Life Style

#BeraniBicaraBerat Badan Jadi Cara Mengubah Cara Pandang Obesitas dengan Langkah yang Tepat

Kampanye “Berani Bicara Berat” dari APL, mendorong pemahaman terkait Obesitas sebagai Penyakit Kronis

ZETIZENS.id – Pernah nggak Kamu memperhatikan obrolan di meja makan keluarga, saat berkumpul dengan orang terdekat, teman, bahkan bestie di sela-sela jam istirahat kantor, atau tempat nongkrong.

Kita begitu terbuka membahas tren fesyen terkini, rencana liburan akhir pekan, atau soal kenaikan harga bahan pokok. Namun, begitu topik bergeser ke angka timbangan atau lingkar pinggang, suasana mendadak canggung. Obrolan tentang berat badan kerap ditutup rapat, dianggap sebagai wilayah privat yang terlalu tabu untuk diangkat ke permukaan.

Padahal, faktanya kita tidak bisa lho mengabaikan soal berat badan seseorang. Saat ini, prevalensi obesitas telah melonjak hingga 23,4%. Artinya, ada satu dari setiap empat orang dewasa di Indonesia kini tengah menghadapi kondisi kelebihan berat badan alias obesitas. Ini bukan lagi sekadar isu estetika atau penampilan, melainkan sebuah tantangan kesehatan serius yang dampaknya dirasakan langsung oleh keutuhan dan kesejahteraan keluarga di Indonesia.

PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), perusahaan Zuellig Pharma, cukup peduli pada isu ini sehingga meluncurkan “Berani Bicara Berat”, sebuah kampanye edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obesitas sebagai penyakit kronis yang kompleks serta mendorong individu untuk memperoleh penanganan medis yang tepat.

“Tantangan terbesarnya itu ada pada persepsi atau pandangan umum sosial dimana obesitas kerap dianggap karena kegagalan individu, males dan lain-lain padahal obesitas itu penyakit kronis dan untuk bisa mengendalikannya itu perlu dengan bantuan medis dan dukungan sosial, bersama sama dengan #BeraniBicaraBerat kita mengubah cara pandang masyarakat untuk mengambil langkah tepat dan kapan harus bertanya ke tenaga ahli/profesional untuk mengendalilannya,” ujar Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) saat membuka peluncuran #BeraniBicara Berat di Jakarta, Jumat (15/8/2026).

 

Ia mengatakan, untuk menangani obesitas, kita perlu memperkuat edukasi mengenai penanganan obesitas dan mendorong perubahan perilaku masyarakat, sehingga orang yang hidup dengan obesitas dapat memperoleh penanganan yang tepat.

“Ajakan #BeraniBicaraBerat hadir untuk meluruskan berbagai persepsi tersebut dengan menempatkan obesitas sebagai penyakit kronis yang kompleks yang memerlukan penanganan medis berkelanjutan serta dukungan yang tepat dari tenaga kesehatan.

“Didorong oleh misi APL untuk membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses, kami percaya bahwa sudah saatnya kita membangun kembali percakapan mengenai berat badan dan mengubah secara mendasar cara kita memandang obesitas. Tidak seorang pun seharusnya menghadapi tantangan obesitas seorang diri.

“Melalui kampanye Berani Bicara Berat, kami berupaya memberdayakan masyarakat melalui edukasi berbasis sains, sekaligus mendorong mereka untuk mengambil langkah selanjutnya dengan mencari dukungan dan penanganan yang dibutuhkan melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan,” ujar Ay Lie Widjaja, Chief Operating Officer, Commercialization, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL).

“Tubuh kita punya mekanisme biologis yang secara alami mempertahankan berat badan, sehingga pencapaian penurunan berat badan yang signifikan dan berkelanjutan melalui perubahan gaya hidup saja dapat menjadi tantangan. Oleh karena itu, penanganan obesitas memerlukan pendekatan jangka panjang, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko komplikasi, bukan semata-mata berfokus pada pencapaian angka tertentu pada timbangan,” ujar Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, Ketua Umum Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Kompleksitas obesitas juga menunjukkan bahwa tidak terdapat pendekatan yang bersifat one-size-fits-all dalam penanganannya. Kondisi kesehatan, kebutuhan nutrisi, perilaku, dan tujuan kesehatan setiap individu dapat berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

“Yang lebih esensial dari #BeraniBicaraBerat badan adalah mengetahui kondisi kesehatan diri kita dan kita bisa mengendalikan obesitas dengan cara menghubungi tenaga ahli, mendatangi ahli gizi, dan atau bergabung dengan komunitas sehat. Edukasi diet itu bukan soal seberapa cepat berat badan turun tapi diet itu mengatur makanan dab harus menyesuaikan aktivitas dan kebutuhan masing-masing. Jadi asesmen gizi klinis membantu menentukan strategi nutrisi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu. Strategi tersebut kemudian dapat dilengkapi dengan perubahan perilaku, dukungan psikologis, dan terapi medis, sehingga membentuk pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI).

Lewat #BeraniBicaraBerat setiap kamu juga diajak untuk bisa mengakses www.obesityisadisease-id.com dan mengecek BMI kita sebelum akhirnya bertindak lebih untuk memecahkan stigma mencari dukungan dari tenaga profesional serta menuju perawatan kesehatan yang tepat. (*)

 

 

 

 

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

zetizens.id