Jangan Lupa Bahagia, Perjuangan Tulang Punggung Keluarga yang Mengharu Biru

ZETIZENS.ID – Buat kamu yang merasa menjadi tulang punggung keluarga, dont be sad. Kamu ga sendiri.
Film drama keluarga Jangan Lupa Bahagia karya sutradara Andi Burhamzah yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026 ini menyajikan kisah mengharukan tentang perjuangan seorang kakak menjadi tulang punggung keluarga.
Dibintangi oleh Alghifahri Jasin, film ini membahas tentang Ulla yang berjuang keras membiayai sekolah kedua adiknya, Imma dan Ikbal, setelah orang tua mereka meninggal.
Ulla bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk mencari nafkah harian. Cobaan datang ketika ponsel Ulla rusak terlindas motor dan mereka harus keluar dari rumah tumpangan.
Film yang menyoroti ketegaran hidup pejuang keluarga di kota besar ini mengangkat realitas kehidupan sehari-hari pekerja sektor informal di Indonesia.
Film ini diprediksi mampu menguras air mata sekaligus memberikan pesan hangat tentang arti kebersamaan.
Jangan Lupa Bahagia dibintangi oleh jajaran aktor utama dan komedian populer asal Sulawesi. Ada Alghifahri Jasin sebagai Ulla, anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai ojek online.
Setelah itu ada Jasmin Risach sebagai Imma, anak tengah, adik perempuan Ulla yang cuek.
Ada juga M. Aqif Difullah sebagai Ikbal si anak bungsu, adik Ulla yang cerdik dan gemar bermain game. Dan Abdul Rodjak sebagai Ayah Ulla.
Jajaran pemeran pendukung ada Tumming & Abu (Duo komedian populer Makassar), Arman Dewarti sebagai Pak Harun, Adhi Basto sebagai Pak Dosen, Jade Thamrin, Andi Batari Bintang, Alvira Jeniesta sebagai Nur, Putri Avril sebagai Mama Nur, Nira sebagai Intan, Nayla Irwan sebagai Ibu Guru, dan Cipta Perdana.
Haru
Meskipun mengangkat kisah perjuangan hidup yang haru dan siap menguras air mata, film ini tetap dikemas dalam genre drama-komedi.
Kehadiran duo komedian populer Makassar, Tumming dan Abu, memberikan porsi humor segar khas Sulawesi yang mencairkan suasana di tengah konflik berat.
Ceritanya sangat dekat dengan potret kehidupan masyarakat urban. Mengangkat realitas pekerja sektor informal lewat profesi ojek online, tantangan ekonomi, hingga dinamika anak pertama yang harus memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.
Film ini menyoroti bahwa kebahagiaan sejati tidak melulu diukur dari materi. Keunggulan narasinya ada pada penggambaran solidaritas antarsaudara yang saling menguatkan, mengajarkan arti ketegaran, kasih sayang, dan harapan dalam menghadapi badai ujian hidup.
Selain didukung oleh aktor muda berbakat yang memberikan warna segar, film ini juga mempercayayakan karakternya pada aktor senior berpengalaman.
Salah satunya adalah Arman Dewarti, aktor watak senior yang pernah masuk sebagai Nomine Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2016. (Zee)







