Nusantara

Didukung Pemerintah dan Masyarakat, Festival APKLI Banten Sukses Gerakkan Ekonomi Lokal

ZETIZENS.ID – Road Show Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Banten melalui Festival Bazar UMKM dan Wahana di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Perumahan Green Harmoni Warakas tersebut menjadi daya tarik baru bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di wilayah setempat.

Event yang diselenggarakan APKLI Provinsi Banten bekerja sama dengan Perumahan Green Harmoni Warakas serta mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya itu direncanakan berlangsung selama hampir satu bulan.

Memasuki pekan kedua pelaksanaan pada Sabtu (20/6/2026), lokasi kegiatan tampak dipadati pengunjung. Masyarakat datang untuk menikmati berbagai wahana permainan, berburu kuliner, hingga berbelanja produk UMKM lokal.

Tingginya antusiasme warga menjadi semangat tersendiri bagi para pedagang yang berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Ketua Pelaksana Road Show APKLI Provinsi Banten, Ade Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan titik ketiga pelaksanaan road show APKLI di wilayah Kabupaten Serang.

“Alhamdulillah, hari ini kegiatan sudah memasuki minggu kedua di Kecamatan Binuang. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari aparatur desa, kecamatan, Polsek, Koramil, serta seluruh pihak terkait. Ini merupakan titik ketiga Road Show APKLI Provinsi Banten di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Menurut Ade, tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal.

“UMKM lokal ikut meramaikan kegiatan ini. Memang tujuan kami adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat agar terjadi perputaran ekonomi yang lebih baik di wilayah ini,” katanya.

Selain bazar UMKM, panitia juga menghadirkan 11 wahana permainan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Kami menyediakan 11 wahana permainan yang berbeda-beda dan seluruhnya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Untuk UMKM lokal, ada tujuh pelaku usaha dari Desa Warakas yang kami libatkan secara langsung,” jelas Ade.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari pihak Perumahan Green Harmoni Warakas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga unsur TNI dan Polri.

“Atas nama APKLI Kabupaten Serang dan APKLI Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih kepada Camat Binuang, Polsek, Koramil, dan Pemerintah Desa Warakas atas dukungan yang diberikan. Ke depan, kami berharap dapat menyiapkan lokasi yang lebih luas dan Insya Allah APKLI akan kembali menggelar kegiatan serupa di wilayah Warakas,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM lokal, Bambang Saprudin, mengaku sangat terbantu dengan adanya Festival Bazar UMKM dan Wahana tersebut. Menurutnya, kegiatan APKLI memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan yang dirasakannya selama mengikuti bazar.

“Alhamdulillah sangat membantu. Sebagai pelaku UMKM lokal, saya merasakan langsung manfaatnya karena pengunjung ramai dan penjualan meningkat,” katanya.

Bambang yang merupakan warga Warakas menjelaskan, sebelum mengikuti bazar tersebut dirinya berjualan di lingkungan sekolah. Namun, sejak mengikuti kegiatan APKLI, pendapatannya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kalau malam minggu seperti ini, pendapatan bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Sementara pada hari biasa sekitar Rp200 ribuan,” ujarnya.

Ia berharap Festival Bazar UMKM dan Wahana APKLI dapat terus berlanjut dan bahkan diperpanjang masa pelaksanaannya agar semakin banyak pelaku usaha lokal yang merasakan manfaat ekonomi.

“Harapan kami tentu kegiatan seperti ini bisa terus ada dan, kalau memungkinkan, diperpanjang karena sangat membantu UMKM lokal,” pungkasnya.

Festival Bazar UMKM dan Wahana APKLI di Kecamatan Binuang menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi kerakyatan yang produktif.

Selain menjadi sarana hiburan bagi warga, kegiatan ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi UMKM lokal serta memperkuat roda perekonomian daerah.(dik)

Tulisan Terkait

zetizens.id