Life Style

Riding With Dad, Pererat Hubungan Ayah dan Anak

ZETIZENS.ID – Beberapa waktu lalu di Solo ada even keren bernama Riding With Dad. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan ayah dan anak untuk mempererat ikatan keluarga. So romantic.

Riding With Dad Vol. 18 di Solo adalah acara rutin. Dan kali ini lebih dari 400 peserta yang terdiri dari para ayah dan anak-anak mereka ikut serta.

Tujuannya tidak hanya mengisi waktu berkualitas bersama anak di luar rutinitas harian tapi jugak mengampanyekan semangat melawan fenomena fatherless alias etidakhadiran figur ayah dalam tumbuh kembang anak.

Independen

Riding With Dad (RWD) merupakan gerakan sosial independen yang diinisiasi oleh pencinta otomotif, salah satunya Billi Sandi, dengan fokus utama mengampanyekan gerakan melawan fenomena fatherless di Indonesia melalui aktivitas berkendara santai alias city rolling bersama anak.

Gerakan ini dilaksanakan secara bergilir dari satu kota ke kota lainnya di Indonesia. Setelah menyelesaikan Vol. 18 di Solo pada akhir Oktober 2026, jadwal resmi berikutnya yang telah diumumkan Riding With Dad Vol. 20 kota tujuan adalah Jakarta dengan waktu pelaksanaan, Minggu, 22 November 2026.

Pelaksanaan acara ini selalu berkolaborasi secara luas dengan lintas komunitas lokal dan berbagai partner di setiap kota, seperti contohnya di Solo kemarin.

Acaea ini diperkuat oleh kolektif seperti Bapak2 Otomotif, Paguyuban Honda Solo (PHS), Sylo Soloraya, dan Surakarta Hadiningride juga didukung penuh oleh jaringan pemuda seperti YukNgajiSolo, HIPMI, serta GAS MAS.

Isu Sosial

Pentingnya gerakan atau acara Riding With Dad berakar pada isu sosial yang mendalam di Indonesia, khususnya mengenai fenomena “Fatherless Country” (negeri tanpa ayah), di mana Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara dengan tingkat ketidakhadiran keterlibatan figur ayah yang cukup tinggi dalam pengasuhan anak.

Berikut adalah beberapa poin penting mengapa gerakan ini sangat krusial:

1. Melawan Fenomena Fatherless

Kesadaran Pengasuhan: Mengingatkan para ayah bahwa peran mereka tidak hanya sebatas mencari nafkah (secara finansial), tetapi juga harus hadir secara emosional dan psikologis dalam tumbuh kembang anak.

Dampak Psikologis: Kehadiran aktif seorang ayah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kepercayaan diri anak, membantu perkembangan kognitif, dan mengurangi risiko gangguan kecemasan atau kenakalan remaja saat mereka dewasa.

2. Menciptakan Quality Time yang Berkualitas

Momen Pengalaman Bersama: Berkendara santai (riding) memberikan ruang bagi ayah dan anak untuk menikmati perjalanan bersama, mengobrol santai, dan menciptakan memori masa kecil yang membekas bagi anak.

Lepas dari Gadget: Acara luar ruangan seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk mengalihkan anak-anak (dan juga sang ayah) sejenak dari layar gawai (screen time) demi interaksi dunia nyata yang hangat.

3. Membangun Wadah Supor antar-Ayah (Support System)

Normalisasi Kedekatan: Melalui konvoi bersama, para ayah dapat melihat sesama pria/bapak lainnya yang tidak canggung mengekspresikan kasih sayang, memeluk, dan meluangkan waktu khusus untuk anak-anak mereka.

Ruang Berbagi: Menjadi tempat berkumpulnya komunitas para ayah untuk saling berbagi cerita, tips pengasuhan, sekaligus menyalurkan hobi otomotif secara positif.

4. Edukasi Keselamatan Berkendara (Safety Riding) sejak Dini

Contoh Nyata: Acara ini mewajibkan penggunaan helm, jaket, dan mematuhi rambu lalu lintas, sehingga anak-anak belajar secara langsung dari ayahnya mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan di jalan raya. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id