisien untuk pertumbuhan dan ekspansi internasional, sesuatu yang, jika dibangun sendiri, akan membutuhkan waktu dan investasi jauh lebih besar.

Bagi para desainer Indonesia, Moscow Fashion Week sudah lama menjadi panggung yang familiar sekaligus menarik: pada musim-musim sebelumnya, jenama seperti Raegitazoro dan Irmasari Joedawinata telah memamerkan koleksinya di sana.

Partisipasi mereka menjadi bagian dari kehadiran Asia yang kian menonjol — salah satu fokus utama ajang ini.

Di musim 2026, kehadiran Asia terus tumbuh: line-up akan diramaikan oleh Limak By Kamil dari Sri Lanka, Momiwei dari Tiongkok, KGL dari India, serta desainer-desainer dari Turki dan Kazakhstan.

Selain itu, brand-brand dari Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain turut berpartisipasi dalam ajang di Moskow ini. Program juga akan menghadirkan pagelaran memukau dari desainer-desainer berbakat Rusia, termasuk Solangel, Inniki, Oleg Levitskiy, IgorGulyaev, Unke, dan Elisabetta.

Ketertarikan Asia terhadap Moscow Fashion Week juga diperkuat oleh fokus platform ini pada isu sustainability. Indonesia tengah mengalami salah satu periode paling menarik dalam sejarah industri fashionnya: 75% konsumen di Tanah Air bersedia membayar lebih untuk produk fashion yang berkelanjutan, sementara upcycling, teknik craftsmanship, dan identitas budaya bergerak dari praktik niche menuju arus utama.

Indonesian Fashion Chamber memegang prinsip local inspiration yang diinterpretasikan lewat lensa kontemporer, dan mendorong pembangunan berkelanjutan bersama pemerintah serta industri secara luas — termasuk melalui festival In2MotionFest, tempat gerakan nasional untuk ethical fashion dibahas.

Pendekatan ini — di mana produksi yang bertanggung jawab dan warisan budaya menjadi fondasi setiap koleksi — turut bergema di atas runway Moskow setiap musimnya.

“Moscow Fashion Week bisa menjadi jembatan bagi kolaborasi jangka panjang, pertukaran budaya, pengembangan pasar, dan pada akhirnya, pertumbuhan bersama antara Indonesia, Rusia, serta negara-negara BRICS+ lainnya yang turut berpartisipasi,” ungkap Ali Charisma, Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber.

Pentingnya menyeimbangkan identitas lokal dengan ambisi global juga ditegaskan oleh Nguyen Vi Huu Canh, Head of Fashion Sector, VDAS — Vietnam Design Association (Vietnam), yang akan mengunjungi ibu kota Rusia musim gugur ini bukan hanya untuk Moscow Fashion Week, tetapi juga untuk BRICS+ Fashion Summit — forum bisnis fashion bagi negara-negara dengan ekonomi yang tumbuh paling pesat.

“Menyeimbangkan identitas budaya dengan daya saing global — brand fashion dituntut untuk mempertahankan warisan budaya mereka sekaligus menciptakan produk yang relevan bagi pasar internasional. Hampir setiap desainer bercita-cita untuk masuk ke pasar global, terutama desainer muda dan emerging brand,” tegasnya.

Bagi para desainer ini secara khusus, akses ke platform seperti yang ada di Moskow membuka peluang untuk melestarikan identitas budaya mereka sembari menjangkau audiens internasional yang baru. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id