Life Style

Aruma Ajak Kita Pulang ke Diri Sendiri Lewat Nomor Terbaru “Jalan Buntu”

ZETIZENS.ID – Menjalani setengah tahun 2026 dengan menghadirkan banyak karya, kini Aruma kembali  menyapa pendengar setianya lewat single terbaru berjudul “Jalan Buntu”.

Sebelum menjadi aransemen seperti yang sekarang, liriknya ternyata sudah ditulis lebih dulu oleh peraih piala Anugerah Musik Indonesia 2023 kategori Pendatang Baru Terbaik ini.

“Jadi, saat itu, aku sedang berpikir tentang bagaimana seseorang bisa datang dan membuat hidup kita yang sebelumnya baik-baik saja dengan kesendirian, malah jadi takut kehilangan. Dari sana, terciptalah “Jalan Buntu” yang bercerita tentang seseorang yang sebenarnya sadar kalau hubungan yang sedang dijalani mungkin tidak punya arah, tapi tetap memilih untuk tinggal karena masih ada harapan. Inti lagu ini sendiri menurutku ada di lirik ‘Sebab dua kemungkinan yang kutahu, kehilanganmu atau kehilangan aku.’ Tentang pilihan antara kehilangan seseorang yang kita sayang atau perlahan kehilangan diri sendiri karena terlalu lama mempertahankan sesuatu.”

Dalam pengerjaannya, Aruma kembali berkolaborasi dengan Dimas Wibisana bersama Willmara. Ia membawa lirik serta cerita yang telah ia tulis, kemudian ketiganya mengembangkan lagu tersebut bersama-sama.

“Prosesnya kami lakukan secara bersama-sama. Kami mencoba beberapa pendekatan, sampai akhirnya menemukan bentuk yang menurut kami paling pas dengan cerita yang ingin disampaikan lagu ini,” jelas pemilik nama lengkap Ni Dewi Aruman ini.

Bagi Aruma, bisa kembali bekerja sama dengan Dimas juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. “Aku selalu senang bisa bekerja sama dengan Dimas karena karya sebelumnya “Rindu Berjatuhan” adalah lagu yang paling aku sukai di album Berbunga.”

“Jalan Buntu” juga memperlihatkan sisi Aruma yang lebih rapuh dan sedikit lebih gelap. Jika beberapa karya sebelumnya banyak berbicara tentang menerima sesuatu yang telah terjadi atau belajar untuk bangkit kembali, kali ini ia memilih bercerita dari tengah-tengah proses tersebut—ketika seseorang masih bingung, masih berharap, dan masih takut kehilangan.

Menurutnya, perasaan tersebut merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Seseorang bisa saja menyadari bahwa sebuah hubungan tidak lagi baik untuk dirinya, tetapi tetap merasa sulit untuk pergi karena masih berharap keadaan dapat berubah.

Karena itu, salah satu tantangan dalam proses pembuatan “Jalan Buntu” adalah menyampaikan konflik emosional tersebut dengan cara yang sederhana.

“Aku tidak mau lagunya terasa seperti sedang menjelaskan sesuatu. Aku ingin orang yang mendengarkan bisa punya ruang untuk mengartikan dan merasakan ceritanya dengan pengalaman mereka masing-masing,” tuturnya.

Tanpa bermaksud membocorkan lebih banyak mengenai EP barunya yang sedang dalam tahap pengerjaan, Aruma menggambarkan “Jalan Buntu” sebagai bagian dari cerita yang lebih besar di EP ini. “Kalau di lagu ini, aku masih berada di fase mempertanyakan apakah harus bertahan atau pergi. Sementara, lagu-lagu lainnya akan membawa perjalanan itu ke tempat yang berbeda.”

Sepanjang 2026, Aruma memang aktif berkarya. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini saja, ia telah merilis tiga single. Menurutnya, produktivitas tersebut muncul karena ia sedang berada dalam fase kehidupan yang membuatnya ingin lebih banyak bercerita melalui musik.

“Aku merasa setiap lagu datang dengan waktunya masing-masing. Jadi, ketika sebuah lagu sudah selesai dan aku merasa ceritanya sudah waktunya didengar, aku tidak mau terlalu lama menyimpannya. Bisa dibilang, banyaknya karya yang aku hadirkan di tahun 2026 ini merupakan cara untuk mengajak para pendengar setiaku tumbuh bersama denganku karena setiap karya yang keluar sekarang adalah bagian dari perjalanan aku juga.”

Pada akhirnya, Aruma ingin “Jalan Buntu” meninggalkan pesan kepada para pendengarnya untuk belajar mendengarkan diri sendiri. “Kadang kita terlalu sibuk mencari alasan untuk bertahan karena masih sayang, sampai lupa bertanya apakah kita masih bahagia di dalamnya. Mungkin, tidak semua orang yang kita sayang memang ditakdirkan untuk tinggal. Aku ingin lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang berada di persimpangan itu: yang masih sayang dan masih berharap, tapi mulai sadar bahwa mungkin sudah waktunya memilih diri sendiri. Pada akhirnya, “pulang” bukan selalu berarti kembali kepada seseorang, kadang “pulang” berarti kembali kepada diri sendiri,” pungkasnya.

Single terbaru Aruma, “Jalan Buntu”, bisa didengarkan di platform musik digital. (Sobri)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

zetizens.id