Nusantara

KPwBI Provinsi Banten Kolaborasikan Pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas Menjadi Jam Kayu Bersama UMKM Hokay Kaywood

ZETIZENS.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten berkolaborasi dengan UMKM CV. Kriya Tama Wisesa (Hokay Kaywood) dalam mengembangkan produk jam kayu dengan memanfaatkan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai motif pada bagian case jam. Inovasi yang mengusung konsep Waste to Product (WTP) ini dipamerkan dalam ajang Karya Kreatif Banten x Banten Investment Forum 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di BXc Mall, Tangerang Selatan, sebagai upaya mendorong pemanfaatan limbah secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah ekonomi, serta memperkuat peran UMKM dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai

Inovasi jam kayu Hokay Kaywood merupakan salah satu bentuk pemanfaatan LRUK yang dihasilkan dari proses peracikan uang kertas yang tidak lagi layak edar. Melalui kolaborasi dengan UMKM, material tersebut dimanfaatkan sebagai elemen motif pada bagian *case* jam kayu sehingga menghasilkan karakter desain yang unik, eksklusif, dan memiliki nilai tambah.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berfokus pada penanganan material sisa, tetapi juga dapat diarahkan pada penciptaan produk kreatif yang memiliki potensi ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, LRUK dikembangkan menjadi bagian dari produk kerajinan yang menggabungkan nilai keberlanjutan lingkungan, kreativitas, dan peluang usaha.

Wujud Implementasi Green PUR melalui Kolaborasi UMKM

Pemanfaatan LRUK menjadi jam kayu merupakan bagian dari implementasi semangat *Green PUR* (Pengelolaan Uang Rupiah) di KPwBI Provinsi Banten. Melalui pendekatan *Waste to Product*, Bank Indonesia mendorong pemanfaatan material sisa pengelolaan uang Rupiah agar dapat memberikan nilai tambah melalui inovasi dan kolaborasi dengan pelaku usaha.

Dalam pelaksanaannya, CV. Kriya Tama Wisesa (Hokay Kaywood) berperan sebagai mitra UMKM yang mengembangkan potensi LRUK menjadi produk jam kayu dengan desain yang menarik. Kolaborasi ini mempertemukan upaya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dengan kemampuan UMKM dalam menghasilkan produk kreatif yang berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain menghadirkan inovasi produk, pengembangan usaha ini juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, baik melalui kegiatan produksi, pengolahan material, maupun pengembangan pemasaran. Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan dari aspek lingkungan, tetapi juga dari aspek ekonomi dan sosial.

Promosikan Inovasi pada Karya Kreatif Banten x Banten Investment Forum 2026

Keikutsertaan produk jam kayu Hokay Kaywood dalam Karya Kreatif Banten x Banten Investment Forum 2026 menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi pemanfaatan LRUK kepada masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan. Pameran yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di BXc Mall, Tangerang Selatan, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk hasil kolaborasi yang memadukan material limbah, keterampilan kerajinan, dan nilai keberlanjutan.

Kehadiran produk ini juga memperlihatkan bahwa inovasi berbasis lingkungan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya tarik komersial. Dengan desain yang khas, jam kayu Hokay Kaywood berpotensi menjadi contoh pengembangan produk kreatif yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.

Dorong Ekonomi Sirkular dan Pemberdayaan Masyarakat

Melalui kolaborasi bersama Hokay Kaywood, KPwBI Provinsi Banten berharap pemanfaatan LRUK dapat terus dikembangkan dan diperluas pada berbagai produk kreatif lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan mampu mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular, memperkuat daya saing UMKM, membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, serta meningkatkan nilai ekonomi dari material sisa pengelolaan uang Rupiah.

Inisiatif ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia dan UMKM dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi daerah.

Melalui inovasi LRUK menjadi jam kayu, KPwBI Provinsi Banten bersama CV. Kriya Tama Wisesa (Hokay Kaywood) menghadirkan praktik pemanfaatan limbah yang tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga membuka peluang terciptanya manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Banten.

Tulisan Terkait

zetizens.id