Edu

Menumbuhkan Keberanian Sejak Dini Mahasiswa KKM Kelompok 22 Desa Walikukun Untirta Edukasi Anak PAUD Nurul Falah Melalui Dongeng

ZETIZENS.ID – Pada hari Kamis pagi tanggal 30 Juli 2026, berlangsung kunjungan ke sekolah usia dini yaitu PAUD Nurul Falah, Yayasan Bina’ul Husna, pukul 08.30 WIB.

Kegiatan belajar mengajar (KBM), yang biasanya diisi kegiatan rutin anak-anak berubah menjadi aksi sosialisasi, mengenali cara mencegah kekerasan seksual sejak dini. Tujuannya membiasakan anak untuk bisa menjaga tubuh diri sendiri.

Mahasiswa Kelompok KKM Tematik Reguler 22 Desa Walikukun, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengusulkan gagasan pokok kesepakatan bersama melalui cerita fiktif kreasi dongeng.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja “Aku Berani Menjaga Diri”, yang mengusung tema SAHABAT DIRI (Saatnya Anak Hebat Menjaga Diri). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan pihak PAUD dan menyasar langsung anak-anak usia dini sebagai target utamanya.

Pembiasaan beraktivitas belajar yang dilakukan di PAUD Nurul Falah, ketika di pagi hari diawali dengan rutinitas pembacaan Iqro dan pembacaan ikrar.

Sebelum memasuki acara inti, anak-anak terlebih dahulu dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, dengan tujuan agar setiap anak dapat lebih mudah diawasi dan didampingi secara intensif oleh para mahasiswa KKM selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Di saat yang bersamaan, bertransformasi menjadi kegiatan acara inti utama mensosialisasikan kepada anak-anak tentang menjaga diri dan batasan area privasi lewati sebuah cerita fiktif dongeng, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sisi pengalaman dibungkus menjadi sebuah “Materi Pembelajaran” dengan pendekatan naratif.

Pendekatan ini dipilih agar anak-anak usia dini, bisa memahami materi dalam dunia imajinasi dan lewat imajinasi itulah pemahaman paling mudah tertanam.

Dongeng cerita fiktif edukatif ini diselenggarakan para mahasiswa KKM yang berperan sebagai pendongeng, yaitu Fitria Juliana, Amanda Zahra Ramadhani, Afni Aulia Rahma dan Anisa Isnaeni Faturohmah.

Cerita dibacakan penuh dengan ekspresi dan interaksi yang membuat anak-anak tetap antusias mengikuti jalannya kisah dari awal hingga akhir.

Kegiatan pengabdian yang dikemas dalam program “Aku Berani Menjaga Diri” oleh mahasiswa KKM Tematik Reguler 22 Untirta di PAUD Nurul Falah ini memberikan warna baru dalam cara menyampaikan edukasi penting kepada anak-anak.

Alih-alih menggunakan metode ceramah yang kaku dan menegangkan, mereka memilih pendekatan yang hangat dan interaktif melalui seni bercerita atau dongeng yang sangat dekat dengan dunia anak-anak.

Usai dongeng dituturkan, interaksi tidak lantas berhenti begitu saja. Anak-anak diajak kembali mengulas untuk memastikan bahwa alur cerita beserta pesan moralnya benar-benar tersampaikan dengan baik.

Sebagai penutup, seluruh peserta kembali beraktivitas bersama dalam kelompok kecil masing-masing yang telah dibentuk sejak awal kegiatan, melalui sebuah cara sederhana namun efektif untuk menguji sejauh mana pesan hari itu benar-benar dipahami.

Di balik cerita dan permainan yang mengiringi kegiatan ini, ada satu keyakinan yang ingin ditanamkan mahasiswa KKM, bahwa menciptakan ruang tumbuh kembang yang aman dan nyaman bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar anak.

Pihak PAUD Nurul Falah pun menyambut antusias kehadiran program ini, dengan harapan sederhana, kolaborasi semacam ini tidak berhenti di satu kegiatan, melainkan menjadi langkah awal dari perhatian yang berkelanjutan terhadap perlindungan anak sejak usia dini.

Program “Aku Berani Menjaga Diri” menunjukkan bahwa isu perlindungan anak bisa disampaikan tanpa harus menakut-nakuti.

Dengan bungkus cerita yang menyenangkan, mahasiswa KKM Tematik Reguler 22 Untirta berupaya menanamkan bekal penting bagi anak-anak PAUD Nurul Falah yang diharapkan menjadi pondasi berharga dalam tumbuh kembang mereka ke depannya. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id