Pelajar British School Jakarta Kembangkan Solusi AI untuk Mendukung Relawan dan Lansia

ZETIZENS.ID — Little Penguin, organisasi pelajar dari British School Jakarta,
menunjukkan bagaimana generasi muda dapat menggunakan teknologi untuk menciptakan dampak sosial nyata melalui Good Karma, aplikasi berbasis AI yang dikembangkan bersama Redpumpkin.AI untuk mendukung kegiatan relawan di panti jompo.
Inisiatif ini lahir dari semangat pelajar untuk menjawab tantangan sosial secara langsung.
Melalui Good Karma, Little Penguin ingin membantu kegiatan relawan menjadi lebih mudah, terorganisir, dan bermakna bagi para lansia yang tinggal di panti jompo.
Good Karma memungkinkan relawan melakukan pendaftaran, memilih panti jompo, mengatur kunjungan, hingga mengumpulkan poin apresiasi. Aplikasi ini juga membantu pihak panti jompo memantau aktivitas relawan secara real-time dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.
Bersama Redpumpkin.AI, Good Karma juga dilengkapi fitur AI Companion for Volunteers.
Fitur berbasis Generative AI ini membantu relawan muda memperoleh rekomendasi topik pembicaraan dan ide aktivitas yang disesuaikan dengan profil serta hobi lansia.
Tujuannya sederhana, tetapi penting: membantu relawan muda membangun percakapan yang lebih hangat dan mengurangi rasa canggung saat berinteraksi dengan lansia.
Melalui pendekatan ini, Good Karma menjadi contoh bagaimana pembelajaran teknologi dapat bergerak melampaui ruang kelas. Siswa tidak hanya memahami teknologi sebagai konsep, tetapi menggunakannya untuk merancang solusi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
British School Jakarta memberikan dukungan terhadap inisiatif ini. Adimas Grahito, perwakilan sekolah, menyatakan bahwa Good Karma merupakan bukti bahwa pembelajaran paling bermakna terjadi ketika siswa berhadapan langsung dengan tantangan nyata. Inisiatif ini juga menjadi wujud pendidikan karakter, karena siswa ditantang untuk menciptakan solusi yang bermanfaat bagi komunitas lanjut usia maupun masyarakat luas.
Dari sisi sosial dan kesehatan, kehadiran relawan juga membawa dampak yang lebih luas. Dr. Henry Suhendra, Sp.OT(K), dokter spesialis ortopedi, Ahli Sport dan Arthroscopy Ortopedi, Ketua Vit D Society Indonesia, serta Founder Kilo Gym & Fisio, menjelaskan bahwa interaksi sosial dapat mendorong lansia untuk tetap aktif bergerak.
“Kesehatan lansia bergantung pada mobilitas. Prinsipnya sederhana: daripada tidur lebih baik duduk, daripada duduk lebih baik berdiri, daripada berdiri lebih baik berjalan, dan daripada sekadar berjalan lebih baik bergerak aktif. Kehadiran relawan melalui Good Karma memberikan stimulasi mental agar lansia termotivasi untuk terus bergerak,” jelas Dr. Henry.
Good Karma juga menjadi awal dari visi yang lebih luas. Little Penguin sedang mempersiapkan pendekatan serupa untuk sektor pendidikan, di mana teknologi AI akan digunakan untuk membantu guru dan komunitas sekolah memahami kebutuhan siswa secara lebih personal.
Sean William, Founder Little Penguin, bersama Keana Gardon, Public Relation Little Penguin, menyampaikan bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk memberdayakan lebih banyak orang, termasuk kelompok yang sering kali tertinggal dalam perubahan digital.
“Kami merancang Good Karma sebagai jembatan. Kami ingin lansia merasa kembali didengar. Setelah ini, fokus kami adalah membawa solusi AI hasil kolaborasi dengan Redpumpkin.AI ke dunia pendidikan untuk membantu guru dan rekan pelajar agar lebih berdaya,” ujar Sean.
Dengan Good Karma, Little Penguin ingin menunjukkan bahwa pelajar dapat menjadi bagian penting dari perubahan sosial. Bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai penggerak solusi yang menghubungkan empati, pendidikan, dan inovasi.
Aplikasi Good Karma kini telah tersedia di Google Play Store dan App Store. (Zee)







