HMTI Unsera Hadirkan Inovasi Alat Pengusir dan Perangkap Hama
Berbasis IoT untuk Petani Sawah Luhur

ZETIZENS.ID – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Serang Raya (Unsera) menghadirkan inovasi alat pengusir dan perangkap hama berbasis Internet of Things (IoT) bagi petani di wilayah Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Inovasi ini merupakan salah satu program unggulan dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat HMTI Unsera Tahun 2026.
Program tersebut mengusung tema “Dari Industri untuk Negeri: Kolaborasi, Inovasi, Literasi Mutu Pendidikan untuk Masyarakat yang Mandiri dan Berkelanjutan.”
Pengembangan alat ini berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan hama yang kerap menjadi
tantangan dalam aktivitas pertanian, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung produktivitas petani.
Alat ini dirancang dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), sensor, dan cahaya ultraviolet (UV) untuk membantu proses pengendalian hama di area persawahan.
Sistem tersebut memungkinkan pemantauan dan pengoperasian perangkat melalui konektivitas digital sesuai fitur yang diterapkan. Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi yang praktis dan adaptif terhadap kebutuhan pertanian.
Ketua HMTI Unsera, Erlan Priadi, menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan mahasiswa agar
memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Perkembangan teknologi harus mampu menjawab persoalan yang ada di sekitar kita, termasuk di sektor pertanian. Melalui inovasi alat pengusir dan perangkap hama berbasis IoT ini, kami ingin mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih adaptif bagi petani. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkenalkan penerapan teknologi digital di lingkungan pertanian Sawah Luhur,” ujar Erlan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Abi Rafli Firdaus, menjelaskan bahwa pengembangan alat dilakukan melalui tahapan perancangan, perakitan komponen, integrasi sistem, hingga pengujian fungsi perangkat.
“Dalam proses pengembangannya, kami berupaya menggabungkan beberapa komponen teknologi agar alat dapat bekerja sesuai dengan fungsi yang direncanakan. Kami berharap inovasi ini dapat diperkenalkan dan dimanfaatkan oleh petani sebagai salah satu alternatif dalam membantu pengendalian hama di area persawahan,” ungkap Abi.
Dukungan juga disampaikan oleh Nabani selaku Ketua RT 01. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa HMTI UNSERA yang telah membawa inovasi teknologi ke lingkungan masyarakat, khususnya bagi para petani.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa dengan membawa inovasi seperti ini tentu menjadi hal positif bagi masyarakat. Semoga alat yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat bagi petani dan terus dikembangkan ke depannya,” ungkap Nabani.
Apresiasi turut diberikan oleh Adnan, S.Psi., selaku Sekretaris Kelurahan, yang menilai
inovasi alat pengusir dan perangkap hama berbasis IoT tersebut sebagai gagasan yang baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan di sektor pertanian.
“Menurut saya, ini merupakan inovasi yang bagus. Mahasiswa mampu menghadirkan
teknologi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Adnan.
Salah satu petani di wilayah Sawah Luhur juga menyambut baik pengenalan alat tersebut.
Menurutnya, inovasi teknologi yang berkaitan dengan pengendalian hama menjadi hal yang menarik bagi petani karena persoalan hama masih menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan pertanian.
“Kami merasa senang dengan adanya perhatian dari mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi petani. Semoga alat ini bisa bekerja dengan baik, membantu mengurangi gangguan hama, dan memberikan manfaat bagi pertanian kami,” ujar salah satu petani.
Pengenalan inovasi ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling bertukar pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Antusiasme dan respons positif dari masyarakat diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan inovasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani.
Melalui program ini, HMTI Unsera berupaya menghubungkan keilmuan Teknik Industri
dengan kebutuhan masyarakat melalui penerapan teknologi. Kolaborasi bersama masyarakat diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Melalui semangat dari Industri untuk Negeri, HMTI Unsera berkomitmen menghadirkan
inovasi yang berangkat dari persoalan masyarakat serta memberikan kontribusi bagi pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. (Zee)







