Edu

Program Kerja Secret Box Prodi BKPI Dorong Siswa MTsN 1 Kota Serang Membiasakan Perilaku Positif

ZETIZENS.ID — Mahasiswa PLP Integratif Kelompok 18 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) melaksanakan program “Secret Box” bagi siswa kelas VII MTsN 1 Kota Serang. Program ini dirancang sebagai upaya membentuk kebiasaan positif siswa melalui teknik *behavior chart*.

Program Secret Box mengajak siswa mencatat berbagai kebaikan yang mereka lakukan setiap hari, seperti membantu teman, membantu guru, menjaga kebersihan, jujur dalam mengerjakan tugas, melaksanakan ibadah, hingga membantu orang tua di rumah. Catatan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam *Secret Box* dan direkap secara berkala sebagai bagian dari proses pemantauan dan penguatan perilaku positif siswa.

Guru BK kelas VII, Hj. Iin Rohmaniyah, S.Psi., menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, pembiasaan harus dilakukan secara konsisten agar perilaku positif dapat berkembang menjadi sebuah kebiasaan.

“Kalau hanya insidental saja, itu akan sulit menjadi habit anak-anak. Jadi, memang kita harus membiasakan ini sejak dini,” jelasnya.

Sementara itu, Risma Rahmawati, selaku penanggung jawab program Secret Box dari Prodi BKPI, mengatakan bahwa kegiatan ini penting bagi siswa kelas VII yang sedang berada pada fase awal dalam membangun kebiasaan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.

Melalui behavior chart, siswa diarahkan untuk mengenali dan membiasakan perilaku positif secara lebih terarah.

Hal senada disampaikan Hany Saputri, penanggung jawab program Secret Box lainnya. Ia berharap kebiasaan positif yang dibangun melalui program ini dapat terus diterapkan siswa meskipun program telah selesai, mulai dari beribadah, membantu orang tua dan guru, menolong teman, menjaga emosi, hingga membiasakan diri bersikap jujur dan peduli terhadap lingkungan.

Ahmad Fathir Alpazri, selaku Ketua PLP Integratif Kelompok 18, menambahkan bahwa Secret Box bukan sekadar program pemberian penghargaan, tetapi menjadi media untuk membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap ketika program ini selesai, kebiasaan baik tersebut tidak ikut selesai. Yang paling penting adalah bagaimana siswa mampu membawa kebiasaan positif itu dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Melalui program ini, mahasiswa PLP berharap kebiasaan positif yang sederhana dapat terus dilakukan secara konsisten hingga menjadi bagian dari karakter siswa. Program ini juga diharapkan dapat dilanjutkan oleh pihak madrasah setelah masa PLP berakhir. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id