Nusantara

Pemkab Serang Dorong Sekolah Aman dan Nyaman, Pendidikan Karakter Anak Jadi Perhatian

ZETIZENS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak dalam mendukung proses belajar mengajar. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada kepala sekolah dan guru di berbagai jenjang pendidikan.

Saat ditemui di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Serang, Selasa (22/9/2026), Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, mengatakan sosialisasi sekolah aman dan nyaman menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di Kabupaten Serang.

“Alhamdulillah, kita sudah melakukan beberapa kegiatan sosialisasi terkait sekolah aman dan nyaman. Tentu kita juga terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,” ujar Abidin.

Menurutnya, sosialisasi tersebut telah dilakukan kepada para kepala sekolah dan guru agar bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter anak.

Abidin juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi guru kelas terkait strategi menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Hari ini juga kita sedang melakukan bimtek untuk guru-guru kelas terkait bagaimana menciptakan sekolah yang aman dan nyaman,” katanya.

Selain itu, Pemkab Serang berencana mengundang seluruh kepala sekolah di Kabupaten Serang pada 28 September 2026 untuk membahas strategi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Abidin menambahkan, pembentukan karakter anak juga berkaitan dengan penerapan tujuh kebiasaan anak yang terus disosialisasikan kepada sekolah.

Menurutnya, kemajuan teknologi menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Anak-anak sekarang mudah sekali membuka berbagai akses melalui teknologi. Karena itu, kami menginstruksikan kepada sekolah agar penggunaan handphone tidak dibawa ke sekolah. Selama proses pembelajaran, handphone tidak boleh digunakan,” jelasnya.

Terkait pengawasan anak di luar lingkungan sekolah, Abidin menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua dan lingkungan keluarga juga sangat penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak.

“Kalau selama di sekolah tentu menjadi tanggung jawab kami. Setelah anak keluar dari sekolah, itu menjadi tanggung jawab orang tua atau wali murid,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah mendorong komite sekolah untuk menyampaikan kepada orang tua mengenai pentingnya membangun kebiasaan positif anak di lingkungan keluarga.

Beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan di rumah, kata Abidin, antara lain tidur tepat waktu, beribadah, berolahraga, serta membangun kebiasaan positif lainnya.

“Karakter itu dibangun dari lingkungan dan orang tua. Oleh karena itu, saya kira ini menjadi tanggung jawab kita semua. Lingkungan, orang tua, dan sekolah sama-sama memiliki tanggung jawab bagaimana kita membangun dan memperbaiki karakter anak,” katanya.

Menurut Abidin, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendidikan karakter, etika, dan akhlak perlu ditanamkan sejak dini agar anak memiliki kebiasaan dan perilaku yang positif.(dik)

Tulisan Terkait

zetizens.id