Nusantara

DKBPPPA Kabupaten Serang Perkuat Sosialisasi KB dan Perlindungan Anak hingga Tingkat RT/RW

ZETIZENS.ID – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang terus memperkuat sosialisasi program keluarga berencana (KB), pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak hingga ke tingkat kecamatan, desa, bahkan lingkungan RT dan RW.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mempermudah akses pelayanan dan memastikan program pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Haerofiatna, usai menghadiri pelantikan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Serang periode 2026-2031 di Gedung KORPRI Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).

Haerofiatna mengatakan, program keluarga berencana tetap menjadi salah satu tugas utama DKBPPPA. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, termasuk mempertimbangkan kondisi ekonomi dalam menentukan waktu kelahiran.

“Terus saya tetap sosialisasi tentang keluarga berencana, seperti apa menunda kelahiran dengan kondisi ekonomi seperti apa,” kata Haerofiatna.

Menurutnya, edukasi juga terus dilakukan terkait perlindungan perempuan dan anak (PPA). Sosialisasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga dilakukan di sekolah, kecamatan, desa hingga lingkungan RT dan RW.

“PPA juga tetap sosialisasi ke lapangan, baik ke sekolah maupun kecamatan, desa, bahkan sampai RT. Ini perlu sinergi,” ujarnya.

Kekerasan terhadap Anak Jadi Perhatian
Terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Haerofiatna menyebut angkanya masih mengalami dinamika. Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan dinilai sebagai perkembangan positif.

“Angka kekerasan naik turun. Karena banyak yang sudah memahami dan banyak yang mulai speak up. Pelaku juga mungkin sudah mulai takut. Kalau kita tahu dan cepat dilaporkan, pelaku bisa segera ditangani,” katanya.

Ia berharap angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Serang dapat terus ditekan. Untuk itu, intervensi perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah di tingkat kecamatan, desa, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.

“Karena kejadiannya banyak di wilayah kewenangan camat, apalagi di sekolah. Banyak kejadian yang melibatkan anak-anak sekolah yang terkadang di luar dugaan kita,” jelasnya.

Haerofiatna menegaskan, edukasi dan pengawasan terhadap anak harus terus dilakukan meskipun berbagai sosialisasi telah diberikan. Menurutnya, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan.

Tetap Maksimalkan Program di Tengah Efisiensi Anggaran
Dalam pembinaan organisasi dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pencegahan kekerasan seksual, Haerofiatna mengakui pelaksanaannya belum dapat dilakukan secara maksimal karena adanya efisiensi anggaran.
Meski demikian, pihaknya memastikan program dan tugas pelayanan kepada masyarakat tetap dijalankan.

“Memang kurang maksimal karena berkaitan dengan efisiensi anggaran. Tetapi kita akan terus lakukan. Walaupun tanpa anggaran, kita harus tetap memaksimalkan semuanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program DKBPPPA juga terus diarahkan sesuai tugas, tanggung jawab, arahan Bupati Serang, serta standar operasional prosedur (SOP).

Di sisi lain, DKBPPPA Kabupaten Serang baru-baru ini meraih penghargaan sebagai juara terbaik pertama dalam perlombaan Prasama Prasemaya Karya Kencana tingkat Provinsi Banten 2026 yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Banten kategori umum.

Menurut Haerofiatna, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran DKBPPPA untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Manfaatnya memotivasi kita untuk terus lebih baik lagi, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai sudah diberikan penghargaan, tetapi pelayanannya justru turun,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu aspek yang mendukung penilaian adalah inovasi sosialisasi program melalui media sosial, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

“Sekarang kondisinya sudah berubah. Kita perlu menggunakan gadget dengan baik. Informasi dan sosialisasi juga disampaikan melalui media sosial,” katanya.

Atas prestasi tersebut, Kabupaten Serang juga akan mewakili Provinsi Banten dalam perlombaan tingkat nasional. Haerofiatna menyebut persiapan untuk mengikuti ajang nasional tersebut tengah dilakukan.

“Besok kita mewakili Provinsi Banten untuk ikut nasional. Hari ini saya mengejar materi dulu. Mohon doanya, mudah-mudahan mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haerofiatna menegaskan bahwa program KB bukan semata-mata untuk mencegah kelahiran, melainkan membantu keluarga merencanakan kelahiran sesuai kondisi dan kemampuan keluarga.

Ia menyebut pemahaman tersebut penting di tengah kondisi ekonomi yang terus mengalami perubahan.

“Pentingnya ber-KB itu untuk menunda kelahiran, bukan untuk mencegah. Karena kondisi ekonomi sekarang sudah berbeda dengan dahulu,” jelasnya.

Menurutnya, keluarga perlu memiliki perencanaan matang sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Ia menggambarkan pentingnya perencanaan tersebut melalui konsep “5 T” dan mendorong masyarakat agar memiliki pola pikir yang lebih terencana dalam menjalani kehidupan.

Selain perencanaan, Haerofiatna juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemampuan berpikir dan bergerak dalam merealisasikan berbagai program.

“Manusia punya otak, gunakan untuk berpikir. Mindset kita harus berubah. Kemudian kita juga punya otot, artinya harus bergerak. Program yang sudah direncanakan dengan baik jangan hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus ada aksi di lapangan,” pungkasnya.(dik)

Tulisan Terkait

zetizens.id