Finance

Cari Tahu Sepak Terjang Purbaya Yudhi Sadewa saat Menjadi Menteri Sebelum Diganti

ZETIZENS.ID – Purbaya Yudhi Sadewa sudah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Presiden Prabowo Subianto secara mendadak mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara pada 14 September 2026.

Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan selama kurang lebih selama 1 tahun 5 hari sejak September 2025 sebelum akhirnya di-reshuffle.

Pada salah satu wawancara, Purbaya mengungkapkan bahwa perombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan turut menjadi salah satu faktor di balik pencopotannya.

Sepak Terjang

Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. Masa jabatannya resmi berakhir setelah dicopot melalui perombakan kabinet (reshuffle) pada 14 September 2026 dan posisinya digantikan oleh Suahasil Nazara.

Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan (September 2025 – September 2026), Purbaya Yudhi Sadewa membawa pendekatan fiskal yang agresif demi menggenjot perekonomian nasional.

Beberapa kebijakan dan langkah strategis yang telah ia kerjakan meliputi:

1. Kebijakan Likuiditas & Stimulus Ekonomi

Injeksi Dana Cadangan: Ia mengambil langkah berani dengan menggelontorkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun dari kas negara di Bank Indonesia ke bank-bank milik negara (Himbara) untuk merangsang penyaluran kredit ekonomi.

Menjaga Pertumbuhan Ekonomi: Di bawah arahannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat terdorong naik dari kisaran 5% hingga menyentuh 5,61% pada Kuartal I-2026.

Mempertahankan Subsidi BBM: Melakukan simulasi skenario fiskal guna memastikan BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai arahan presiden meskipun di tengah gejolak harga minyak mentah global.

2. Reformasi Birokrasi Intern & Kebersihan Pajak

Pembersihan Internal DJP: Mengambil tindakan tegas dengan memecat 26 pegawai pajak yang terbukti melakukan pelanggaran berat tidak dapat diampuni.

Kanal Aduan Publik: Membuka kanal pengaduan langsung bernama “Lapor Pak Purbaya” untuk mempermudah masyarakat melaporkan kecurangan oknum pegawai pajak maupun bea cukai.

Perombakan Pejabat: Melakukan rotasi dan perombakan besar-besaran terhadap pejabat struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai pasca-investigasi kasus restitusi pajak.

3. Sektor Perpajakan & Cukai

Penundaan Pajak Pedagang Online: Menunda penerapan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% bagi pedagang marketplace/e-commerce demi menjaga daya beli masyarakat hingga pertumbuhan ekonomi lebih stabil.

Tarif Cukai Rokok Tetap: Memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (rokok) untuk tahun 2026 guna menekan peredaran rokok ilegal dan melindungi tenaga kerja industri.

Pemberantasan Impor Ilegal: Memperketat pengawasan di pelabuhan dengan mendorong penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di Bea Cukai untuk mendeteksi praktik kecurangan harga (underinvoicing).

Ekonom Senior

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa adalah seorang ekonom senior, bankir, dan pejabat birokrasi dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan swasta maupun pemerintahan.

Jabatan terakhirnya persis sebelum ditunjuk sebagai Menkeu adalah sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dijabatnya dari tahun 2020 hingga September 2025.

Berikut adalah rincian profesi dan posisi strategis yang pernah diemban Purbaya:

1. Jabatan di Pemerintahan & Lembaga Negara

Ketua Dewan Komisioner LPS (2020–2025): Bertanggung jawab menjamin simpanan nasabah perbankan dan menjaga stabilitas sistem perbankan nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi (2018–2020): Menjabat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di bawah Luhut Binsar Pandjaitan.

Staf Khusus & Deputi di Berbagai Kementerian:Deputi III bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP) pada tahun 2015.

Staf Khusus di Kemenko Perekonomian dan Kemenko Polhukam.

Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada masa kepresidenan SBY.

2. Sektor Swasta & Pasar Keuangan (Ekonom & Manajemen)

Sebelum aktif di pemerintahan, Purbaya berkarier di industri pasar modal melalui BUMN sekuritas dan riset ekonomi:

Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008).
Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (2013–2015).
Chief Economist / Senior Economist di Danareksa Research Institute.

3. Awal Karier 

Latar belakang pendidikan S1 Purbaya sebenarnya adalah Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Oleh karena itu, ia memulai karier profesionalnya sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (perusahaan multinasional layanan ladang minyak) pada tahun 1989–1994 sebelum akhirnya beralih total mengambil gelar Master dan Ph.D di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, AS. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id